wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Yesus Sang “Tabib”

1 July 2011 934 views No Comment Oleh

Bacaan: Matius 9:9–13
Nats: Matius 9:12: bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit
Pujian : KJ. 358:1

Bukan hanya pengajaran-Nya, tetapi perbuatan Tuhan Yesus juga sering menimbulkan kontroversi di mata orang banyak saat itu. Seorang guru, menurut pandangan orang banyak, harus hidup di tengah orang baik-baik, orang benar. Tetapi guru yang bernama Yesus Kristus itu justru makan bersama dengan para pemungut cukai dan orang-orang yang dianggap berdosa.

Apa kira-kira yang mendasari perbuatan Tuhan Yesus ini? Seorang guru hidup di tengah orang benar / baik, itu sudah biasa dan tidak membawa dampak dan perubahan apapun, karena dianggap sudah benar oleh orang banyak. Tetapi jika seorang guru bernama Yesus berada di tengah-tengah orang yang dianggap berdosa, justru akan memberi makna yang baru. Disitulah ada penghargaan terhadap martabat manusia, terlepas dari bagaimana latar belakangnya. Tuhan Yesus juga “meng-orang-kan” mereka yang saat itu dianggap tidak berarti oleh sebagian besar orang. Perlakuan Tuhan Yesus yang seperti itu ternyata justru mampu membawa perubahan hidup bagi orang yang bersangkutan. Dalam hal ini Tuhan Yesus memposisikan diri-Nya sebagai tabib. Dia dibutuhkan untuk menyembuhkan mereka yang sakit (meski itu bukan sakit jasmani), membenarkan keadaan yang dianggap salah, dan memberi belas kasihan kepada mereka yang terkucilkan. Tuhan Yesus menyembuhkan penyakit terkucilkan, merasa tidak dihargai, hidup tersingkir karena merasa ditolak dan dianggap berdosa, dianggap bukan umat Allah, bahkan direndahkan.

Orang-orang yang menganggap diri sudah benar tidak membutuhkan penyembuhan. Tetapi bagi orang-orang yang dianggap berdosa oleh orang banyak, perlakuan Tuhan Yesus bergaul dengan orang berdosa sangat berarti dan bahkan mampu mengubah hidup mareka. Karena Yesus, sang guru, bisa menerima mereka apa adanya dan menghargainya sebagai manusia.

Terima kasih untuk penghargaan-Mu kepada kami yang berdosa ini [YM]

Kirimkan Artikel Ini Kirimkan Artikel Ini

Kata Kunci Artikel Ini:

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.