wordpress com stats plugin
Home » Artikel

Webblog GKJW: Mau Kemana?

24 December 2008 8,817 views 53 Comments Oleh

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya jika membuat website kini hampir sama mudahnya seperti membuat mie instan. Teknologi blog telah memungkinkan orang membuat website tanpa memerlukan pengetahuan teknis seorang websmaster. Orang berbondong-bondong membuat website. Perilaku pun berubah dari sekedar konsumen informasi menjadi pembagi informasi. Hal ini rupanya juga melanda jemaat-jemaat GKJW.

Dalam waktu hampir bersamaan mencullah website (lebih tepatnya blog) milik jemaat -jemaat GKJW . Melalui mesin pencari saya menemukan sembilan jemaat memasuki dunia cyber dengan berbagai macam variasi. Demikian pula beberapa badan pembantu pemuda dan mahasiswa di tingkat Majelis Agung, Majelis Daerah, maupun Majelis Jemaat sudah hadir di jagad maya ini.

GKJW Lumajang, Pandaan, Babatan, Surabaya, Rungkut, dan Pacitan memilih membuat blog melalui layanan gratis macam blogspot.com dan wordpress.com. Kepraktisan dan kehandalan dua mesin blog ini memang membuat pemakainya tidak perlu pusing-pusing memikirkan domain, hosting, atau membayar iuran bulanan lagi.

Sementara GKJW Caruban, Ngagel dan Sidoarjo memilih jalan yang lebih “rumit” untuk memiliki blog. Tiga jemaat ini menggunakan layanan berbayar dengan membeli domain pribadi dan menyewa hosting server untuk meletakkan blognya masing-masing. Meski harus mengeluarkan biaya, pilihan berbayar ini memberi keleluasaan pada pengguna untuk memodifikasi situs sesuai kebutuhan dan keinginan.

Munculnya blog-blog itu tentu suatu langkah positif bagi jemaat bersangkutan. Namun, saya melihat, kebanyakan blog GKJW itu tidak dioptimalkan dan beberapa diantaranya bahkan tidak dipelihara dengan baik. Gejala-gejala yang terlihat ialah:

  • Tidak ada update content. Website-website itu ditinggal pengelolanya setelah memuat satu atau beberapa kali tulisan.
  • Tidak pernah diisi sama sekali (dibuat namun tidak pernah diisi).
  • Update dengan jarak rentang waktu yang panjang dan tidak rutin.
  • Hanya berfungsi sebagai website profil gereja, tidak digunakan sebagai alat komunikasi.

Saya tidak tahu apa yang menjadi sebab hal-hal diatas terjadi. Namun, saya menduga, hal tersebut terjadi karena tidak adanya konsep (baca: visi-misi) yang kuat dalam membuat blog jemaat. Selain itu, lemahnya budaya menulis di lingkungan jemaat dapat juga dapat menjadi faktor lain. Selain itu, masih lemahnya budaya ber-internet di jemaat GKJW dapat jadi menjadi faktor yang paling mendukung terbengkalainya media gereja ini.

Untuk Apa Blog Jemaat Dibuat?

Blog sejatinya adalah alat yang sangat efektif untuk mengembangkan sebuah komunitas (baca: jemaat). Seperti media-media gereja lain blog juga dapat digunakan untuk memuat hal-hal yang bersifat informasi, edukasi, persuasi dan hiburan. Lebih dari itu blog dapat digunakan sebagai sarana komunikasi lintas arah.

Komunikasi tersebut dimungkinkan karena adanya fitur komentar yang ada pada tiap tulisan. Disini pembaca dapat terlibat dalam tiap topik yang dibicarakan secara langsung. Sebuah pendapat dapat disanggah secara langsung. Thesis dilawan dengan antithesis; Namun semuanya tetap dalam semangat membangun jemaat. Saya menyamakan hal ini sebagai rembug warga online. Sungguh suatu hal yang sehat dan bertanggung jawab.

Nah, kesadaran akan dashyatnya kemampuan blog tersebut dapat menjadi modal awal dalam membangun visi dan misi blog jemaat. Pertanyaan-pertanyaan seperti “Apa fungsi blog ini nantinya?”, ” Apa isinya?”, atau “Siapa yang mengisinya?” harus dipikirkan dulu oleh jemaat sebelum berpindah ke hal-hal teknis yang cukup ditangani oleh beberapa orang sebagai webmaster/ admin. Setelah visi dan misinya jelas, blog jemaat dibangun.

Sebagai media online milik jemaat, blog seharusnya dikembangkan secara bersama-sama. Blog memungkinkan banyak orang menulis dalam satu blog. Pejabat gereja maupun anggota jemaat biasa semua boleh mengisinya. Selama ini terlihat bahwa hanya webmaster/admin yang mengisi kebanyakan blog GKJW. Hal yang pasti memberatkan jika harus berjuang seorang diri.

Lalu Bagaimana?

Tentu tidak mudah mengajak seluruh anggota jemaat nge-blog karena adanya macam-macam latar belakang jemaat. Namun, sebagai langkah pertama, ada baiknya jemaat membentuk kelompok kecil dari anggota jemaat yang berminat pada komunikasi dan usaha membuat blog jemaat. Komunitas kecil ini kemudian menetapkan aturan main (tentu setelah adanya visi dan misi blog yang jelas). Jika perlu diadakan pelatihan singkat bagaimana mengisi blog ini karena idak semua orang memahami hal-hal teknis meski untuk yang ringan sekalipun. Pembagian topik tulisan (kategori) dipilih dan dilaksanakan secara ketat. Siapa yang mengelola terhadap masing-masing kategori juga ditetapkan. Mereka ini kemudian bertanggungjawab untuk mengisi/mencari content sesuai dengan topik yang dikelola termasuk juga memoderatori komentar-komentar yang masuk.

Dengan demikian blog jemaat akan terpelihara dan terupdate dengan kontinue. Hal ini tentu akan menarik warga jemaat yang lain untuk datang berkunjung berkali-kali (returning visitors). Jika sudah begini akan sangat mudah mengajak anggota jemaat lain ikut berperan aktif karena blog tersebut sudah dianggap sebagai bagian dari diri sendiri. Membangun blog memang menyenangkan untuk pertama kali. Namun bagaimana memelihara dan mengoptimalkan blog untuk perkembangan jemaat jauh lebih penting.

Kirimkan Artikel Ini Kirimkan Artikel Ini

Kata Kunci Artikel Ini:

53 Comments »

  • micko henry gkjw caruban said:

    saya setuju, membuat website (weblog) memang semudah bikin mie instan
    yang susah tuh KONSEKUENSInya ….

    konsekuen untuk memperbarui isi website / weblog

    gkjw caruban memang milih jalan “rumit” tuk membuat web, dikarenakan dari awalnya sudah ADA NIAT tuk mempublikasikan ke dunia maya.
    dengan menggunakan layanan berbayar, kami memang dituntut konsekuensinya untuk tetap eksis.

    btw,
    yang punya http://www.gkjw.org siapa ya ?

  • gkjwpacitan said:

    Yup, kalo memang bisa dipermudah ngapain dipersulit.Kalo emang bisa gratis ngapain musti mbayar.

    saya setuju banget bahwa konsep membuat satu blog ato website yang paling penting adalah konten.web desain itu nomer dua yang penting konten, tapi justru memang disitulah tantangan terberat untuk memelihara blog ato website.
    kebanyakan yang terjadi ide pembuatan blog muncul dari segelintir bahkan hanya dari pribadi seseorang (di Pacitan juga).kalo udah bosen ya wis…..tamat!

    karenanya sebagai webmaster/admin harus menggali benar potensi dari warga yang bisa ikut mendukung blog sebagai satu media.kalo perlu tulisan-tulisan manual hasil goresan tinta seperti warga adiyuswa juga harus diangkat.

  • nono said:

    kalo melihat blog ini.. sebuah langkah maju yang harus didukung oleh siapa saja. benar pendapat mas-mas dan mba-mba kalo yang penting emang konten alias isinya, nah kalo boleh urun pendapat, GKJW ini lak terdiri dari berbagai macam orang nah sekarang bagaimana seh membuat blog ini dikunjungi oleh banyak orang.. yang pasti kan harus menarik. nah menariknya harus yang seperti apa?
    misalnya ada warga yang kebetulan petani dan mempunyai akses internet kemudian ingin membaca blog online ini.. pak tani tadi pasti berpikir apa yang bisa saya dapatkan bila saya membaca blog ini.. apakah hanya melulu dapat informasi yang jauh dari pikiran pak tani misalnya bahasan yang di awang2 ato bahasan yang deket dengan kehidupan petani itu..
    saya rasa dalam blog ini agar bisa lebih banyak peminat agar di share bagian2 yang mewakili kondisi warga.. ga hanya buat bahasan yang abot tur angel tapi juga bahasan yang membumi dan deket dengan warga.. yang pasti berita itu akan dibaca bila itu kondisi yang deket dengan kehidupan pembaca..

    saya pikir bisa dicoba..

    nb: sebelumnya maaf kalo ngawur dan mbulet…

    salam hormat

    nono
    pranotoadiswasono@yahoo.co.id

  • admin said:

    @nono: Nggak mbulet kok Mas Nono, kami bisa mengerti maksud anda.
    Pikiran anda benar Mas Nono, blog ini harus memberi pencerahan bagi banyak orang (warga GKJW). Untuk hal ini tentu kami tidak bisa jalan sendiri. Butuh banyak orang untuk berbagi sesuai keahliannya masing-masing. Blog ini hanya sebagai wadah, media untuk berbagi tadi. Tanpa dukungan orang lain, blog ini pasti kurang bervariasi dan tidak bisa menjangkau bermacam orang seperti yang anda sebutkan.
    Saat ini kami sedang berusaha mengenalkan blog ini kepada banyak unsur GKJW agar isinya makin bermutu dan menjangkau banyak pihak. Semua orang boleh berpartisipasi, menyumbang ide dan tulisan. Hingga akhirnya kita bisa memanfaatkan blog ini untuk saling berkomunikasi antara warga GKJW.

    Terimakasih sudah berkunjung & berkomentar
    Ardo, admin gkjw.web.id

  • nono said:

    “pencerahan bagi banyak orang” kayanya cocok jadi slogan deh…
    aku setuju banget dan dukung sepenuhnya adanya blog ini..

    selamat melayani…

    salam,
    nono.ganteng@gmail.com

    mohon ijin.. ada yang yang mau saya pribadi tanyakan untuk pengembangan blog ini kedepan konsep dan konten hanya untuk urusan gereja dengan tatanannya.. apa kah ada untuk bagian (entah dibagian mana) bahasan-bahasan yang dekat dengan warga..
    misalnya mengenai pertanian, pekerjaan atau apapun sehingga nantinya menjadi media pencerahan untuk semua warga GKJW yang lebih luas..

    ..bukankah karya Tuhan memang ada di segala bidang…

  • admin said:

    @nono: Mas Nono yang setia berkunjung.
    Sejak awal konsep blog ini adalah untuk media informasi dan komunikasi warga GKJW. Informasi dan komunikasi itu bisa apa saja. Tidak hanya untuk urusan gereja dan tatanannya. Jika ada warga yang berbagi tentang pertanian, pendidikan, teknologi, lowongan kerja atau apapun itu, kami akan dengan senang hati memuatnya. Untuk teknis pemuatannya anda bisa baca sendiri di submenu panduan mengirim karya. Kami sebagai pengelola tentu mengharapkan dari waktu kewaktu akan lebih banyak lagi warga yang berkirim informasi. Kami disini hanya menyediakan wadah, warga sendirilah yang akan mengisinya.
    Tulisan anda ditunggu lho! Ndak usah mikir yang susah-susah. Mungkin anda bisa menceritakan pengalaman sebagai warga GKJW yang dirantau. Atau mungkin bisa juga tentang pengalaman menarik selama bergabung dengan GKPB. Bisa apa saja.
    Monggo-monggo….

  • nono said:

    siap pak segera disiapkan tulisan yang memang saya kuasai.. semoga bisa cepat soalnya ini juga lagi menyiapkan bagaimana keluar dari jeratan kuliah..
    kalo pengalaman di GKPB? tunggu ide dan waktu..

    salam..
    pranotoadiswasono@yahoo.co.id

    nb:
    oh iya kalo nge update berita itu pas ada yang masuk langsung di release ato dikumpulin dulu per minggu ato per bulan? jadinya misalnya warga yang punya akses terbatas bisa ikut menikmati berita2 terbaru.. tanpa harus “gelo” kalo ke warnet eh beritanya sama ama yang kemarin hehehe.. kecuali untuk berita utama dan mendesak untuk segera di release..
    ato bahasa sederhananya (maap baru ktemu kata2nya) web blog ini mau dibawa ke harian, mingguan, dwimingguan atau bulanan.. nah ini lebih gampang ga mbulet.. :-)

    maap sebelumnya..

  • Ariadi - GKJ Bekasi said:

    menarik mengamati bahwa adanya warga/ jemaat GKJW yang menginginkan eksistensinya di dunia cyber, baik melalui hasil dari PHMJ atau dilakukan secara pribadi…sehingga memandang sebagai munculnya salah satu kekayaan intelektual yang ada di lingkungan GKJW.

    di kisaran 7-8 tahun lalu, ketika mengetikkan kata GKJW pada search engine, yang muncul adalah sekadar alamat kantor Majelis Agung yang tertera pada website PGI (!). GKJW tidak punya informasi yang dapat diakses secara luas melalui internet.
    Perubahan terjadi kira-kira 1-2 tahun yang lalu, jemaat-jemaat dan pribadi mulai memunculkan eksistensi dirinya di dunia ini, dan kalau tidak salah melalui milis GKJW, waktu itu sudah ada tawaran untuk mengisi informasi pada unofficial-website GKJW yang sudah dibuat (kalau tidak salah alamatnya http://www.gkjw.uni.cc) tapi kemudian, karena sedikitnya respon, akhirnya ide tersebut padam dengan sendirinya.

    saya secara pribadi baru mendapat info tentang website ini setelah hadir 16 hari dari peluncurannya, dan kesan pertama … wah! ini dikerjakan dengan serius. Terlihat dari tampilan dan informasi yang disajikan, dan sama seperti komentar2 sebelumnya, kontinuitas pembaruan artikel dan berita menjadi sangat penting..saya yakin bahwa kegiatan meng-update dilakukan disela2 kesibukan aktivitas orang-orang yang berkenan mengawaki website ini.

    Tentang akan kerangka waktu kapan akan diupdate, saya pikir memanfaatkan fungsi RSS akan sangat menolong, sehingga info tentang artikel terbaru secara cepat sampai pada siapapun yang mau memanfaatkan fasilitas ini. jadi tidak perlu kecele .. eehhh tiba’e sik pancet ae.

    selamat untuk gkjw.web.id

    wassalam,

    Ariadi

  • YY fam said:

    Memang sudah jamannya kalau GKJW membuat blog. Hal ini akan membuat komunikasi lebih intensif dan kemajuan menjadi lebih cepat terjadi. Terlebih lagi bagi warga gkjw yang kebetulan tinggal di luar Jawa Timur tentu kehadiran blog ini akan menjadi pelepas rindu. Tentu banyak lagi keuntungan blog ini. akhirnya Selamat dan Sukses semoga tetap jaya berkesinambungan

  • bayu said:

    seiring dengan berkembangnya jaman rasanya koq ya sudah sewajarnya klo gkjw itu punya yg seperti ini. tapi tetep harus ada maintenance dan update biar gak disangka anget2 tai ayam. tapi sebenarnya yang harus dipertanyakan itu gak hanya mau kmn arah web gkjw ini, tapi juga hrus dipertanyakan pula MAU DI BAWA KEMANA ARAH GKJW DI TENGAH KEMAJUAN DUNIA INI????? biar gak mbulet ae ngurusi sing iku2 THOK!

    klo perlu harus ada t4 bwat ajang menumpahkan unek2 dan pengapresiasian diri bagi smua warga greja di web ini.

    matur nuwun kagem mas/mbak admin.

    hormat saya,

    bayu ‘ndut’ sagita
    GKJW SUKOLILO

  • admin said:

    @bayu: Web ini sebenarnya juga sebagai ajang untuk menumpahkan uneg-uneg dan apresiasi diri bagi warga GKJW kok Mas Bayu. Silahkan berkirim artikel/ tulisan/ hasil pikiran anda ke web ini. Panduan mengirim karya bisa dilihat di submenu “Tentang situs ini”. Terima kasih sudah berkunjung.

  • Enggar said:

    Salut&Respect…wadah baru menimba info biar gak gaptek,yang jelas ruang artikulasi ini buat GKJW harapannya bisa…”Act local but think global”, sangu untuk berbenah.Merdeka

  • agung said:

    percuma baca lihat dengar
    batu akan tetap diam jika tidak dipindah
    bertindak lah
    duta/ria sudah tidak terbit

    komentar boleh dan baik
    bertindak lebih boleh dan lebih baik
    gkjw sekarat

    apa guna punya nama besar gkjw
    yang kulihat,dengar,rasa

    siapa aku……………gkjw?
    dimana aku…………..gkjw?
    kemana aku…………..gkjw?

    salam

  • Wike/GKJW Dinoyo said:

    Selamat atas gkjw.web.id, salut juga untuk orang-orang yang sudah meluangkan waktu dan tenaga untuk mengerjakan ini semua.Kl boleh saran neh, ditambah foto-foto donk! Atau ada sarana utk siapa saja bisa upload/ sharing foto disini. Thank you…Gbu

    Wike/GKJW Dinoyo

  • bayu sagita said:

    Apa website ini juga diakses oleh “orang2 pinter” di PHMA yang selalu membuat keputusan sepihak??????? kalau ya berarti website ini bisa digunakan untuk masukan pemikiran bagi mereka(kalau mau sich….). Atau mungkin website ini sekedar “pura2 ingin maju” dari gkjw……
    Bagaimana dengan jemaat yang ada “di pucuk gunung” yang sangat sulit untuk bisa akses internet, apakah website ini manjur buat mereka???????

    Wahai para pembuat kebijakan di PHMA, tolong dong dengerin aspirasi yang di bawah, jangan hanya mendongak ke atas saja!!!!!!!!

    admin kenapa tulisan pak krista soal SWOT di locked???

    matur nuwun,

    bayu sagita
    GKJW Jemaat Sukolilo Surabaya.

  • agung said:

    salam to admin

    banyak hal bisa dibangun lewat web ini. perlu admin siapkan beberapa hal….
    saya berharap menjadi tahu, mengerti, sadar, dewasa, memahami, dan bangun banyak hal yang bobrok di tubuh gkjw.

    surveylah…..
    apa yang dibutuhkan

    agung
    gkjw sukolilo sby

  • admin said:

    @bayu sagita & Agung: Website ini bukan website resmi GKJW. Kami berangkat dari keprihatinan kurangnya berita tentang GKJW di cyber media. Sehingga kami secara pribadi mencoba membuat website ini. Kami tidak mengetahui apakah situs ini diakses oleh pihak-pihak yang anda sebutkan. Harapan kami yang terbesar adalah bagaimana “kabar baik” yang diberitakan Kristus dapat menyebar melalui teknologi yang telah mampu diciptakan manusia.
    Karena pertimbangan etis tulisan Pdt.Christa kami protect atas persetujuan beliau. Tulisan itu di-locked karena berisi opini yang hanya untuk warga gkjw saja.
    Dalam menyajikan informasi, web ini mempunyai kebijakan untuk menempatkan informasi pada porsinya. Ada informasi-informasi yang bisa seluruhnya dibeberkan kepada publik, namun ada juga informasi yang hanya beredar untuk kalangan sendiri.
    Isi tulisan sama dengan yang tertulis dalam Duta edisi terakhir. Semoga anda sudah membacanya.

  • admin said:

    @Wike/GKJW Dinoyo: Terima kasih sudah berkunjung ke situs ini Wike! Tentang upload/sharing foto dan berita bisa dikirim kepada kami melalui e-mail. Silahkan membaca di panduan mengirim karya untuk keterangannya.

  • micko gkjw caruban said:

    mas blogdoes,

    usul saja
    mending di header web gkjw ini di tulis aja UNOFFICIAL WEBSITE … biar visitor tau kalo web ini bukan milik balewiyoto …

  • Pdt. Jonet Soedarmoko said:

    mas micko gkjw caruban, usul panjenengan baik, namun kalau panjenengan perhatikan status yang panjengan usulkan itu bisa membuat kebingungan para pembaca, karena artikel PAH, RK maupun Suluh itu merupakan produk resmi dari DPT maupun DPPW.
    Jadi jika yang anda maksud IPTh Balewiyata, memang benar ini bukan produk IPTh itu, namun website ini didukung orang-orang yang terlibat dalam Badan-Badan Pembantu MA tertentu…juga sudah dipresentasikan ke beberapa anggota PHMA, walau mungkin mereka selanjutnya tidak bisa mengakses website ini karena keterbatasan mereka…
    Tidak mudah membawa hal modern, baru dan baik menurut kita ke tataran Sinode MA ataupun PHMA itu yang kami alami, sehingga tujuan website ini selain yang sudah diutarakan di atas, bagi saya adalah sarana membangun komunitas cyber GKJW menjadi kekuatan yang baik bagi perubahan GKJW seperti yang dikehendaki Tuhan…wujudnya adalah biar website ini mengakar dan didukung para pembacanya dari hari ke hari semakin kuat dan dirasakan banyak manfaatnya, barulah urusan legal formal itu bisa kita tempuh, itupun kalau komunitas ini berkenan, karena banyak ide baik sudah berjalan di tataran jemaat, kemudian di MD-kan, terus di MA-kan, terus mati….meski di jemaat tertentu masih bisa jalan…

  • k. danié said:

    nuwun Kang Admin dan sodara² seperjuangan…

    saya sendiri juga salah satu pengelola WEBBLOG GKJW di http://kppmdmalangsatu.blogspot.com/
    mengapa Blog itu ada ?
    kita tau persis bahwa asas kekeluargaan di Pemuda Malang 1 begitu kuat, sehingga lahirlah “iseng² berhadiah” untuk membuat webblog atas nama pemuda malang 1, dengan simple dan sengaja memilih blogspot sebagai sarana webblog gratisan. Sudah puluhan ribu kali web itu di buka dan saudah 2 kali shout BOX di ganti karena error kelebihan pesan. Ini membuktikan bahwa pemuda khususnya GKJW sudah mulai merambah dunia Maya. Ini masih di tingkat MD , blom lagi kalo di hitung dari seluruh GKJW.
    Sangat di sayangkan sekali kalo ini di lewatkan begitu saja,
    masak sampe ada GKJW unofficial segala yg notabene dengan sukarela membangun dunia GKJW maya , sementara mbah² di MA sana blom sama sekali tersentil untuk membuat web resmi nya sendiri. Emang ke mana dan ngapain aja mereka yah ? hihihi..

    Tapi kita masih patut bangga sedikit kl MA sudah punya E-mail…
    saya pikir kao kirim file / dokumen / surat masih pake Burung Dara ..
    hehe

    Matur Nuwun
    Salut buat Admin

    Gusti Mberkahi

  • yudha djayeng said:

    weleh weleh saya sangat senang ternyata gkjw belum terlambat untuk nututi IT terutama tentang dunia maya.

    saya teringat waktu sidang MD ST1 di gkjw mlaten bahwa wacana tentang gkjw perlu punya situs ternyata disambut dengan baik dan akan ditindaklanjuti oleh MD ST1 supaya di lingkup MD ST1 setidaknya punya situs..yaa paling tidak punya e-mail.

    saya mengusulkan sama masteweb-nya gkjw.web.id bagaimana kalau kita yang punya web ini baik yang gratisan atau pun yang berbayar kita bertemu untuk saling silahturahmi dan tukar ide-ide untuk kemajuan bersama.

    kalau misi situsnya gkjw sidoarjo adalah supaya tahu dimana dan siapa gkjw sidoarjo, maklum gkjw sidoarjo belum punya gereja sendiri sehingga orang-orang yang ingin tahu gkjw sidoarjo itu dimana tho…. begitulah ceritanya

    salam patunggilankangnyawiji
    yudha djayeng
    djayeng@gmail.com
    djayeng@peter.petra.ac.id

  • admin said:

    @yudha djayeng: Terima kasih atas apresiasi dan usulnya nya Mas Yudha. Saya akan mengusahakan adanya pertemuan dan silaturahmi para webmaster GKJW. Moga-moga tidak terlalu lama dapat kita wujudkan

    Nuwun

  • wied said:

    selamat..! dengan adanya web ini, mudah-mudahan lebih banyak lagi bapak/ibu pendeta gkjw dan mbah-mbah pendeta (maaf kalau bisa)mengakses web ini,karena seorang pelayanan di era modern ini sangat diperlukan pengetahuan dan perkembangan teknologi dan harapan saya web ini tetap bertahan dan beritanya terus update itu yang penting dan sukses buat bpk./ibu admin, maju terus..! jangan sampai ketinggalan kereta dengan gereja lain
    o..ya aku juga mau tanya ke bpk/ibu admin kalau ingin kirim berita atau kegiatan gereja dengan format video/mpeg. GBU

  • Cak Mad said:

    Salam kangge Admin

    Salut buat hadirnya gkjw.web.id sebuah langkah baru yang mungkin lebih enak di baca dan di nikmati bagi siapa pun yang mau berbenah diri….

    Sodara – sodara ku yang terkasih ….. mbok yao eling sesanti kita “Patunggilan kang nyawiji” … Yang mau maju mbok jangan terlalu keras negurnya… Yang ada punya wewenang memutuskan mbok yao mau belajar thuithik ae memahami karepe warga.

    Ayo bareng – bareng mbenahi GKJW kita … Mari kita kembali kepada semangat kita semula untuk membangun Tubuh Kristus dengan bertanggung jawab kepada Sang Kepala.

    Mboh official mboh unofficial sing penting karepe padha, mbangun GKJW kanggo ngawontenaken Damai Sejahtera di bumi ini. OK?!

    Thanks for your dedication, Admin

  • PUK GKJW Mojokerto said:

    kalo pumuda usia kerja GKJW Mojokerto baru aja punya blog, soalnya persekutuan ini baru aja berdiri 4 bulan yang lalu, n kita usahakan update terus deh.
    bila berkenan kunjungi http://www.usiakerja.wordpress.com atau http://www.usiakerja.multiply.com

  • Dwiatmo Agoestinus said:

    kayaknya pendete harus di-training buat ngeblog, ben gak ketinggalan berita

  • gundhez said:

    oooo……….ternyata weblog ini bukan MA yang buwat??. Saya kira ini web resminya GKJW… Selamat melayani… semoga kita bisa maju bersama melalui dunia maya.

  • admin said:

    @gundhez: Memang weblog ini bukan MA yang membuat. Akan tetapi weblog ini sudah dipresentasikan di hadapan PHMA dan disambut positif oleh PHMA. Sama seperti anda, kami juga berharap melalui weblog ini pelayanan GKJW melalui dunia maya dapat lebih ditingkatkan.

  • antonius baskoro said:

    gkjw khan sudah punya direktori terbitan tahun 2001. alangkah baiknya, kalau direktori tersebut diperbaharui, kemudian dimasukkan dalam website ini, apakah bisa diterima? Ganti.

  • Josoed said:

    untuk mas/pak Antonius baskoro, memang hal itu pernah kami diskusikan dalam penggasan web ini..namun setelah mendengar berbagai masukan dari teman-teman pendeta, kelihatannya hal itu belum memungkinkan untuk dilakukan, alasan sementaranya: web ini belum menjadi web resmi MA GKJW, sehingga jika data dari direktori itu digunakan pihak-pihak yang tidak bertanggungjwab (misal mafia teror gereja) maka kami (admin) yang harus bertanggungjawab baik kepada Tuhan, MA GKJW maupun jemaat (yang diteror itu)…terimakasih.

  • negari said:

    Dear all
    Wah senang juga akhirnya ketemu di jalur maya dengan warga GKJW
    Sebuah Persekutuan di jaman IT sekarang harus di kembangkan dengan banyak “jalan”. Anggap saja web ini pengganti majalah duta yang di “almarhumkan”

    salam
    Negari

    gkjw sidoarjo

  • pya said:

    semoga dpt jadi dasar untuk menjalin persaudaraan

  • Aurita said:

    halo!

    Saya cari alamat Gereja GKJW. Bisa saya temukan di mana, ya? Ada yang bisa bantu?

    Syalom, aurita

  • adwiha said:

    Syalom,

    1. Salut buat penggagas/pembuat web ini
    2. Saya doakan web ini terjaga kelangsungan hidupnya
    3. Saya berharap para ‘pimpinan’ di Pusat GKJW segera memutuskan utk memiliki web semacam ini
    4. Bagi yg sdh berkunjung ke sini saya menghimbau utk memberitahu saudara,teman,adik,kakak, ortu, pendeta,diaken, penatua, dsb dan turut partisipasi demi KEMAJUAN GKJW
    5. Saya berharap media ini menjadi sarana utk kemajuan dan pengembangan eksistensi GKJW
    6. Sementara segini dulu, terima kasih buat Admin.

  • Yudha Prasetyawan said:

    I do appreciate for this really hard work….ruar biasa

    Doa itu akhirnya terjawab juga, ada generasi yang melanjutkan pekerjaan yang begini-begini…

    Saya sangat senang dengan loncatan komunikasi ini, apalagi juga ditambah dengan ramainya akun-akun facebook dari teman-teman

    -yudha prasetyawan-

    inisiator milis gkjw yang sudah pensiun
    mantan pengurus dppm

    keterangan setelah identitas ini boleh dicek kok :)

  • Budi Waluyo said:

    Puji syukur untuk Tuhan Yesus Kristus yang menaruh kerinduan kepada penggagas,pengelola untuk melayani-Nya melalui dunia maya.Aku sudah baca semua komentar yang masuk dan mayoritas pesimis.Ada juga yang marah-marah dan jengkel dengan MA.Tapi aku dapat kesimpulan bahwa mereka berkomentar seperti itu karena mereka peduli dan mengasihi Tuhan serta Jemaat GKJW.Awalnya aku juga berpikir ini web resminya GKJW, buat aku tidak jadi soal.Maju terus….aku bangga pada admin.

    Budi Waluyo
    Tapal Batas RI – Papua New Guenia.

  • hartoyo said:

    Sekarang memang era informasi ( dunia maya ) internet, kalau tidak yang mngkin akan tersingkir atau ketinggalan jaman. Saya merekomendasikan Jemaat Jemat GKJW supaya bikin Web. Gak harus bayar loow ( gratis ) coba pakai domain co.cc dan server 000webhost.com. memang gratis tapi jika jadi member kita dapat 1.500 MB. GKJW Bondowoso sudah coba ( http://www.gkjwbondowoso.co.cc ). Atau MA menjadi induksemangnya jemat-jemaat dalam pembuatan web site; melalui websitenya MA jemaat- jemaat GKJW sebagai membernya. MA menyediakan akses khusus untuk jemaat-jemaat sehingga MA akan mudah mengontrol,tetapi akan sedikit mengurangi kebebasan / keleluasaan jemaat kerena MA langsung atau tidak lagsung akan campur tangan. Maaf atas komentar yang tidak berguna ini. Gusti tansah berkahi.

  • krismanuel said:

    Dengan adanya Web ini, komunikasi dan informasi akan mudah di dapat. Sehingga secara pribadi saya berharap akan mendapat banyak informasi melalui web ini, antara lain : tata pranata gkjw, yang dimaksud dengan majelis, diaken dan penatua, simbol-simbol yang di gunakan -antara lain stola- jadwal kegiatan gkjw dan lain-lain, dan lain-lain. Terima kasih, selamat melayani. GKJW SEMAKIN OYE

  • ardy said:

    shalom… salam kenal buat semua,, saya pembaca baru di gkjw.web.id
    terimakasih.. GBU all..

  • analuam inor said:

    ya dari dulu sampai sekarang jawaban kok sama, kami tinjau dan pergumulkan dan akan ditata. kapan majunya. banyaknya blog jemaat bisa jadi karena terlalu lambat MA merespon perkembangan teknologi. disisi lain ini menunjukan warga GKJW ang penuh dengan potensi yang seharusnya dapat ditampung dan diberdayakan dengan baik.

  • krismanuel said:

    bener tuh kata “analuam inor”, lagi isinya juga g ada perkembangan g ada berita2 terbaru dari MA, dan macam2 masih tetep tulisan2 tahun dal.

  • admin said:

    Mas Krismanuel dan Analuam inoR (Roni Maulana) serta teman-teman pembaca situs ini. Terima kasih banyak atas perhatian terhadap situs ini. Pada awal pembuatan situs ini kami berharap bahwa situs kami ini akan diisi tulisan-tulisan warga GKJW, pendeta dan simpatisan, oleh karenanya kami menamai situs kami ini situs komunitas GKJW. Namun ternyata kenyataannya masih jauh dari harapan kami. Kebiasaan mengkonsumsi tulisan lebih besar daripada kebiasaan menuangkan pemikiran dan ide-ide dalam sebuah tulisan sehingga yang terjadi situs ini menjadi “miskin” up-date.

    Namun kami senang bahwa GKJW sudah memutuskan akan membuat situs resminya tahun 2010 ini. Apa yang kami alami dalam mengelola situs ini akan menjadi salah satu masukan kami kepada GKJW untuk mengelola situs resminya nanti dengan lebih baik. Demikian juga komentar-komentar saudara semua akan menjadi masukan berharga. Terima kasih.

  • yudha djayeng said:

    mas admin kapan poro master webblog di kumpulkan unt memikirkan web gkjw secara utuh (yaa merger lha)

  • mas teri said:

    salam,

    Byuh…byuh, bikin blog seperti bikin mie instan? mbok aku diwuruk sedulur bikin mie instan eh salah…bikin blog. Btw, saya setuju kalo GKJW punya site sediri, kapan kita maju? soal lain-lain kita selenggarakan dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, gitu loh semangat ’45 thithik po’o…:-)

    Gusti tansah amberkahi.

  • htysite said:

    Ya saya sependapat bahwa tiap tiap jemaat hendaknya sudah punya yang namanya website atau setidaknya blog. Coba deh lihat hampir 85 % jemaat-jemaat GKJW sudah punya akun di Facebook. Walupun masih non formal yang sebagian besar dikelola oleh personel KPPM.
    Atau kalau tiap jemaat untuk punya situs sendiri masih sulit maka jika tiap Majelis Daerah punya situs sendiri maka arus informasi dari MD ke Jemaat yang selama ini melalui media Pos akan lebih mudah. Surat menyurat bisa di muat situs MD tersebut. “Masak seh wong sak MD Ora ono seng iso gawe Blog” ? Dan kalau alasannya biaya mahal ? siapa bilang situs yang berbayar harganya setahun Rp 35.000,- s/d Rp. 120.000,- setahun untuk beli domain. Domain yang termurah dengan akhiran . web.id seharga Rp 35.000,Atau pakai yang domain gratisan seperti co.cc – co.tv – .tk – cz.cc yang 100% gratis. Hosting gratisan juga banyak ( kapasitas ada yang sampai 5,5 G ). Jadi gak ada alasan untuk tidak punya situs mengingat sekarang ini era informasi tehnologi.
    Kalau sudah punya ya di Update, jangan di biarkan “Eman” pengunjung akan kecewa dan tidak akan mengunjunginya lagi.
    Mari kita galakkan Program Situs tiap MD. Horas………

  • ijup said:

    sugeng natal n warsa enggal 2011 kagem sadaya warga gkjw ing pundia panggenan, mirunggan kagem mas/mbak/pak/bu admin (sakjane piye/apa ta, sing dikarepne tembung admin kuwi?). ingkang dados gambaran (leresipun/kawaosa: pangajeng-ajeng) kula, blog punika minangka papan/sarana kangge martosaken (nerusaken – ?) pratelan punapa kemawon, gegayutan kaliyan gkjw tuwin pangajeng-ajeng ing tembenipun. nanging, ingkang kula panggihaken, meh sedaya seratan/komentar ing ngajeng kok namung ngrembag utawi sadermi nyela dhawuh bab sawatawis rancangan?! punapa pancen makaten punika tujuwan utawi pikajeng madegipun blog? menawi leres, gambaran lan pangajeng-ajeng kula wau babar blas boten nyambung, alias gaptek puwol. urun pamrayogi: miturut kula, para pangarsaning pasamuwan sesarengan kaliyan sawatawis sadherek ingkang temen-temen wasis ing babagan makaten punika sami kaundanga, mbangun pajagongan, silih asung pamanggih lan pamrayogi, murih rancangan punika sageda enggal kaleksanan kados ingkang dados pangajeng-ajeng sakawit. eman suwanget, sampun kalih taun langkung taksih tetep dados rancangan!

    nb: bok bilih boten sekedhik ing antawisipun pangarsaning pasamuwan, ingkang dereng mudheng (kados dene – khususipun kula piyambak) gegayutan kaliyan maksud sarta tujuwaning rancangan punika; pramila, prayogi menawi ugi dipun wontenaken “pengenalan/pembinaan” bab salah satunggaling kamajengan IT punika, wonten ing pepanggihan wau.

    nuwun, mugi gusti tansah ngreksa

    //ijup

  • Nikem said:

    Sebagai warga gkjw saya bersyukur ada situs ini, paling tidak saya bisa sedikit tahu apa yang sedang terjadi dengan gkjw, entah organisasinya, entah aktifitas warganya, entah pergumulanya, tetapi menurut saya yang terpenting adalah EKSIStensinya sebagai sebuah organisasi.

    Oh ya kalau memang ini benar-benar merupakan situs resmi GKJW, saya sebagai warga melalui web ini memohon dengan sangat kepada MA GKJW untuk berkenan menggerakkan web ini agar lebih AKTIF sehingga web ini bisa dijadikan forum warga GKJW untuk paling tidak mengetahui aktifitas organisasinya.

    Saya sebagai warga ibarat penumpang yang duduk di pojok-pojok kendaraan juga ingin melihat sopir dan kenek, Paling tidak web ini bisa dimanfaatkan sebagai jendela untuk melihat sopir dan kenek itu.
    Semakin besar jendela semakin jelas pula aktifitas sopir dan kenek serta jalan yang dilalui kendaraan besar ini.

  • DEA said:

    JADILAH YANG TRBAIK

  • edi sutopo said:

    Konon katanya 11 April 2011 PHMA memutusan untuk membuat website resmi GKJW, bagi yang tau alamat website resmi GKJW mohon berkenan menulisnya disini. 11 April s/d skrg sdh 6 bulan tho?

  • budi said:

    memang seharusnya sinode memberikan visi dan misi. konten apa yang wajib di muat. selebihnya muatan lokal. muatan lokal masing2lah, campursari.
    tp untuk muatan wajib, saya bisa usul: kesaksian, warga yg perlu di doakan (sakit, ekonomi,), peluang bisnis, peluang kerja. renungan, Pemahaman Alkitab.

    untuk jemaat yg belum punya blog, sudilah dibantu. saling membantu tidak menambah miskin bukan??

  • Singgih Prasetyo said:

    Iya ya, mana nih telinga PHMA..
    masa uang terus mengalir ke Majelis Agung terus bikin website aja ora godhag.. terus kemana larinya uang-uang itu..

    Ingat membina hubungan dengan jemaat itu penting loh, salah satunya melalui website..

    Kalau begini terus bisa-bisa jemaat GKJW tinggal yang tua-tua, yang muda lari ke gereja-gereja lain.. kalau sudah begini nasib GKJW tinggal menunggu waktu

    Yang peduli nasib GKJW silahkan beri masukan
    Yang ga peduli ya sudah..

  • Tyasreno said:

    Mau tanya n cari form litbang

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.