wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Tidak Ragu Lagi

3 April 2013 1 views No Comment Oleh

Bacaan : Lukas 24 : 13 – 35          
Pujian :
KJ 376
Nats: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaanNya?” (ayat 25-26)

Apabila kita kehilangan orang yang kita cintai, tentu akan sedih, selalu merindukan, ingin bertemu, merasakan kehilangan dan semuanya terasa berakhir. Demikian juga murid-murid Tuhan Yesus mengalami hal yang sama. Mereka tidak mengerti makna dari penderitaan dan kematian Yesus, dan belum percaya akan kebangkitanNya.Sebab, mereka belum melihat langsung kebangkitanNya dengan mata kepala sendiri, walaupun para perempuan sudah menyampaikan bahwa malaikat mengatakan “Ia telah bangkit”. Kebangkitan tidak berarti Ia begitu saja kembali ke dunia.Hubungan yang baru dilakukan secara rohani dengan perantaraan Roh Kudus. Namun demikian Tuhan Yesus juga menampakkan diri kepada murid-muridNya seperti kepada 2 orang murid dalam perjalanan ke Emaus.

Dua orang murid sedang berjalan menuju Emaus (11,2 km dari Yerusalem) berbincang-bincang tentang peristiwa besar yang terjadi yaitu kematian, pemakaman dan kebangkitan Yesus tersebut, dengan wajah kerinduan kepada Tuhan Yesus yang penuh wibawa dan kuasa. Mereka terkejut karena ada orang asing yang tidak mengetahui tentang hal tersebut. Kejutan yang menggembirakan telah menanti ketika mereka tiba di Emaus. Ketika dua orang murid dan orang asing itu berisitirahat makan dimana orang asing itu mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecah dan membagikannya kepada mereka. “Terbukalah mata” kedua murid itu sehingga mengenali bahwa orang asing yang bersama tadi adalah Dia, Tuhan Yesus yang diharapkan bertemu. Namun sebelum mereka mampu berkata-kata, Dia lenyap dari tengah mereka. Peristiwa besar ini merupakan penghiburan bagi para pengikut Kristus yang harus menyadari bahwa untuk masuk ke dalam kerajaan Allah harus mengalami banyak penderitaan dan iman secara mutlak kepada Tuhan Yesus Kristus yang sudah nyata kebangkitanNya. Murid Yesus telah membuktikan dan memiliki iman percaya kepada Tuhan Yesus dengan kebangkitanNya, bagaimana dengan kita? Apakah masih meragukan kebangkitanNya? [Sri]

Tuhan hanya butuh dipercaya. KesedihanNya hanyalah jika Ia diragukan. (Xavier Quentien Pranata)

Kirimkan Artikel Ini Kirimkan Artikel Ini

Comments are closed.