wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Tidak Perlu Mahal

1 May 2015 36 views No Comment Oleh

Bacaan: Keluaran 34: 18-35   |   Nyanyian: KJ 25
Nats:
“…..-tidakkah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan Tuhan.” (ay.29b)

Pertemuan dengan seorang sahabat yang sudah lama tidak bertemu, bagi saya merupakan sebuah perjumpaan yang bermakna. Ya…walaupun perjumpaan kami memang hanya berkutat pada obrolan ngalor-ngidul. Namun, di dalamnya kami belajar mengenai nilai saling memberi, karena di saat kami saling memberi, di saat yang sama kami saling menerima. Kami saling memberi cerita hidup kami satu dengan yang lain, pada saat itulah kami menerima hal-hal indah di dalam cerita-cerita itu (walau cerita hidup kami bukan hanya hal yang indah saja). Dan entah bagaimana, secara emosional, baik saya maupun sahabat saya selalu merasa lebih baik setelah saya bertemu dengan sahabat saya. Begitu hebat dan dahsyatnya kuasa seorang sahabat ya….

Apabila seorang sahabat manusia saja bisa baik begitu, bagaimana jadinya kalau kita memiliki Tuhan sebagai teman bicara?

Pembicaraan yang dilakukan antara Musa dan Tuhan di gunung Sinai juga merupakan pembicaraan yang saling memberi, dan tentu…pada saat yang sama saling menerima. Musa memberikan hidupnya bagi Tuhan untuk mendampingi bangsa Israel, maka pada saat yang sama Musa menerima berkat berupa wajahnya yang bersinar setelah bertemu Tuhan.

Perjumpaan dengan Tuhan adalah sesuatu yang senantiasa kita inginkan dan rindukan. Berkurangnya keintiman kita dengan Tuhan membuat kita kehilangan sinar kehidupan, sehingga wajah kehidupan kita menjadi redup. Tidak perlu kita melakukan perawatan wajah dan tubuh dengan harga yang super mahal untuk membuat wajah kita bersinar, bercahaya dan sebagainya. Cukup sering-seringlah bertemu Tuhan. Kita memberi waktu, perhatian dan hidup kita pada Tuhan, maka Tuhan memberikan sinar kasihNya pada kita, maka wajah kita akan selalu bersinar karena damai dan sukacitaNya. Enaknya memiliki sahabat seperti Tuhan… [ardien]

“Iman melihat yang tidak kelihatan, mempercayai yang tidak dapat dipercaya dan menerima yang tidak mungkin” (Corrie Ten Boom)

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.