wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Tidak Masuk Akal?

23 March 2014 54 views No Comment Oleh

Bacaan  : Yohanes 4 : 5 – 26
Pujian : KJ 56
Nats : “…. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran.” [ayat 24]

Mari sejenak memperhatikan cuplikan percakapan Tuhan Yesus dengan seorang perempuan Samaria:

  1. Sapaan Tuhan Yesus pertama kalinya kepada perempuan itu: “BerilahAku minum” (ayat. 7), dijawab oleh perempuan Samaria dengan menggunakan akalnya (analogi berpikir): “Masakan Engkau seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” (sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria, ayat. 9). Percakapan sederhana Tuhan Yesus dijawab dengan pikiran yang rumit oleh perempuan Samaria Itu.
  2. Tuhan Yesus berkata kepada perempuan Samaria itu supaya ia memberi-Nya minum, maka Ia akan memberikan kepadanya air hidup (ayat. 10). Lagi-lagi perempuan itu menjawab dengan menggunakan akalnya: “Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?” (ayat. 11). Ketika Tuhan Yesus memakai kalimat inspiratif dalam pembicaraan itu, justru perempuan Samaria menimpali dengan cara berpikir yang sangat dangkal dan mengandalkan akalnya saja.

Sebagian percakapan itu adalah gambaran sederhana dari kehidupan manusia. Kadang kala manusia tidak berhenti berpikir dengan akalnya. Bahkan saat berbicara mengenai relasi bersama dengan Allah, manusia pun mengedepankan akalnya. Hari ini kita diingatkan kembali untuk menggunakan rem yang tepat ketika kita sedang memakai akal saat berelasi dengan Tuhan. Allah itu adalah Roh, maka ketika kita menyembah-Nya, kita pun harus menggunakan roh dan kebenaran, bukan memaksakan akal kita. Jika kita hanya memakai akal saat menyembah Tuhan dan memahami firmanNya, kita akan merasa bahwa banyak hal yang tidak masuk akal untuk memahami kehendakNya dalam kehidupan kita. Inilah yang akan menjadi celah yang merenggangkan relasi kita dengan Tuhan. Menyembah Allah dengan roh dan kebenaran, sama artinya menanggalkan ego dan akal kita; seharusnya kita menyembahNya dengan jiwa dan batin kita; sepenuh hati. [dee]

“Kalau kebenaran menghalangi anda, berarti anda sedang berada di jalan yang salah.” [Josh Billings]

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.