wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Tetap Bertenaga

31 August 2012 319 views No Comment Oleh

Bacaan : Matius 25:1-13.
Pujian: KJ  274

Pada suatu waktu, kita tentu pernah merasa lelah dan tidak berdaya, sehingga tidak bisa menyelesaikan pekerjaan atau tanggung jawab dengan maksimal. Jika demikian situasinya, kita perlu memikirkan sesuatu yang membuat kita bisa tetap berdaya dan bersemangat sampai dengan akhir hingga tidak ada sesama yang kita rugikan. Suatu kesadaran yang perlu muncul adalah upaya persiapan sejak dini dan bersikap antisipatif terhadap kemungkinan akan terjadi. Kemampuan antisipatif itu berkaitan dengan pengenalan tentang apa yang kita lakukan.

Sebagaimana makna dari kedatangan Sang Mempelai yang tidak terduga waktunya, siapapun yang menunggunya harus siap dengan persediaan minyak yang cukup untuk mengantisipasi situasi yang tak terduga. Bagaimana caranya? Perlu upaya mencermati dengan dugaan, perkiraan atau prediksi secara tepat agar yang menjadi harapan bertemu dengan Sang Mempelai dapat tercapai. Teks ini dapat juga bermakna adanya persiapan yang holistik, baik secara fisik maupun juga mental. Dengan kecukupan kebutuhan minyak serta kemampuan berjaga dari godaan rasa kantuk serta antisipatif terdapat makna melatih diri memahami situasi dan kebutuhan yang ada di sekeliling. Ketersediaan energi secara fisik dan non fisik atau bendawi berupa semangat dan tekad yang didukung dengan mengenali siapa yang akan datang membuat kita semakin antisipatif. Pokok tentang kedatangan berarti menunggu dan berjaga-jaga.

Dalam kehidupan iman, perlu disadari tentang keterbatasan manusia yang kemudian dikuatkan oleh Allah sendiri. Hikmat dari Allah, sekecil apapun adalah lebih besar dari kekuatan manusia. Artinya perlu ada pemahaman tentang hikmat Allah yang luar biasa sehingga mampu melakukan hal yang besar dan mampu bertahan hingga akhir. Untuk menggapai masa depan yang baik, maka persiapan yang bersifat membangun dan antisipatif perlu dilakukan sejak anak-anak. Kita  perlu mengajari anak / cucu kita untuk memperhitungkan bahaya dan kesulitan, selain hasil dan kemudahan, yang bisa terjadi ketika hendak melakukan sesuatu. [WK]

Semangat antisipasi bersama-sama dan saling menolong adalah langkah efektif untuk kesejahteraan.

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.