Home » Puspa Ragam

Tetap Bersemangat dan Belajar untuk Meningkatkan Pelayanan

Wardhani Tjiptowardono 4 February 2009 Puspa Ragam 1,346 views 9 Commentse-mail artikel ini e-mail artikel ini

Tidak terasa Soni Saksono Putro sudah 13 tahun menjadi pendeta GKJW. Ia ditahbiskan 9 Juli 1995 oleh Majelis Agung GKJW dalam sidangnya di Jemaat Pare, Kediri Utara, dalam usia 30 tahun.

Jemaat Karangpilang di wilayah Majelis Daerah Surabaya II yang pertama dilayani pendeta pintar menyanyi lagu-lagu pop, termasuk Mandarin, ini. Tahun 2002 dia dipindahkan ke Jemaat Ngoro, Kabupaten Jombang, wilayah Surabaya Barat sampai sekarang.

Jemaat Karangpilang kemudian dilayani Pdt. Soetrisno, S.Th. dan di Ngoro ia menggantikan Pdt. Tyas Lumadi Silas, Sm. Th. Yang dimutasi ke Tulungagung. Ternyata di awal 2009 ini Soetrisno yang memasuki masa emeritus digantikan oleh Tyaslumadi Silas. Sony masih tetap di Ngoro.

Lulusan SMA di Pare tahun 1984 ini berkesempatan menjadi pendeta ketika tahun 1992 Majelis Agung GKJW memanggil para warganya mengikuti crash program pendidikan calon pendeta di Fakultas Teologi, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Yogyakarta. Ia berhenti berkarya di sebuah usaha penggergajian kayu di Surabaya.

Ketika itu GKJW sedang sangat kekurangan pendeta. Jumlah jemaat tidak seimbang dengan jumlah pendeta. Pendeta yang memasuki masa emeritus (pensiun) juga lebih banyak daripada pendeta baru.

Pendidikan pendeta GKJW melalui UKDW dan sekolah tinggi teologi strata satu (S-1) yang diakui GKJW, memakan waktu paling cepat lima tahun. Di kampus minimal empat tahun ditambah masa vikar (calon pendeta) di jemaat minimal setahun.

Crash program yang nirgelarpun digelar. Pesertanya 23 orang, semua lelaki. Ada yang masih bujangan, ada yang pengantin baru, ada pula yang sudah beranak. Soni sendiri sudah beristri, Indyah Sulih Setyaningsih kelahiran 1973.

Ternyata program cepat ini belum bisa menutup kekurangan tenaga pendeta GKJW sehingga perlu diadakan crash program lagi, diikuti 22 warga GKJW semua lelaki sarjana S-1 segala bidang.

Program cepat jilid II ini dua tahun dilaksanakan oleh Institut Pendidikan Theologia IPTh. Balewiyata di Malang milik GKJW dengan mengundang beberapa dosen UKDW. Lulusannya ditahbiskan sebagai pendeta dalam Sidang MA di Jemaat Wonorejo, Besuki Timur, 7 Juli 2002 dan dua orang dalam Sidang MA di Bongsorejo, Surabaya Barat.

Terus Belajar
Tidak ada hal yang tidak bisa diselesaikan. Terus belajar dan tetap bersemangat. Itulah obsesi pelayanan Soni Saksono. Di mana pun berada, di jemaat perkotaan atau di pedesaan, dia tetap bersemangat seraya menambah ilmu dengan mengikuti kuliah. Bukan ijazah dan deretan gelar yang penting tetapi tambahan bekal untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga.

Di tengah kesibukan bertugas di Jemaat Karangpilang yang termasuk jemaat baru di lingkungan markas marinir dan kawasan yang sedang berkembang di bagian selatan Kota Surabaya, Soni sempat berkuliah di Fakultas Psikologi, Universitas Putra Bangsa (UPB) Surabaya. Dia lulus tahun 2005 meski harus nduduk dari Ngoro, Jombang, karena di tengah masa kuliahnya ia dimutasi ke sana.

Belum setahun selesai menyerap ilmu jiwa, Soni mengikuti kuliah program pendidikan profesional pascasarjana (S-2) yang diselenggarakan UKDW dengan Majelis Agung GKJW selama dua tahun. Bersama 10 pendeta GKJW lainnya, dia diwisuda sebagai master of ministry (M. Min.) oleh Rektor UKDW, Pdt. Dr. Budyanto, di Yogya, 9 Februari 2008. Ministry artinya pelayanan.

Keberhasilan itu tentu berkat kemauan dan ketekunan Soni serta pengelolaan waktu untuk pelayanan di jemaat juga di MD dan MA (sebagai Ketua Dewan Pembinaan Pemuda dan Mahasiswa 2005-2008) serta untuk keluarga.

“Motivator utama dalam pelayanan di jemaat adalah keluarga saya,” kata Soni. Sang istri dan kedua anak mereka, Samuel Johan Senaputra (lahir 23 November 1996) dan Daniel Timothy Senaputra (lahir 1 Maret 2002) memang selalu mendukung aktivitasnya meski harus sering ditinggalkan secara fisik.

Soni saat diwisuda sebagai master of ministry didampingi istri

Soni saat diwisuda sebagai master of ministry didampingi istri

Tambah Bekal
Lantas untuk apa sederet gelar yang kini bertengger di belakang namanya? “Gelar tidak penting. Yang utama saya memperoleh tambahan bekal untuk meningkatkan pelayanan yang dibutuhkan warga,” komentar Soni.

Menurut Soni dalam zaman yang terus berkembang dan semakin banyak permasalahan yang dihadapi warga, teologi belum cukup bagi pendeta dalam pelayanannya. Dia memilih psikologi agar lebih bisa memahami warga dalam segala usia. Khususnya untuk memahami mengapa seseorang bersikap dan berperilaku yang terkadang sulit diterima oleh orang lain.

Mata kuliah dalam studi master of ministry, sesuai dengan sebutannya untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendeta GKJW di jemaat. Ada 13 mata kuliah yang benar-benar bermanfaat baginya, antara lain etika profesi, agama dan politik, etika bisnis, pembangunan jemaat serta budaya dan aliran sekitar gereja.

Soni benar. Dalam zaman yang terus melaju, pendeta GKJW memang harus membekali diri lebih banyak. Bekal teologi perlu ditambah dengan bekal lain, agar tema pelayanan: Wujudkan Keluarga Allah yang Menjadi Rahmat bagi Semua Orang (Mazmur 128:1-6) tidak hanya menjadi hiasan dinding gereja, sampul buku laporan dan ruang Sidang MD dan MA.

Tema ini menuntun para pemimpin dan warga GKJW dalam pelayanan dengan meningkatkan etika kristiani yang diimani GKJW, meningkatkan kualitas ekonomi warga dan membangun terus kerja sama antar-umat beragama di Bumi Pancasila. Ya, kini dan di sini.

Foto: Dhani

e-mail artikel ini e-mail artikel ini
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

9 Comments »

  1. saya setuju dengan komentar p. Soni, bahwa di jaman yang terus berkembang seperti sekarang ini pendeta (khususnya GKJW)harus membekali diri dengan banyak ilmu pengetahuan seperti p.Soni ini.
    kalau ingin buktinya, minta p.soni untuk melayani gereja anda pasti, oye..!! (promosi, he..he..he)
    kalau semua pendeta gkjw misi dan visinya spt p.Soni, gkjw akan jos gandooosss..!!

  2. Maju terus pak Soni di ladang GKJW ini, gembalakan kami domba - domba Kristus ini supaya menjadi semakin dewasa.

    Terus bawa perubahan, supaya GKJW benar - benar menjadi terang dan garam bagi masyarakat sekitar.

    Jangan pernah undur….!!!
    Upah besar menanti…

    GBU

    sumi-singapore

  3. Selamat Pak… anda memang layak …. kalao ada tolong saya beri contact person nya.. bisa di email ke psikologi_upb@yahoo.com

  4. saya adalah teman dari bapak Pendeta Sony Saksono Putro. Saya tau persis perjalanan Bapak Sony selama pemuda di GKJW Jemaat Gresik, mulai dari Pemuda memang selalu bersemangat kalau diajak untuk melayani warga jemaat terutama yang jauh dari jemaat induk. Kalau sekarang masih bersemangat untuk melayani jemaat, memang itu adalah memang “Panggilan” dari Tuhan untuk selalu melayani umatNya. Selamat untuk Bapak Sony KiraNya Kasih Tuhan Yesus selalu menyertai dan memberkati Anda Sekeluarga. Jangan lupa Jaga Kesehatannya. GBU.

  5. Saya tidak kenal sama sekali dengan pak Pdt Sony, tapi setelah baca tulisan tentang Tetap Bersemangat dan Belajar untuk Meningkatkan Pelayanan, dirasa perlu untuk memberi ucapan kepada bapak. SELAMAT BERJUANG TERUS DALAM PELAYANAN.Bahkan saya tertarik dengan komentar beliau ( “Gelar tidak penting. Yang utama saya memperoleh tambahan bekal untuk meningkatkan pelayanan yang dibutuhkan warga,”).
    Namun disisi lain, saya prihatin karena ada juga yang menjadi kebalikannya pdt Sony. Artinya gelarnya banyak tapi ……
    Sekali lagi … buat Beliau, SUKSES PELAYANANNYA

  6. Tetap bersemangat dan belajar untuk meningkatkan pelayanan . . . suatu komitmen yang patut dibanggakan bagi kita yang masih memiliki rasa dan karsa tersebut , hal inilah yang seharusnya juga dilakukan oleh segenap Majelis Jemaat di GKJW . . . . terlebih lagi bagi Warga Jemaat untuk lebih bersemangat dan lebih belajar meningkatkan pelayanan kepada para Pendeta yang ada di jemaatnya masing-masing . . . ( Jemaat yang baik tentu tidak hanya minta dilayani saja kan ? . . . tul nggak . . . he . . . he . . . he ).

    Tetap semangat dan terus belajar untuk meningkatkan pelayanan . . . akan jadi komitmen kita semua . . . setujukan ? ? ? .

    GBU,
    Atyanta. H

  7. merdeka pak sony, jadilah pelayan yang tidak mengenal lelah melayani domba - domba letih lesu dan berbeban berat, pasti layak mendapat bintang *****

  8. Wah…membaca tulisan Pak Wardhani tentang Bapak Pdt Sony yang satu ini memang T O P B G T

    Special ralat, beliau diwisuda tidak hanya dengan 10 pendeta lainnya, tetapi juga termasuk yang non-pendeta ini juga nich

    Tetap semangat dalam situasi sesempit apapun adalah cerminan iman beliau yang luar biasa….ya pendeta ya ngemce (MC) ya semangat menjadi pembicara adalah keluarbiasaan beliau

    Mogi angsal barokah ingkang kathah Pak….Amin

    salam

    -yudha-
    teman wisudanya saat m.min-

  9. semoga sukses selalu mas sonny is my frend is the best GBU….

Have your say!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>