wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Tersembunyi

9 March 2011 1,673 views No Comment Oleh

Bacaan: Mat. 6: 1-6, 16-18
Pujian
: KJ 302
Nats
: “…diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (ay. 15)

Sekarang ini jamannya era keterbukaan atau transparan. Semuanya harus dapat dijelaskan sejelas-jelasnya. Pendeknya tidak boleh ada lagi yang disembunyikan. Tentu hal ini sangat cocok dengan kemauan bangsa Indonesia dalam rangka pemberantasan korupsi. Namun apakah semua yang tidak tersembunyi itu selalu baik? Jawabannya belum tentu. Karena untuk beberapa hal yang membuat orang cenderung sombong dan takabur, lebih baik hal itu dilakukan dengan tersembunyi sekalipun harus tetap jujur.

Beribadah adalah sesuatu yang bersifat pribadi antara seseorang dengan Tuhannya. Namun seringkali ibadah yang mewujud/nampak, baik yang ritual maupun yang profan, dapat menjadi teladan dan berkat bagi yang lain. Artinya, dengan tingkat kesadaran beribadah yang rendah, dapat dimengerti jika beribadah yang dinampakkan dapat merangsang orang-orang di sekitar kita yang malas beribadah untuk ikut beribadah juga. Namun juga harus tetap diwaspadai dampak peribadahan yang dinampakkan itu.

Pada jaman Yesus, kecenderungan yang terjadi dari penampakan peribadatan yang berlebihan, dapat menyebabkan kesombongan rohani dan peribadahan semu. Yesus mengajarkan pada murid-Nya agar tidak melakukan seperti itu. Baik dalam hal bersedekah, berdoa, maupun berpuasa, lebih baik dilakukan dengan tersembunyi atau tidak perlu orang lain tahu, hanya Bapa yang di tempat tersembunyi saja yang cukup tahu apa yang dilakukan murid Yesus terkait peribadahan itu. Selain menyerang perilaku agamawan pada waktu itu, ajaran Yesus ini juga berdampak pada respon murid Yesus terhadap keadilan Tuhan. Dengan melakukan apa yang diajarkan Yesus tersebut, para murid semakin yakin bahwa Tuhan, sekalipun di tempat tersembunyi, tidak pernah tertidur. Ia akan membalas perbuatan para murid-Nya itu sesuai dengan keadilan-Nya.

Tersembunyi ujung jalan hampir atau masih jauh… Ini adalah cuplikan syair lagu pujian. Selain pengakuan penulis syair akan keterbatasannya sebagai manusia, para pelantun lagu ini juga diajak untuk memahami sebagian sifat Allah. Allah yang tersembunyi menyenangi perbuatan-perbuatan peribadatan manusia kepada-Nya, bukan untuk kesombongan maupun pamer, melainkan dengan rendah hati dan ketulusan merupakan wujud mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap akal budi. [JS]

Pahamkanlah aku pada hal yang tersembunyi sebagai milikMu, ya Tuhan

Kirimkan Artikel Ini Kirimkan Artikel Ini

Kata Kunci Artikel Ini:

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.