Categories:

Tentang GKJW

Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) adalah gereja teritorial yang dilahirkan, ditumbuhkan dan dipelihara oleh Tuhan Allah, Tuhan Yesus dan Roh Kudusnya di Jawa Timur.

GKJW dimulai dengan adanya sejumlah orang yang mengaku percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan Juruselamat dan adanya Baptisan Kudus pertama tanggal 12 Desember 1843 di Surabaya. Sejak waktu itu jumlah mereka terus bertambah dan terbentuklah persekutuan-persekutuan orang percaya yang kemudian menyatukan diri dalam satu persekutuan gerejawi pada tanggal 11 Desember 1931 dengan nama “Pasamuwan-pasamuwan Kristen ing Tanah Djawi Wetan”. Pengakuan resmi pemerintah dinyatakan dalam Besluit Gubernur Djenderal Hindia Belanda yang menyebut persekutuan gereja ini dengan nama “Oost-Javaansche Kerk”. Nama ini kemudian diubah menjadi “Greja Kristen Jawi Wetan” dengan S.K. Dirjen Bimas (Kristen) Protestan Departeman Agama Republik Indonesia pada tahun 1979.

Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW), adalah bagian dari Gereja yang Esa. Meski hanya berada di wilayah Jawa Timur, hal itu tidak berarti GKJW hanya memperhatikan lingkup provinsi ini saja karena panggilan Tuhan tidak mengenal batas-batas wilayah maupun waktu. GKJW meyakini bahwa banyak hal yang bisa dilakukan warga GKJW di lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara bahkan di dunia.

Warga GKJW berdomisili di wilayah perkotaan dan pedesaan Jawa Timur mulai Ngawi di ujung barat sampai Banyuwangi di ujung timur. Saat ini jumlah warga GKJW diperkirakan berjumlah kurang lebih 150.000 jiwa yang terhimpun dalam 152 jemaat dalam semangat “Patunggilan kan Nyawiji” . Lebih dari 160 pendeta GKJW tersebar dalam pelayanan di jemaat, Kantor Majelis Agung, rumah sakit, perguruan tinggi dan lembaga mitra baik dalam maupun luar negeri.