Tahbisan Tiga Pendeta Baru
Minggu 28 Juni 2009, GKJW kembali menthabiskan pendeta baru ditengah-tengah Sidang MA Ke- 101/2009 di MD Surabaya Timur II. Ketiga pendeta baru itu ialah: Pdt. Teguh Hadi Saputro, S.Si, Pdt. Lantikaningrum Purbasari, S.Si dan Pdt Kristanto, S.Si. Mereka ditahbiskan pada kebaktian Pkl. 08.00 WIB di GKJW Jemaat Wiyung.
Ibadah pentahbisan dipimpin tiga orang pendeta antara lain: Pdt. Dwi Puji Martiningtyas, S.Th (sebagai liturgos), Pdt. Prasetyohadi Mestoko, S.Th (selaku pelayan Firman), dan juga Pdt. Iman Santoso Puro, S.Th selaku pentahbis pendeta baru.
Dalam khotbah yang mengambil bacaan dari Matius 13:18-23, Pdt Prasetyohadi menegaskan bahwa Tuhan sudah menaburkan benih-benih anugerah untuk disajikan. Namun demikian, ketika kita hendak menyajikan benih-benih anugerah tersebut, ada banyak tantangan kehidupan yang harus kita hadapi, baik dari segi social, ekonomi, budaya dsb. Namun, dari itu semua, tantangan terbesar sebenarnya ada dari dalam diri kita masing-masing. Godaan untuk merasa hebat, merasa bangga, puas diri bisa mematikan kreatifitas.
Pdt. Prasetyohadi mencontohkan kehidupan Fransiscus dari Asisi yang mengungkapkan bahwa kreatifitas sangat bergantung dari ketekunan, kesetiaan, dan bagaimana kita mengolahnya. Tanah tanduspun jika kita olah dengan baik akan menghasilkan buah yang baik.
Lebih jauh Pdt.Prasetyohadi menegaskan bahwa munculnya keberadaan pendeta baru menurutnya bukan semata-mata hanya untuk memenuhi kebutuhan tenaga di GKJW, tetapi persoalan pengabdian. Kehidupan pendeta, sangatlah jauh dari kemapanan, karena itu mengambil keputusan menjadi seorang pendeta adalah keputusan yang berani, sebab kehidupan berjemaat tentunya bukan hanya menyangkut persoalan sorgawi saja, tetapi juga menyangkut pergumulan hidup sehari-hari.
Di akhir khotbahnya, Pdt Prasetyohadi menekankan apa yang seharusnya kita bangun untuk mengembangkan benih-benih anugerah Tuhan di tengah-tengah kehidupan pelayanan kita.
Ketiga Vikar yang ditahbiskan sudah diputuskan penempatannya sekaligus. Pdt. Teguh Hadi Saputro, S.Si di GKJW Jemaat Dupak (MD Madiun), Pdt. Lantikaningrum Purbasari, S.Si di GKJW Jemaat Tulungrejo (MD Malang III), dan Pdt. Kristanto, S.Si di GKJW Jemaat Gunung Tumo (MD Malang II).
Sebelum ditahbiskan menjadi Pendeta GKJW, ketiga dari mereka menjalani Vikar terlebih dahulu (minimal 1 th seperti tertuang dalam Peraturan Vikar GKJW). Pdt. Teguh Hadi Saputro, S.Si pernah menjalani masa Vikar di GKJW Mojokerto, GKJW Purwoharjo, dan terakhir hingga ditahbiskan bertempat di GKJW Jember. Lain lagi dengan Pdt. Lantikaningrum Purbasari, S.Si pernah menjalani masa vicar di GKJW Tempurejo, dan terakhir hingga ditahbiskan bertemapat di GKJW Surabaya, sedangkan Pdt. Kristanto, S.Si pernah menjalani masa vicar di GKJW Pare dan terakhir hingga ditahbiskan bertempat di GKJW Jemaat Rungkut.
Di sela-sela Tata Ibadah Pentahbisan Pendeta kali ini, juga diisi dengan kesaksian oleh Pangdam Jayakarta, Brigjen Darpito Pudyastungkoro.
e-mail artikel ini


(4.5 out of 5)
(4 out of 5)
selamat bertugas untuk ketiga pendeta baru GKJW. semoga sukses dengan jemaat masing-masing..
GBUA
17 July 2009 at 11:03 am