Saya mengamati sekarang, perfilman di Indonesia banyak sekali mengangkat cerita-cerita hantu atau setan sebagai bahan asyik untuk dikonsumsi publik dan mendatangkan banyak keuntungan. Hantu-hantu seperti pocong, kuntilanak, dan berbagai bentuk setan ternyata sudah menjadi tokoh utama yang naik daun. Bahkan anak-anak sekolah minggu pun dengan cepat sekali menghafal nama-nama setan daripada nabi-nabi atau tokoh-tokoh Alkitab. Jika dilihat sepintas gejala ini menggelitik nurani, apalagi seakan anak-anak bahkan tidak lagi takut dengan setan dan berbagai bentuknya yang menyeramkan.
Pada masa Yesus, setan dengan kekuatannya dan peristiwa possess (kerasukan) adalah hal yang sering dijumpai karena iblis ingin menyatakan kekuasaannya dan Yesus menyatakan tujuan utama-Nya dalam pelayanan yang Dia lakukan yakni membinasakan pekerjaan iblis (I Yoh 3:8), karena Kerajaan Allah tidak akan terwujud tanpa konfrontasi dengan kerajaan Iblis (Mat 12:28).
Saat ini setan dan kuasanya tidak lagi datang hanya dalam rupa yang menyeramkan, tetapi dia bisa ada dalam rupa dan bentuk sangat elok, manis, mempesona sehingga memukau dan menipu kita anak-anak Allah ini. Yesus memberikan contoh bagi kita untuk tidak berkompromi dengan setan (ayat 35). Seringkali kita jatuh dalan jerat kuasa iblis tanpa kita sadari karena kita tertipu oleh segala tipu dayanya yang manis. Kita membutuhkan kekuatan dari Allah untuk bisa melihat dan mengadakan perlawanan terhadap kuasa setan yang sekarang semakin canggih merasuki dunia manusia.
Berikan kekuatan-Mu ya TUHAN agar kami menjadi anak-anak-Mu yang sanggup berperang dan melawan kuasa setan, dan menang.




(5 out of 5)



(5 out of 5)



(5 out of 5)



(5 out of 5)



(5 out of 5)



(5 out of 5)



(4.5 out of 5)



(4.5 out of 5)



(4 out of 5)



(4 out of 5)