Mei 2009
Bacaan I - Mei 2009
ANAK DAN PENDIDIKAN FORMAL
Bacaan : Mazmur 127:3-5
Metode : PA
Tujuan : Agar orang tua tidak memaksakan kehendak kepada anak-anaknya untuk mengambil keputusan terhadap cita-cita di masa depannya.
Tata laksana : Menyanyi; berdoa; membaca dan mendengarkan suatu kasus; mendiskusikan kasus tsb dalam kelompok; penjelasan dari nas alkitab; menyanyi dan doa penutup.
Kasus Keluarga Pak Budi
Pak Budi dan Bu Budi sudah menikah 22 tahun dan dikarunia dua orang anak perempuan dan laki-laki yang cakep-cakep dan pandai-pandai. Sejak SMP, SMA anak-anak ini waktunya demikian tersita oleh kegiatan-kegiatan di sekolahnya, bahkan di hari Minggu sekalipun. Selalu ada saja kegiatan-kegiatan sore, belum les-les yang harus selalu dikuti oleh kedua anaknya. Pak Budi dan Bu Budi terus mendorong anak-anaknya mengikuti les-les itu karena ingin anak-anak mereka mendapatkan nilai yang baik dalam sekolahnya maupun ujian akhir nanti. Akibatnya waktu bersama di rumah, komunikasi, bahkan pendidikan, pembinaan kerohanian di rumah, lewat kebaktian gereja maupun katekisasi sangat kurang.
Anita, anaknya yang nomor satu adalah gadis yang rupawan, dia sudah tingkat dua di Fakultas Sastra Inggris di Universitas Malang. Akhir-akhir ini dia sedang berpacaran dengan Satria, temannya se gereja yang kuliah di fakultas yang sama. Tetapi Bu Budi sangat tidak setuju dengan pilihan anaknya tersebut. Dengan segala cara dia berusaha menjauhkan anaknya dengan pemuda tersebut. Mulai dari selalu memberi tahu anaknya bahwa pemuda tersebut berperangai jelek, dari keluarga tak baik, pasang muka tak suka setiap si pemuda datang, hingga kata-kata kasar. Anita tidak mengerti mengapa ibunya sangat tidak suka pada pacarnya. Padahalmenurut sepengetahuannya, Satria adalah pemuda yang santun kepada siapa saja, aktif di Gereja dan berperangai sabar, pengertian tidak seperti yang selalu dikatakan ibunya. Baru-baru akhir-akhir ini ia mendapat jawaban dari orang yang kenal dekat dengan ibunya, bahwa ternyata ibunya dulu kenal dengan bapaknya Satria yang pada waktu itu banyak dikagumi oleh gadis-gadis, malah dikenal sebagai play boy. Namun setelah menjadi suami dari Ibu Satria sampai meninggalnya beberapa tahun yang lalu sebenarnya dia sangat setia kepada isteri dan anak-anaknya.
Lain lagi yang dialami Suprita adik Anita. Dia seorang anak laki-laki yang cerdas. Baru-baru ini dia baru saja lulus dari SMA IPA dengan nilai yang baik sekali. Ibunya sangat bahagia sekali dan menginginkan anaknya masuk Fakultas kedokteran Universitas Brawijaya. Pikirnya dokter adalah pekerjaan yang mulia, sangat dihormati masyarakat dan penghasilannya tinggi serta nanti kalau dia dan suaminya sudah tua dapat diandalkan untuk merawat mereka. Tetapi Suprita ingin masuk ke Institut Seni Indonesia jurusan biola di Yogyakarta. Sejak kecil dia memang sudah mengagumi Idris Sardi maestro pemain biola Indonsia. Untuk memenuhi keinginan ibunya dan cita-citanya sendiri Suprita ikut test di kedua Perguruan Tinggi tersebut. Hebatnya Suprita di terima di Fak. Kedokteran maupun ISI. Ibunya tetap ngotot dia harus masuk ke Fak. Kedokteran. Di tengah ketegangan itu demi ketenangan rumah tangganya seperti biasanya Pak Budi tidak berkata banyak. Sebab manakala isterinya sudah mempunyai kehendak, dia sulit mendengarkan orang lain. Pak Budi bisa mengerti kenapa isterinya begitu ngotot seperti itu. Karena dia dulu sangat ingin kuliah di Fak. Kedokteran, sampai dua tahun berturut-turut dia mendaftarkan lewat UMPTN, namun selalu tidak diterima. Akhirnya setelah diancam oleh ibunya bahwa ibunya tidak akan membiayainya jika ia tetap ngotot ke ISI, Suprita dengan setengah hati masuk ke Fak. Kedokteran Brawijaya.
Percakapan
- Tolonglah Pak Budi dan Bu Budi, bagaimanakah untuk mengatasi ketegangan antara kebutuhan kegiatan sekolah dan kursus-kursus dengan kebutuhan untuk kedekatan, komunikasi keluarga dan pembinaan keluarga.
- Bagaimanakah pandangan saudara tentang sikap Bu Budi terhadap anak-anaknya ini? Bagaimana seharusnya menurut firman Tuhan ?
- Menurut penilaian saudara, bagaimanakah sikap Pak Budi dan hubungan suami-isteri ini, silahkan memberi ususl dan saran kepada mereka.
- Apa yang dapat kita pelajari untuk rumah kita masing-masing, hubungan suami -isteri,orang tua dan anak-anak serta pendidikan rohani anak-anak.
Penjelasan dari teks Alkitab Mazmur 127:3-5
Sungguh tidak hanya puitis dan indah, tetapi juga dalam sekali tentang hubungan antara Tuhan, orang tua dan anak-anak sebagaimana digambarkan dalam Mazmur 127:3-5. Hubungan antara Tuhan, orang tua dan anak-anak digambarkan seperti seorang ksatria yang mementang busur dengan anak panah yang siap melesat ke depan. (Kalau bisa dengan metode peragaan dengan dibuatkan busur dan anak panahnya atau paling tidak gambar busur dengan anak panahnya ditangan seorang ksatria).
Apakah yang muncul dalam benak kita ketika menyaksikan gambaran ini ? (peserta diberi kesempatan untuk mengungkapkan kesan masing-masing dan bagaimana mereka memaknainya dalam kehidupan sehari-hari).
Tuhan adalah Sang Ksatria itu. Dia Sang pemilik orang tua dan anak-anak. Dia Sang Penentu dan memberikan tugas kepada orang dan anak.
Orang tua adalah sang busur panah yang di tangan Sang Ksatria untuk menjadi tempat duduknya si anak panah dan melesatkan mereka menuju sasaran di depan. Orang tua adalah melahirkan anak-anaknya. Mereka diberi mandate oleh Tuhan untuk mendidik anak-anaknya secara rohani dan pengetahuan umum, menghantarkan dan mengarahkan menuju sasaran ke masa depan yang tepat. Bahkan boleh dikatakan kedua orang tua adalah yang “membuat” anak. Bukan hanya dalam prokreasi bapak dan ibu yang mempertemukan sperma dan sel telur, sehingga menjadi janin dan melahirkan anak saja, melainkan juga yang dalam pertumbuhannya, kedua orang tua sangat menentukan dalam membentuk pribadi pribadi, sifat dan sikap anaknya. Supaya anak-anak dapat mendapat dudukan yang baik, sehingga dapat melesat ke depan dengan lurus serta mengenai sasaran yang tepat, maka orang tua harus tunduk kepada kehendak Sang Ksatria Tuhan sendiri. Orang tua harus kuat hingga mempunyai daya dorong yang tinggi. Kedua orang tua harus serasi, selaras dan seimbang, sehingga menjadi sinergi dua kekuatan yang dasyat untuk melesatkan si anak panah dengan baik.
Anak adalah anak panah yang sedang siap atau dalam proses melesat ke depan. Anak-anak adalah pusaka milik Tuhan sendiri. Artinya sesuatu yang sangat berharga untuk dirawat, digembleng sehingga dapat menjadi senjata-senjata untuk menyaksikan sukacita, kebenaran, keadilan dan damai sejahtera Tuhan. Karena anak-anak adalah milik Tuhan sendiri maka orang tua tidak dapat dengan sewenang-wenang memperlakukannya hanya untuk melampiaskan keinginannya sendiri, kebutuhannya sendiri dan nafsunya sendiri. Pada akhirnya orang tua harus mempertanggungjawabkan sikap dan perlakuannya terhadap anak-anaknya kepada Tuhan sendiri. Anak-anak adalah pemilik masa depan, bukan orang tua. Orang tua hanyalah menghantarkan anak-anak menuju masa depannya sendiri, bukan memaksanya untuk menuruti masa depan menurut kehendak dan ambisi orang tua. Oleh karena itu pada akhirnya anak-anaklah yang harus menentukan dan mengalami masa depannya sendiri. Di sanalah anak-anak menjadi pusaka, upah dan karunia bagi orang tua yang dapat membanggakan orang tua dan menjadikan kebahagiaan serta berkat bagi orang tua, masyarakat dan lingkungannya. (BRU)
***
Bacaan II - Mei 2009
MEMBACA TERANGKAN JIWA
Metode : P A
Tujuan :
- Guna mendampingi anak senang membaca kita juga harus mengerti pentingnya membaca.
- Salah satu informasi juga berasal dari bacaan (Koran/buku/majalah/dsb).
- Agar kita dapat meluangkan waktu setiap hari untuk membaca, sambil mendampingi anak belajar/membaca buku.
Bahan :
- Alkitab
- Potongan berita/tulisan dari Koran dan majalah.
- Bolpoin aneka warna.
- Kamus bahasa (Inggris, Indonesia, Jawa)
- Kertas/buku untuk mencatat.
Diskusi/sharing :
a. Bentuk kelompok-kelompok kecil, jika tidak memungkinkan jadikan sebuah kelompok.
b. Tunjuk seorang pemimpin yang akan memimpin kegiatan diskusi, dan seorang sekretaris yang akan membantu mencatat semua proses diskusi.
c. Bagi potongan-potongan tulisan dari Koran/majalah. Setiap kelompok menentukan tulisan/ berita mana yang menarik dan akan menjadi bahan diskusi ; misal:kenaikan BBM, gank perempuan yang kian meresahkan; atau informasi-informasi lain yang sedang dibicarakan masyarakat.
d. Sepakati bersama berapa waktu yang dibutuhkan untuk diskusi bersama. Hal-hal yang dapat diangkat dalam diskusi :
1. Apa yang menarik dalam tulisan tersebut?
2. Siapa saja tokoh dalam tulisan tersebut ?
3. Bagaimana perasaan anda bila menjadi tokoh tersebut ?(pilih salah satu tokoh dalam tulisan terbut).
4. Apa yang melatarbelakangi kejadian tersebut terjadi?
5. Bagaimana bila kejadian tersebut dengan dikaitkan dengan kehidupan kita sesehari ?
6. Apa yang harus kita lakukan pabila menghadapi hal tersebut ?
7. (Juga tambahan pertanyaan-pertanyaan lain dari kelompok)
e. Mencoba mencari kesimpulan bersama dari kegiatan tersebut.
f. Merefleksikan bersama semua permasalahan yang dihadapi dengan terang firman Tuhan.
Catatan:
- Ada baiknya proses ini dilanjutkan di rumah secara rutin, sambil mendampingi anak membaca buku.
- Sebaiknya dalam mendampingi anak yang sedang belajar, tidak sambil menonton Televisi, tetapi sambil membaca buku , agar anak dapat meneladani kita yang juga suka belajar
Doa :
Tuhan, ajarolah kami senang membaca, agar kami dapat melihat dunia semakin luas dan menjadikan kami lebih bijaksana untuk mendampingi anak-anak kami dalam belajar, Amin. (Ayk)

(4.5 out of 5)
(4 out of 5)