Home » Januari 2009

Januari 2009

Tulisan I - Januari 2009

Jadilah Pembawa Damai

Metode : PA
Bacaan : Kej. 37: 1-11
Maz. 133
Tujuan : Agar orangtua mampu membangun karakter anak yang cinta damai

Pengantar :

  1. Peran orangtua merupakan faktor utama dan terpenting dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter anak. Sejak di dalam kandungan hingga anak berada di luar rahim ibu, proses pendidikan dan pembentukan karakter tersebut telah berlangsung. Oleh sebab itu orangtua harus menjadi teladan, guru, pendeta, sahabat dan fasilitator bagi bertumbunhnya karakter positif anak. Kebersamaan anak dan orangtua haruslah penuh manfaat dan membuka peluang terbentuknya nilai-nilai yang mendarah daging bagi masa depan anak. Salah satu karakter positif yang harus dibentuk adalah cinta damai.
  2. Kejadian 37: 1-11 menceritakan tentang keluarga Yakub. Yakub tinggal bersama beberapa istri dan gundiknya, anak-anak dan para pelayan. Dari segi materi Yakub tergolong keluarga yang mampu. Anak-anak yang lahir dari rahim ibu yang berbeda-beda menambah keunikan dan keanekaragaman keluarga Yakub. Masing-masing anak bertumbuh dalam komunitas tersebut. Namun sayang, ketidak adilan Yakub dalam berbagi kasih terhadap anak-anaknya telah melahirkan masalah dalam keluarganya. Bahkan ketidaktegasan sikap Yakub menanggapi masalah tersebut (ayat 10) mengakibatkan relasi diantara anak-anaknya semakin rusak. Yakub membiarkan karakter negatif anak-anaknya( ayat 2b, 4,5,8,11) berkembang menjadi monster yang siap menghancurkan keluarganya. Tidak ada perdamaian yang ada permusuhan di antara anak-anak Yakub.
  3. Maz.133 merupakan nyanyian yang indah. Nyanyian ini bersaksi tentang indahnya sebuah persaudaraan yang rukun dan menjadi berkat bagi banyak orang. 12 suku Israel yang tersebar di tanah Kanaan sangat sering terancam perseteruan dan perpecahan antar suku karena berbagai hal, seperti yang disaksika dalam Hak.20, misalnya. Oleh sebab itu harapan akan perdamaian dan kerukunan merupakan sesuatu yang masih harus digapai dan diperdengarkan setiap saat. Perdamaian akan terjadi bila setiap suku menyadari siapa dirinya dihadapan Tuhan Allah Israel dan memahami relasi di antara mereka, yang telah dibangun oleh Tuhan Allah Israel. Saling menerima di tengah keragaman, saling memahami dan menghormati, saling mengasihi dan mengampuni sebagai satu saudara dalam keluarga Allah.
  4. Jadi Kunci mengalami, menciptakan dan membawa damai sesuai bacaan di atas adalah: menyadari siapa diri kita di hadapan Tuhan yang telah menciptakan dan menempatkan kita di tengah keluarga/komunitas, siapa saudara kita dan bagaimana relasi yang telah Tuhan ajarkan di antara kita (saling menerima, memahami, menghormati, mengasihi dan mengampuni) dan buanglah segala kedegilan (iri, sombong, benci, cemburu, marah, melihat hal/berpikir buruk tentang orang lain, ketidak adilan, mau menang sendiri)

Proses :

  1. Pemimpin PA mengawali acara dengan doa dan pujian, kemudian membaca perikop yang telah ditentukan.
  2. Pemimpin PA membagi peserta dalam 2 kelompok, 1 kelompok menyanyikan Mz.133 dengan gaya yang menarik, 1 kelompok memperagakan/memain-perankan keluarga Yakub disesuaikan dengan situasi masa kini.
  3. Setelah itu bersama mendiskusikan: hal-hal apa yang dapat menimbulkan perpecahan (dengan contoh konkrit) dan bagaimana cara menciptakan perdamaian, serta bagaimana cara mengajarkan kepada anak agar memiliki karakter cinta damai.
  4. Kemudian setiap orang diminta untuk menuliskan tindakan yang akan dilakukan (sesuai situasi yang dihadapi) agar menjadi pembawa damai, pada sehelai kertas, lalu berdoalah secara pribadi agar dimampukan untuk melakukannya. (DRK)

***

Tulisan II- Januari 2009

Anak Cinta Flora dan Fauna

Metode : PA
Bacaan : Amsal 12: 10a ; Mazmur 104: 14
Tujuan : Agar orang tua dapat mengajari anak cinta pada Flora dan fauna.

Langkah pertama, bentuk kelompok dan diskusikan pertanyaan di bawah ini :

  1. Apakah dirumah anda memiliki binatang peliharaan ? Jika memiliki jelaskan siapa yang menginginkan memiliki hewan peliharaan tersebut ? Siapa yang memeliharanya? Apa keuntungan memelihara hewan peliharaan ?
  2. Jika tidak memiliki hewan peliharaan, jelaskan siapa yang tidak menyukai memelihara hewan peliharaan tersebut? Apa kerugian memelihara hewan peliharaan?
    Apakah di rumah anda memiliki tanaman hias ? Siapa yang merawat ? Tanaman
    Hias apa yang paling digemari oleh keluarga anda ? Siapa yang paling suka menanam ?

Langkah ke dua, perhatikan cerita di bawah ini :

Pagi-pagi sekali, ketika pergi ke pasar, saya melihat ada seorang anak kecil perempuan sedang memperhatikan seekor ikan hidup di dalam plastik, rupanya ikan hias.
Lalu ia merengek-rengek kepada ibunya minta dibelikan, namun ibunya marah-marah: “perempuan mau pelihara binatang, jijik, nanti kamu kena penyakit!”, dengan hati yang kecewa anak perempuan kecil itu, diam. Tak lama kemudian si ibu tadi mengajak membeli daging ayam, kebetulan di dekat tempat penjualan daging ayam, ada seekor kucing kecil yang sedang mengeong, seolah-olah sedang bingung mencari induknya atau mungkin sedang lapar. Melihat kucing tersebut, anak kecil tadi iba dan menggendongnya, kebetulan tidak diketahui ibunya, karena ibunya sedang sibuk menawar daging ayam. Namun seketika berteriak kepada anaknya untuk melepaskan kucing tadi sambil berteriak: “lepaskan kucing itu, nanti kamu digigit dan sakit”, anak kecil tadi semakin bengong.

Ketika sore hari, ada seorang bapak-bapak yang sedang menyirami bunga, ia mengajak anaknya, bahkan anak lelakinya yang masih berusia 7 tahun dipercaya untuk mengangkat air diember kecil, lalu mengajarinya untuk menyiramkan ditanaman sekitar rumahnya. Anak laki-laki tersebut rupanya senang sekali. Tiba-tiba datang adiknya laki-laki yang berusia kurang lebih 5 tahun, Ia mendekati ayahnya yang sedang mengganti pot bunga, anak laki-laki kecil itu ikut ayahnya memegang tanah, dan menirukan ayahnya untuk memasukan tanah-tanah tersebut ke dalam pot bunga.

Langkah ketiga, diskusikan pertanyaan di bawah ini:

  1. Bagaimana pendapat Anda tentang sikap seorang ibu kepada anaknya tadi? Apa yang dapat terjadi selanjutnya terhadap anak tersebut ?
  2. Pengajaran apa yang didapat dari Amsal 12:10a ?
  3. Sejak kapan anak diajarkan cinta pada hewan/fauna ? Cinta hewan, apakah terbatas hanya kaum laki-laki ?
  4. Bagaimana pendapat Anda tentang sikap seorang ayah yang mengajari anak lelakinya bertanam ? Bertanam bunga, apakah hanya terbatas untuk kaum perempuan ?
  5. Pengajaran apa yang didapat dari bacaan Mazmur 104:14?
  6. Berikan contoh-contoh konkrit yang akan Anda lakukan untuk mengajari anak cinta fauna/hewan dan flora/tumbuhan.

Akhiri dengan doa : Betapa banyak perbuatan-Mu Ya Tuhan, sekaliannya Kau jadikan dengan bijaksana, bumi penuh dengan ciptaan-Mu. Ajarlah kami untuk dapat menjadikan anak-anak kami cinta pada alam ciptaan-Mu, Amin. (DPM)