April 2009
Tulisan I - April 2009
JANGAN SAKIT ANAKKU
Bacaan : Yohanes 4: 43-50
Metode : Renungan
Tujuan : Agar orang tua dapat menjaga kesehatan anak-anaknya.
“Seorang ibu tergopoh-gopoh mengetuk pintu rumah tetangganya pada suatu malam. Sang tetangga membuka pinta dan saling berdialog. Tak lama kemudian ibu dan tetangganya bergegas memasuki rumah, dan melihat seorang anak yang sedang meregang kesakitan. Tubuhnya panas dan bergetar, matanya menerawang dan berair. Atas pertolongan tetangga si ibu tadi membawa anaknya yang sakit parah ke rumah sakit.
Siapapun dan dimanapun pasti tidak menyukai penyaklit, karena bila datang, siapapun akan galau terusik. Kehadirannya yang menyakitkan, menyusahkan, merepotkan, menghabiskan biaya, maka setiap orang tua akan berupaya menjaga kesehatan anaknya, yaitu dengan diberikan vaksin, asupan gizi yang cukup sampai dijaga kebersihan tubuh dan makanannya. Orang tua harus waspada untuk menjaga kesehatan anaknya, lebih-lebih di situasi ekonomi yang semakin hari semakin berat. Dikarenakan keadaan ekonomi, yang membuat semua orang tua mencari praktisnya dengan alasan lebih irit, maka anak sering hanya diberi bakso dan mi instant.
Konsumsi yang asal, asal ada, asal murah, asal gampang/praktis dan asal-asalan memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan. Makanan anak akan lebih sehat dan bersih, jika dimasak sendiri, untuk mendapatkan kaldu, tidak harus membeli daging sapid an ayam dalam jumlah banyak, cukup dengan membeli kaki ayam dapat menjadi kaldu yang lezat, tahu dan tempe dapat dibuat masakan yang variatif dan lebih sehat. Jangan alasan sibuk dengan pekerjaan dan demi “gengsi”, kemudian membelikan anaknya makanan fast food. Makanan tersebut menurut ahli gizi, makanan tersebut tidak sehat, digolongkan junk food (makanan sampah, karenakan mengandung keleterol yang jahat untuk kesehatan.
Selain makanan sehat, yang perlu diperhatikan adalah kebersihan tubuh, lingkungan dan jiwa mereka. Sering kebersihan jiwa sering terabaikan, misal, banyak anak yang hidup di tengah-tengah keluarga yang tidak harmonis, keluarga yang suka memutar film porno (porno aksi dan pornografi, hal ini jika diabaikan akan menyebabkan anak dapat terganggu jiwanya. Anak dapat tumbuh menyimpang dari etika dan moralitas yang berlaku dimasyarakat. Misal anak suka berkelai dengan temannya, memiliki pikiran-pikiran yang kotor, sehingga tidak bisa kosentrasi dalam belajarnya.
Dalam bacaan kita saat ini, salah seorang pegawai istana memiliki anak yang sedang sakit. Setelah mendengar tentang Yesus, ia meminta kepada Tuhan Yesus untuk datang dan menyembuhkan anaknya, anaknya yang hamper mati tersebut dapat sembuh karena imannya. Dalam kisah ini dapat diartikan bahwa ketika naknya dalam keadaan sakit, ia datang kepada Yesus tidak sekedar minta tolong, tetapi ada yang dipertaruhkan, yaitu percayanya kepada Yesus, ia percaya bahwa anak tersebut berada dalam kuasa Yesus yang memilikiNya. Tuhan Yesus yang memiliki anak-anak, maka kita tidak boleh mengabaikan kesehatan anak-anak kita. Bagaimanapun juga, Tuhan Yesus meminta pertanggungjawaban terhadap apa yang dimilkinya. Maka apabila ada anak kita yang sakit, jangan terburu-buru menyalahkan siapapun, coba kita instropeksi diri, apakah kita sudah memperhatikan secara maksimal baik makanannya, pergaulan dengan teman-temannya, memberikan keadaan yang kondusif di tengah-tengah keluarga ?
Kita harus dapat mengamini firman Tuhan “Pergilah, anakmu hidup !” hal itu berarti ada kata kerja “pergi” untuk “kehidupan anak-anak”. Kata “pergi” tidak diartikan pergi meninggalkan anak-anak agar anak kita hidup, tetapi “pergi” justru menuju kepada anak kita, sebagaimana pegawai istana disuruh Tuhan Yesus pergi kepada anaknya, imannya yang menghidupkan anaknya, dengan kata lain aktifitas kita adalah kita tujukan kepada kehidupan anak-anak, tidak mengabaikan keberadaan mereka, memperhatikan apa dibutuhkan, dialami dan diharapkannya, baik secara jasmani maupun rohani.
Semoga anak-anak kita mengalami kesehatan yang sempurna menuju kepada pertumbuhan jasmani dan rohani yang sehat pula, amin (DHB)
Doa : Tuhan Yesus betapa bahagianya kami, jika anak-anak kami mengalami pertumbuhan yang sempurna secara rohani dan jasmani. Untuk itu, tolonglah kami untuk dapat memperhatikan anak-anak mengalami sehat rohani dan jasmani, amin.
****
Tulisan II - April 2009
AUTISME
Metode : Ceramah
Salah satu gangguan perkembangan anak adalah autisme yang garis besar dapat didefinisikan sebagai “gangguan neurobiologist pada otak yang menyebabkan terhambantnya perkembangan wicara, perilaku dan sosialisasi” dalam arti input yang masuk ke dalam otak tidak berproses dengan baik sehingga menghasilkan output yang sesuai, misalnya ketika anak dengan gangguan autis ditanya namanya, bisa dijawab bermacam-macam seperti ” kereta api, baik, tidak mau, dan sebagainya”.
Selain gangguan autis ada beberapa gangguan perkembangan anak yang yang tidak jarang menyertai gejala autis diantara :
a. Attention Deficit Hiperactivity Disorder (ADHD)
Gangguan hiperaktif dan ketidakmampuan untuk memperhatikan (hiperaktif dan kurang/tidak dapat konsentrasi)
b. Attention Deficit Disorder (ADD)
Gangguan perhatian/konsentrasi tanpa disertai hiperaktif
c. Cerebral Palsy (CP)
Kerusakan pada otak yang menyebabkan pergerakan/motorik fisik (kaki dan tangan) jadi lemah/tidak dapat digerakkan (jika parah).
d. Down Syndrom (DS)
Ciri-ciri anak dengan gangguan DS antara lain daya tangkap lemah mendekati idiot dan memiliki face mongoloid.
e. Mental Retardation (MR)
Faktor-faktor Penyebab Autisme antara lain :
1. Neuroanatomi
Jumlah sel otak yang kurang; ukuran otak kecil (cerebellum) yang lebih kecil dibandingkan dengan anak normal; kelainan otak pada pusat emosi, panca indera, proses belajar dan daya ingat.
2. Psikososial
Pola pengasuhan yang kaku, obsesif dalam suasana emosional yang dingin.
3. Pranatal, Perinatal, Pascanatal
Pendarahan pada kehamilan trisemester pertama; penggunaan abat-obat tertentu (psikotropika); infeksi TORCH) (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalo Virus, Herpes Simplek); gangguan pernafasan pada janin; kejang pada janin, anemia.
4. Imunologi
Antibodi ibu terhadap antigen lekosit yang mengakibatkan penyumbatan sementara aliran darah otak janin.
5. Infeksi
Jamur candida albicans pada usus menyebarkan toksin ke seluruh tubuh termasuk otak anak sehingga fungsinya terganggu.
6. Genetik
Untuk kembar homozygote kemungkinan autis 36 - 95 %; kembar 2 telur (zygote) 0 - 23 %; anak autis pada saudara kandungnya kemungkinan autis 2,5 - 3 %
7. Neurotransmiter/Neurochemistry
Hubungan sel-sel otak/lalu lalang impuls di otak.
Gejala Autisme
Pada masa bayi (usia di bawah 1 tahun)
- Tidak mau/berani menatap mata/menghindari kontak fisik/kontak mata
- Diam/asyik bermain sendiri berjam-jam tanpa menangis (hipoaktif)
- Agresif, menangis berjam-jam (hiperaktif)
- Membentur-bentur kepala
- Menolak dipeluk/disayang
- Tidak bisa/gagal meniru
- Kurang responsive
Pada masa kanak-kanak
- Kontak mata sangat kurang
- Lekat pada benda-benda tertentu, misal: kipas angina, roda, majalah, dll.
- Kurang mampu berbahasa,berbicara bahkan mungkin sama sekali tidak bisa menggunakan kata-kata untuk berkomunikasi (sekitar 40 - 50 % anak autis tidak meiliki kemampuan komunikasi verbal/non verbal.
- Sulit mengungkapkan keinginan dengan kata-kata, biasanya menarik tangan orang lain/menunjuk.
- Echolalia/membeo, bila ditanya tidak menjawab malah mengulang pertanyaan tersebut.
- Menangis, tertawa atau marah tanpa sebab yang bisa dipahami orang lain.
- Stimulasi adalah kegiatan yang berulang-ulang oleh anak tanpa suatu tujuan, namun memberikan rasa nyaman, misalnya flapping, mengayun-ayunkan badan, jinjit, pukul-pukul kepala, badan berputar-putar, dll.
- Melukai diri sendiri atau orang lain
- Tantrum adalah kecenderungan anak untuk marah, mengamuk disertai dengan menangis dan menjerit bahkan bergulung-gulung dan terkadang disertai dengan menyakiti diri sendiri atau orang lain bila keinginannya tidak terpenuhi
- Tidak sensitif atau sangat sensitif terhadap rasa sakit
- Tidak ada respon saat dipanggil
- Kurang sadar lingkungan
- Kreatifitas sangat terbatas
- Suka menyendiri/lebih suka bermain sendiri/cuek pada sekitarnya atau justru takut pada kondisi tertentu
- Tidak responsive terhadap cara pembelajaran yang normal
- Mungkin tidak suka dipeluk atau memeluk orang lain
- Cara bermain tidak wajar, misalnya mainan tidak dimainkan sesuai fungsinya tetapi disusun berderet-deret, ditumpuk-tumpuk atau dibuang
- Memutar benda-benda dengan tangan atau jari-jari tangan
- Tidak mengenal bahaya
- Hiperaktif atau sebaliknya hipoaktik
- Tidak responsive bila diajak bicara, tampak seolah-olah tidak mendengar walaupun hasil tes pendengaran normal
- Kemampuan motorik kurang berkembang terutama motorik halus
Cara Menghadapi AUTISME ADHD/ADD
- Mensyukuri keadaan anak dengan segala kekurangan dan kelebihannya
- Melakukan terapi intervensi dini (di daerah Malang telah berdiri tempat-tempat terapi yang mempunyai program-program lengkap dan terstruktur untuk membantu anak-anak dengan kebutuhan khusus seperti Blessing Kids - Special School telp. 566894; A Plus, Laboratorium School Univ. Malang)
- Melakukan diet Gluten dan Casein, mencakup susu sapi dan produknya, terigu, gandum dan produknya, gula, madu dan produknya, MSG, pengawet dan zat pewarna.
- Melakukan terapi medical dengan dokter psikiater anak yang mengerti autisme seperti dr Sasanti Yuniar, Sp.Kj.A (hub. Blessing Kids- Special School untuk keterangan mengenai alamat beliau).
- Melakukan Biomedical Treatment (setiap anak akan diobservasi oleh dokter psikiater anak yang mengerti autisme dan akan diberikan saran untuk mengkonsumsi beberapa suplemen untuk membantu anak menstabilkan kondisinya).
- Melakukan terapi sensori, okupasi, auditory, perilaku, wicara, dll.
- Berdoa kepada Tuhan Yesus Yang Maha Kasih. (Rika S.)

(4.5 out of 5)
(4 out of 5)