wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Segala Sesuatu Ada Masanya

1 January 2013 2,310 views No Comment Oleh

Bacaan: Pengkhotbah 3: 1-13.
Pamuji: KJ 332: 1, 2.
Nats: “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktuna.” (ay. 1)

Konon katanya segala sesuatu di dunia ini diciptakan oleh Tuhan berpasang-pasangan. Ada siang dan malam, ada laki-laki dan perempuan dst. Ternyata, Pengkhotbah memiliki gambaran yang serupa tentang masa atau waktu kejadian. Semuanya terjadi silih berganti sedemikian rupa sehingga menjadi dinamika yang mewarnai hidup manusia.

Ayat 12 menggambarkan bahwa manusia cenderung ingin menikmati kehidupan yang nyaman, enak, tanpa halangan dan tanpa tantangan bila perlu. Semuanya diharapkan berjalan mulus dan lancar-lancar saja. Akan tetapi realitasnya tidak demikian. Tidak selamanya kita mengalami sukacita, namun tak selamanya pula kita mengalami dukacita. Tidak selalu beruntung, kadang rugi. Itulah kenyataan yang sesungguhnya terjadi dalam kehidupan kita, datang dan pergi silih berganti mewarnai kehidupan ini.

Realitas seperti ini terkadang menjadi hal yang dibenci oleh beberapa orang yang tidak siap dalam menjalani kehidupan. Dalam masa-masa yang menyenangkan kita cenderung melupakan Tuhan. Bila terjadi hal yang buruk, kadang kita menjadi marah dan menyalahkan Tuhan. Kita lupa bahwa segala sesuatu ada waktunya, begitu kata Pengkhotbah. Baik hal-hal baik ataupun buruk, semuanya diperkenankan Tuhan terjadi dalam kehidupan kita, bukan untuk menghancurkan kita tetapi justru untuk membentuk kita menjadi pribadi yang tangguh.

Ketidakmampuan kita menyelami perbuatan Tuhan dalam kehidupan kita, membuat kita seringkali frustasi dan kadang menyalahkan Tuhan dan mengatakan bahwa Dia mencobai kita. Mengapa kita tidak mencoba untuk menjalani kehidupan ini seperti air yang mengalir? Mengapa kita seringkali menjadi tidak terima atas apa yang terjadi dalam kehidupan kita? Bukankah tidak selamanya kita mengalami hal-hal yang buruk? Mari kita jalani hidup kita tahun ini dengan bersandar pada Dia Yang Empunya hidup, maka Ia akan mendampingi perjalanan hidup kita. Nikmatilah kehidupan ini apa adanya! Terimalah segala sesuatu sebagai dinamika yang menghiasi dan menguatkan kehidupan kita, maka kita akan memiliki hati yang penuh syukur. Amin. [DK]

“Terimalah hal yang buruk, maka anda akan diberi hal yang baik.”

Kirimkan Artikel Ini Kirimkan Artikel Ini

Kata Kunci Artikel Ini:

Comments are closed.