wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Sederhana Tapi Berkwalitas

25 May 2016 35 views No Comment Oleh

Bacaan: Daniel 1: 1-21  |   Pujian: KJ 447: 1, 2, 3.
Nats:
“Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum” (ayat 12)

Ada kata-kata berbahasa Jawa “rega nggawa rupa”. Kata-kata ini mengandung makna bahwa harga (rega) atau kemewahan menentukan kwalitas (rupa). Dari situ tersirat makna bahwa yang murah atau sederhana berarti berkwalitas rendah. Orang banyak berpikir bahwa barang mewah atau berharga mahal yang mereka kenakan atau miliki, makanan mahal, menunjukkan kwalitas hidup mereka yang tinggi. Karena itu, orang banyak berlomba untuk mendapatkan barang mewah atau membeli barang-barang yang berharga tinggi, pergi makan di restaurant “berkelas”. Dengan begitu dirinya merasa dianggap berkwalitas tinggi, dihormati dan tidak diremehkan. Telah terbukti nyata bahwa barang mewah yang dikenakan atau dimiliki seseorang tidak selalu menunjukkan kwalitas hidup seseorang.

Tetapi tidak demikian yang dilakukan oleh Daniel, Hananya, Misael dan Azarya. Mereka mengambil sikap untuk meminta makanan dan minuman sangat sederhana, walaupun mereka dijamu makanan mahal dan “berkelas” sama dengan raja Nebukadnezar. Mereka hanya minta diberi sayur dan air putih saja. Walau dikuatirkan oleh Aspenas, pemimpin pegawai istana, dan pelayan makanan, tetapi Daniel meyakinkan bahwa kwalitas hidup mereka tidak akan rendah karena kesederhanaan mereka. Dan ternyata benarlah keyakinan Daniel bahwa kesederhanaan dan kemurnian mereka justru membuat kwalitas hidup mereka lebih baik dari pada orang-orang yang mendapat makanan mewah dari raja. Demikianlah Tuhan memberkati mereka.

Kita tidak perlu malu dengan sederhananya penampilan dan kepemilikan serta kesukaan kita. Kita tidak perlu takut atau malu dianggap tidak berkwalitas oleh orang lain karena kesederhanaan kita. Kita perlu menjaga kemurnian dan kesucian hati kita. Kita perlu menjaga kesungguhan kita bekerja dan terus belajar, juga ketulusan, kebenarannya. Orang yang demikian pasti diberkati Tuhan, sehingga kwalitas hidup dan kinerjanya akan terjaga bahkan berkembang serta berarti bagi semua ciptaanNya. Untuk itu, kita perlu belajar dan berlatih cara hidup yang sederhana. Cukup yang sederhana saja. [st]

“Tuhan memberkati yang sederhana menjadi berkat bagi semuanya.”

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.