wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Sedap…!!

27 February 2014 53 views No Comment Oleh

Bacaan : Markus 9 : 42 – 50
Nyanyian : KJ 233
Nats : “Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain” [ayat 50b]

Suatu hari ada sebuah team pastoral jemaat sedang mengunjungi salah seorang warga jemaat. Di tengah perkunjungan itu masing-masing dari mereka mendapatkan suguhan segelas teh hangat. Ketika mereka mulai meminumnya, ada rasa aneh yang mereka rasakan. Bukannya terasa enak atau sedap, namun terasa sangat asin di mulut. Ya, rupanya ketika membuat teh tersebut sang pembantu bukannya memasukkan gula tetapi justru beberapa sendok garam. Kontan saja seluruh anggota team pastoral berhenti seketika untuk meminum air teh tersebut. Ya, siapa orangnya yang dapat menelan minuman yang sangat asin?

Namun bukan teh sangat asin yang hendak kita bicarakan dalam ayat bacaan kita kali ini. Tuhan Yesus memberikan pesan kepada kita agar senantiasa dapat menjadi garam yang baik, garam yang tidak tawar atau kehilangan rasa dan fungsinya sebagai penyedap masakan dan pengawet yang mencegah proses pembusukan. Itu artinya bahwa sebagai pribadi-pribadi yang mengikut Kristus kita diharapkan untuk menjadi orang yang mampu membawa perubahan yang baik di tengah masyarakat,  memberi rasa sedap dalam kehidupan bersama, membawa damai dan menjadi saluran berkat dari Allah.

Pada ayat 50b disampaikan agar supaya kita senantiasa memiliki garam dalam diri kita. Sebab, bagaimana mungkin kita dapat menggarami dunia ini bila kita tidak memiliki garam itu sama sekali? Atau dengan kata lain bagaimana mungkin kita dapat membawa damai dan menerapkan kasih Kristus pada dunia ini bila di dalam diri kita sendiri kita telah kehilangan damai dan kasih itu sendiri? Bagaimana mungkin kita dapat berdamai dengan orang lain bila hati kita masih rusuh? Marilah kita senantiasa menjadi garam yang baik dan senantiasa memilikinya dalam hidup kita. Apakah garam itu? Antara lain: kerukunan, kedisiplinan, kekaripan. Dengan begitu kehidupan di lingkungan dan masyarakat kita senantiasa damai, menjadi sedap untuk dirasakan dan indah untuk dipandang. Amin. [DK]

“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah” [Matius 5:9]

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Kata Kunci Artikel Ini:

Sedap dalam 50 kata lain

Comments are closed.