Home » Berita

Revisi Tata Gereja Siap Diajukan ke Sidang Istimewa MA

Wardhani Tjiptowardono 25 January 2009 Berita 1,259 views 17 Commentse-mail artikel ini e-mail artikel ini

Sidang ke-99 Majelis Agung GKJW tanggal 2-7 Juli 2008 mengesahkan pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Revisi Tata Pranata (14 orang) yang diketuai Pdt. Suwignyo, Th.D. dengan sekretaris Pdt. Hardiyan Triasmoroadi, S.Si.

Ke-14 orang itu bertugas merevisi buku Tata dan Pranata Greja Kristen Jawi Wetan dan Peraturan Majelis Agung tentang Badan-badan Pembantu Majelis yang diterbitkan Majelis Agung (MA) GKJW tahun 1996.

Revisi Tata dan Pranata GKJW diadakan seturut dengan perkembangan karya dan pertumbuhan GKJW dalam rangka memberlakukan panggilan tugasnya di tengah mayarakat, bangsa, negara dan dunia yang berkembang pesat.

Pokja mengacu secara sungguh-sungguh minimal lima hal, yaitu Alkitab (isi dan pesannya), sejarah GKJW, Tata dan Pranata GKJW yang ada, kenyataan kehidupan seluruh persekutuan GKJW (Jemaat, Majelis Daerah, Majelis Agung dan Badan-badan Pembantunya) dan campur tangan Roh Kudus.

Revisi perlu dilakukan minimal sepuluh tahun setelah Tata dan Pranata Gereja yang ada diberlakukan. Sebagaimana diketahui Tata dan Pranata Gereja dibuat untuk memperlancar dan menunjang pertumbuhan gereja, sehingga gereja mengetahui apa yang seharusnya dilakukan dan ke mana arah perjalanan atau pertumbuhannya. Tata dan Pranata Gereja menjadi salah satu sarana agar warga dan masyarakat umum mengetahui jati diri gereja.

Yang pertama direvisi adalah Tata Gereja. Itupun belum seluruhnya bisa ditangani pada tahap ini. Pokja mulai bekerja Oktober 2008 terbagi dalam empat subtim. Yang akan diajukan dalam Sidang Istimewa Majelis Agung 19 s.d. 22 Februari 2009 di Batu adalah hasil revisi Tata Gereja lengkap, mulai Pembukaan sampai Bab I-X antara lain Pembukaan, Kepercayaan, Visi dan Misi GKJW, Asas Bermasyarakat, Warga, Majelis-majelis, Berbangsa dan Bernegara, Wujud Nyata GKJW, serta Harta Kekayaan dan Keuangan, dengan memori penjelasannya.

Sebelum materi revisi diajukan ke persidangan, Pokja mengadakan pertemuan dengan Pelayan Harian Majelis Agung (PHMA) dan menyelenggarakan seminar jika waktu mencukupi. Revisi Tata Gereja yang disahkan nanti akan menjadi dasar Pokja melaksanakan revisi Pranata Gereja. Dalam organisasi umum tata dan pranata disebut anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.

Para anggota kelompok kerja ini adalah Pdt. DR. Bambang Ruseno Utomo, M.A., Ny. Widhiyanti, S.H., Pdt. Em. Srisanto, M.A., Pdt. Ari Mustyorini, S.Si., Widyo Kustantono, S.H., Pdt. Puspo Garjito, S. Si., Ny. Sulistiyani Sri Hadijanto, Pdt. Bambang Margono, S. Th., Pdt. Drijandi L. Sigilipoe, S. Th. Drs. Wardhani Tjiptowardono, Pdt. Iman Santoso Puro, S.Th. (Ketua MA, ex. officio) dan Pdt. Tjondro F. Gardjito, S. Th. (Sekum MA, ex. officio).

Ketua dan Sekretaris Pokja memimpin rapat pleno Pokja Revisi Tata dan Pranata GKJW

Ketua dan Sekretaris Pokja memimpin rapat pleno Pokja Revisi Tata dan Pranata GKJW

e-mail artikel ini e-mail artikel ini
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

17 Comments »

  1. Semoga bukan hanya di revisi tapi juga benar-benar di sosialisasi dan diimplementasi.

  2. Percuma mau direvisi berapa kalipun kalau tidak diterapkan. GKJW ini gereja gerakan warga(katanya sih…) tapi mana perhatian terhadap warga??? Tata Pranata sudah dianggap seperti “buku suci” bagi sebagaian besar warga “senior” di GKJW sehingga perkembangan keadaan yang tidak sesuai dengan tata pranata akan dianggap menyimpang dan salah padahal belum tentu. Jangan hanya rapat, rapat, dan rapat saja kerjaannya, tapi gak ada implementasi nyatanya di jemaat. Banyak aturan main tapi penerapan nihil.

    Matur nuwun,

    bayu.

  3. salam
    to admin
    saya tidak tahu isi tata pranata yang di maksud
    mana yang harus direvisi dan tidak

    sebaiknya isi pranata disertakan sehingga tahu point mana yang direvisi

    [Yang pertama direvisi adalah Tata Gereja. Itupun belum seluruhnya bisa ditangani pada tahap ini. Pokja mulai bekerja Oktober 2008 terbagi dalam empat subtim. Yang akan diajukan dalam Sidang Istimewa Majelis Agung 19 s.d. 22 Februari 2009 di Batu adalah hasil revisi Tata Gereja lengkap, mulai Pembukaan sampai Bab I-X antara lain Pembukaan, Kepercayaan, Visi dan Misi GKJW, Asas Bermasyarakat, Warga, Majelis-majelis, Berbangsa dan Bernegara, Wujud Nyata GKJW, serta Harta Kekayaan dan Keuangan, dengan memori penjelasannya.]

    lihat keterangan admin saya bertanya ? sangat
    berarti AD/ART gkjw dirubah, kok bisa ? luar biasa kalo begitu
    gkjw kemana langkahmu?
    siapakah aku? ternyata aku tak tahu

    to admin saya bangga
    informasi bukan untuk menghancurkan tapi membangun
    informasi bukan untuk membunuh tapi menghidupkan

    majulah terus lihat dengar rasa
    trimakasih atas cintamu buatku [gkjw]

  4. @agung: Kami tidak berwenang menjawab detail revisi Tata Pranata yang anda tanyakan. Kami hanya bisa menginformasikan bahwa Tata Pranata ditinjau setiap 10 tahun sekali untuk disesuaikan dengan perkembangan zaman dan tugas panggilan gereja.

  5. salam

    lakukanlah penelitian
    jika tidak tahu isi mana yang dirubah ,maka sama saja beli kucing dalam karung

    sebagai jemaat, saya ya perlu tahu

    agung
    sukolilo sby

  6. @agung: Sudah kami sampaikan bahwa kami tidak berwenang memuat secara detail apa yang direvisi mengingat situs ini bukan situs resmi GKJW. Kami sarankan anda untuk mendiskusikan dengan pendeta, atau orang-orang yang menjadi utusan jemaat mengikuti Sidang MD atau MA. Bisa juga menunggu sosialisasinya setelah disahkan.

  7. wah .. pak adi masuk tipi .. eh koran .. eh website …

  8. Tata Gereja atau tata pranata memang perlu direvisi dalam jangka waktu tertentu. Tapi sebaiknya ada pengertian bahwa tata gereja itu bukan sebagai alat untuk menghakimi (seperti orang Farisi), apalagi untuk antem-anteman. Menurut saya GKJW cukup kuat kekeluargaannya. Jadi setiap masalah di Gereja tidak harus diselesaikan dengan tata gereja, mbok sebisa mungkin dibicarakan dulu secara kekeluargaan. Contoh terakhir di GKJ, Tata Gereja dan Tata Laksana yang baru semakin tebal, tetapi semakin menimbulkan banyak masalah, ya karena itu tadi … buat antem-anteman. Hehe… Tuhan Yesus pun dalam menasihati dan menyelesaikan masalah jarang sekali pakai hukumnya orang Yahudi yang beratur-ratus pasal itu.
    Semoga Tata Pranata GKJW yang baru dijauhkan dari rasa ingin mengatur segalanya dengan detail, apalagi untuk kepentingan penguasa. God Bless GKJW !

  9. Saya melihat team revisi ini sudah bekerja, dan saya percaya : mereka bersungguh-sungguh demi GKJW. Tentu semuanya tidak lepas dari kekurangan, pun juga mungkin tidak bisa muruti 1 orang/kelompok saja, sebab GKJW ini bukan milik satu-dua-atau lebih orang/kelompok, namun kita hayati milik TUHAN sendiri. Kalaupun ada kekaburan di sana-sini, ada ketidak-setujuan di sana-sini, mari kita mencoba tidak ‘minteri’, apalagi ‘ngremehne panggawene dulur dewe’. Namun mari kita beri masukan yang berarti, lewat mekanisme yang bisa ditanyakan pada yang berwenang. Mengapa demikian ? Semoga saya salah, namun kadang kita ini (saya kadang juga begitu, karena itu ini menjadi sebuah pengakuan dosa juga) kok ya katanya ‘wong jawa’, tapi ora rukun. Rukun sih, tapi di belakang saling menelikung dan menghabisi. Rukun, tapi kalau sudah kepentingan-ku, politik-ku, kewenanganku, terganggu, ‘mengko dhisik’. Lalu mulailah saling adu pinter, adu omongan, mungkin juga…. adu ayat ! mbok ya jangan begitu… ada haleluya, saudara ?
    Persoalan jatidiri GKJW, mau diubek-ubek sampai ke mana juga, menurut hemat saya, hanya terdiri dari 3 kata saja : GREJA, KRISTEN, dan JAWI WETAN. Sejauh revisi Tata-pranata itu selalu menuju pada 3 kata itu (yang tentu setiap penterjemahan selalu ada kekurangan), kok ya janganlah kita menuntut semua sepemahaman dengan kita. maju ya tentu boleh maju, tapi lha kalau semua ingin pemahamannya manut pada pemahamannya (kelompoknya) sendiri, ganti saja GKJW menjadi : Greja Ku Jan Wangun !
    To admin, maaf kalau agak nyelekit. Karena,saya bukan super, saya juga bukan star. Kalau digabungin, saya bukan orang pinter, apalagi orang mblasar. Saya cuma orang yang kadang prihatin, melihat suasana dan berita yang diharap menyukacitakan, namun malah menduka-citakan. Saya cuma orang yang kadang prihatin, melihat banyak orang pandai, saling bercuriga satu sama lain, dengan dalih ingin memajukan Gereja Tuhan.

    Semangat terus, GKJW !

    -Lintang di situbondo-

  10. tata pranata memang penting dan sangat penting..tetapi akan mubazir dan tidak bermanfaat ketika tata pranata hanya sebagai pedoman saja tanpa adanya penerapan…. gkjw harus segera berbenah diri dan harus dimulai dari MA, MD, dan Majelis-2 Jemaat nya untuk dapat dirasakan PELAYANANNYA oleh WARGANYA…….. Kelemahan GKJW selama ini adalah merupakan GEREJA yang sudah mapan sehingga merasa tidak perlu ada tugas penggembalaan apa lagi pencarian DOMBA yang hilang sehingga terkesan menjadi PEMALAS karena anggaran sudah tidak perlu mikir…
    MA secara rutin tinggal panen dana demikian juga MD dan juga JEMAAT tinggal mengumpulkan PERSEMBAHAN tanpa ada beban PELAYANAN yang dapat dibutuhkan oleh jemaatnya…Contoh Kongkrit bahwa budaya pembinaan warga dalam hal perkunjungan saja sudah saling melempar tugas…OPO TUMON..??
    PERTANYAANNYA sekarang : APA yang telah dilakukan oleh MA,MD maupun Majelis Jemaat…?? Ya seperti diatas jawabnya hanya bisa : R A P A T… dan R A P A T…!! Dan apa yang dilakukan jemaatnya..? Hanya Rutinitas Ibadah.. selebihnya hampir tidak ada yang menyentuh perintah YESUS tentang tugas penginjilanNya… HALLO GKJW…..???

  11. hehe yoopo se?!durung direvisi kok wis dikomentari-merdeka!

  12. *)kalau saya menulis di website ini dengan menggunakan nama dan jabatan gerejawi saya, berarti saya menulis bukan atas nama admin, melainkan pribadi diri sendiri…semoga ga salah memahami…

    saya setuju dengan cdj: hehe yoopo se?!durung direvisi kok wis dikomentari-merdeka!, senyampang kita belum menerima sosialisasi hasil revisi itu…

    untuk pak Sumarsono S.Sos sebenarnya saya mengiyakan fakta yang panjenengan kemukakan dan saya refleksikan & memperbaiki diri sebagai pendeta GKJW, tapi sayang diakhir kalimat ada “sapaan” atau “gugatan” : HALLO GKJW…..??? kalo panjenengan berkenan saya menanggapi secara tertulis di website ini (terkait sapaan itu)maka akan saya lakukan, namun jika tidak berkenan ya tidak akan saya lakukan…

    terimakasih untuk pak Lintang yang menyatakan keprihatinannya: “Saya cuma orang yang kadang prihatin, melihat banyak orang pandai, saling bercuriga satu sama lain, dengan dalih ingin memajukan Gereja Tuhan.” Puji Tuhan sampai saat ini saya tidak pernah merasa termasuk golongan orang pandai, namun apa boleh ikut berdalih ingin memajukan gereja Tuhan?

    untuk mas agung dan mas bayu: kapan ke sitiarjo dan bojonegoro lagi? ngirim bantuan banjir…kita bisa diskusikan lagi masukan2 cerdas sampeyan itu…kalo masih berkenan lho…

    jadi mangga kalau ingin terus berdiskusi tentang revisi tata pranata ini, lebih baik lagi kalau kita kuasai dulu apa yang akan direvisi ini (Tatanan yang ada dalam Tata dan Pranata 1996), masih ada dan banyak waktu kita yang ingin memberikan masukan maupun refleksi penerapan Tata dan Pranata GKJW selama ini…jangan pernah menyerah untuk melakukan itu walau mungkin sangat lambat perubahan yang ingin kita capai terjadi…

  13. Ini sudah lewat Sidang MA
    Kapan nih Tata Pranata di sosialisasikan

    Salam

    Negari
    GKJW Sidoarjo

  14. SAYA SANGAT SETUJU ADA REVISI TATA PRANATA KARENA SEIRING PERUBAHAN JAMA GKJW JUGA HARUS SELALU BERDINAMIKA KARENA ITU TUNTUTAN JAMAN DAN UNTUK KEBUTUHAN PELAYANAN KITA BERSAMA KHUSUSNYA WARGA GKJW… SAYA YAKIN PARA PENYUSUN/PERUMUS REVISI TATA PRANATA ADALAH ORANG-ORANG YANG SUDAH MUMPUNI DIBIDANGNYA MASING-MASING… MARI KITA DOAKAN BERSAMA AGAR TATA PRANATA YANG BARU SETELAH REVISI DAPAT MENGAKOMODIR KEBUTUHAN WARGA GKJW.. SEMOGA …GBU

  15. salam sejahtera,

    Untuk tim Pokja mohon agar batasan usia untuk calon penatua/diaken diberi penegasan,misalnya 65 tahun atau berapa yg intinya agar terjadi proses regenerasi di GKJW.

  16. Bermasyarakat tidaklah mudah duduk didalam sebuah organisasipun juga tidaklah ringan beban yang harus ditanggung, namun alangkah indahnya kalau kita satu sama lain saling menghargai pendapat yang berbeda, dikarenakan Tubuh itu cuma satu namun banyak anggota dan masing masing anggota punya tugas masing masing. Disinilah kita dituntut untuk belajar saling menghargai bukan menghakimi karena menghakimi adalah Hak Tuhan pribadi janganlah kita memposisikan diri kita sama dengan Tuhan karena akan KUALAT, alangkah indahnya kalau kita BISO RUMONGSO NANGING OJO RUMONGSO BISO
    JER MANUNGSO KUWI SAK DERMO NGLAMPAHI KARSANE SANG HYANG DUMADI
    Hanya kepada Tuhan dun untuk Tuhan sajalah segala Kemuliaan selamat bekerja dan membuat keputusan yang dapat diterima oleh semua pihak
    dan yang paling penting
    Diputuskan dilaksanakan dan di implementasikan didalam kehidupan sehari hari

  17. Ayem wonten ing Gusti Yesus,
    Dumateng sadaya warganing Pasamuwan Kristen Jawi Wetan kula ngaturaken “Sugeng Natal 2009 lan Sugeng Warsa Enggal 2010, mugi raos gemah ripah loh jinawi saking Gusti Yesus tansah rumaket wonten ing manah panjenengan sadaya”
    Kula Suprandene warga GKJW Pasamuwan Tumpuk, kula dados warganing Pasamuwan GKJW nembe wiwit ing tahun 2003, 24 tahun saderengipun kula dados warganing Gereja Kristen Indonesia.
    Ngenani Tata lan Pranata gereja menawi dipun bandingaken anataraning GKJW lan GKI bobotipun tebih sanget wiwit isi ngantos dumugi ing pelaksananipun. Menawi panjenengan sami kepingin mangertosi Tata lan Pranata GKI bukunipun saged dipun pundut wonten ing saben toko buku kristen.
    Sanaosna mekaten kula tansah tut runtut wonten ing GKJW, kula kinten boten lepat menawi kula nyonto dumateng Adipati Karna “…sae lan botenipun GKJW, GKJW punika tetep pasamuwan kula.”
    Kula yakin yen owah-owahan ingkang dipun rancang boten owah gingsir saking Tata lan Pranata ingkang lami langkung-langkung saking Kitab Suci amargi Tata lan Pranata Greja punika “penyederhanaan” saking Kitab Suci.
    Pancen wonten tetiyang ingkang gadah pemanggih yen Tata lan Pranata punika kados-kados “Kitab Suci” ingkang boten saged dipun “tafsiraken” benten. Pramila punika boten sakedik pasamuwan ingkang ruwet amargi namung beda tafsir Tata lan Pranata.
    Kula gadah usulan ngenani owah-owahan isinipun Tata lan Pranata GKJW -mugi-mugi saged dados wacananipun para Pengageng GKJW, amargi usulan kula punika nganeh-nganehi lan sampun celak sanget kaliyan Sidang Majelis Agung dados kula yakin saestu yen boten bade saged mlebet ing pembahasan langkung-lakung kula tiyang enggal ing GKJW- inggih punika :
    1. Supados saben Bab lan Ayat wonten acuan Ayating Kitab Suci, supados menawi wonten beda pemanggih ing satunggaling pasamuwan saget wangsul dateng Kitab Suci.
    2. Dipun wontenaken “Skema secara garis besar” punapata ingkang dipun mot wonten ing Tata lan Pranata. Kanti mekaten warga langkung sekeca anggenipun mangerteni isinipun Tata lan Paranata.
    3. Wontenipun Bab ingkang momot aturan JAPEN ingkang rinci, kanti mekaten ngentengaken Pepanthan anggenipun ngrencana minggah dateng Capas utawi Pasamuwan.
    4. Wontenipun Hak Warga, amargi wonten ing Tata lan Pranata lami warga namung gadah kuwajiban, ingkang gadah hak namung Pendeta lan Majelis Agung.
    5. Kedah wonten bab ingkang ngatur ngenani AJARAN MINTURUT GKJW kanti ceta, amarga paham sapunika GKJW “mengharamkan” pengkotbah saking greja sanes sanaosken saking greja seazas, kuwatir ngrisak ajaran. Boten wonten ingkang saged mangsuli menawi dipun tangkleti ajaran ingkang pundi ingkang rusak.
    6. Bab ingkang momot Harta Kekayaan Gereja dan Keuangan Gereja kedah dipun ewahi, amargi pelaksanaanipun sapunika kados ngelola “perusahaan komersial” kanti mekaten wontenipun greja punika gerakan warga saget dipun tampi kanti leres.
    7. Perlunipun wontenipun Bab ingkang momot “Pemanggilan Pendeta oleh warga”. Tata lan Pranata lami warga boten gadah HAK, ingkang gadah Hak namung Majelis Agung lan Pendeta.
    Kula kinten semanten rumiyin usulan kula, mugi kanti usulan punika saged dados wacana wonten ing GKJW.
    Kula kepingin sanget saget tukar kawruh kaliyan sinten kemawon warganing GKJW, panjenengan saget kintun serat elektronik dateng kula kanti alamat wong_tumpuk@yahoo.co.id. Kula bade mangsuli serat panjenengan sami menawi panjenengan nyebataken jati diri panjenengan kanti jujur lan ceta.
    Saking kula
    Suprandene,
    Warga GKJW Jemaat Tumpuk.

Have your say!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>