wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Resep Kuno Harga Modern

21 April 2015 41 views No Comment Oleh

Bacaan: 1 Yohanes 4:7-21   |   Nyanyian: KJ 178
Nats:
“…jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.” (ay.12)

Industri wisata kuliner di Indonesia mulai beralih melihat peluang masa kejayaan resep kuno. Banyak caffe disulap dengan arsitektur tempo doeloe. Menu-menu juga ditawarkan dengan cara olahan kuno, misalnya kompor gas diganti dengan tungku arang, pembungkus alumunium foil atau plastik diganti dengan daun pisang. Ini membuat masakan dengan resep kuno jadi mahal. Makin langka makanan dengan resep kuno, makin mahal pula harganya.

Tampaknya, ajaran untuk hidup mengasihi juga mulai menjadi hal yang kuno saat ini. Semakin hari semakin langka dijumpai orang yang mengaku percaya kepada Tuhan Yesus untuk bersikap mengasihi secara tulus, otomatis, dan otentik seperti hukum kasih itu mula-mula diajarkan oleh Tuhan Yesus. “Resep kuno: mengasihi sesama” sudah mulai kehilangan citarasa alaminya. Saling mengasihi sudah terlalu modern dengan kombinasi kepentingan-kepentingan pikiran manusia. Sikap mengasihi menjadi sikap yang bersyarat. Lambat laun, sikap mengasihi sesama yang original bisa menjadi punah. Sekaranglah saatnya untuk segera mengembalikan fungsi mengasihi sesama sebagai sebuah sikap yang murni dan tanpa syarat. Jika Allah sudah sedemikian mengasihi kita dengan cuma-cuma, lalu mengapakah kita harus jual mahal untuk mengasihi sesama?

Benar, tidak mudah memberlakukan hidup secara konsisten untuk mengasihi sesama tanpa syarat. Namun, ketika kita berhasil mengerjakan perintah Allah yang sulit itu, maka ada sukacita besar dalam hidup kita. Mengolah masakan dengan cara tradisional, biasanya lebih sulit dan memakan waktu lebih lama, namun cita rasanya akan lebih nikmat dibandingkan dengan masakan yang diolah secara moderen dan cepat. Demikianlah mengerjakan hidup saling mengasihi, mungkin akan terasa sulit dan membutuhkan banyak waktu untuk setia melakukannya. Namun semuanya itu akan menghasilkan cita rasa kehidupan yang penuh dengan damai sejahtera. [dee]

“Memurnikan kembali kebiasaan hidup saling mengasihi adalah jalan menuju kenikmatan hidup yang sejati.”

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.