wordpress com stats plugin
Home » Pemahaman Alkitab

Pemahaman Alkitab

 

APRIL 2016 (I)

 

Bacaan: Wahyu 1: 4-8
Tema   :
Hidup Baru yang Baik dan Penuh Damai

 

Pengantar

Bacaan ini merupakan pembukaan surat Yohanes kepada tujuh Jemaat di Asia Kecil, yang berbicara tentang orang “yang datang di atas awan-awan” (ay. 7). Sesudah mereka diberi karunia dan damai sejahtera dari Yesus Kristus yang telah diangkat menjadi penguasa atas semua raja di bumi ini, surat Yohanes dilanjutkan dengan himne tentang Kristus (ay. 5b-6), kemudian nubuat tentang kedatangan Kristus (ay. 7) dan firman Allah (ay. 8). Urutan tiga unsur ini mungkin mencerminkan urutan liturgis. Himne tetang Kristus, memuji karya keselamatan-Nya di antara kita. Berkat itu kita telah menjadi raja dan imam bagi Allah. Nubuat tentang kedatangan Kristus di atas awan-awan berbalik dari kita yang diselamatkan kepada orang yang tertuduh, dan membicarakan hukuman terakhir. Segala bangsa yang melawan Kristus akan diadili oleh-Nya. Akhirnya, firman Allah sendiri mengatakan, bahwa Ia melingkupi dan menguasai segala-galanya dari permulaan sampai akhir.

 

Isi Pesan

Bagian ini dimulai dengan pembukaan baku dari sebuah surat. Sekali lagi, berbagai kesaksian merupakan latar belakang dalam surat-surat mendatang. Yohanes adalah juru bicara bagi Allah dan Yesus. “Kasih karunia dan damai sejahtera” merupakan salam yang biasa di kalangan umat Kristen Perdana untuk membuka sebuah surat. Ayat terakhir akan muncul lagi dalam berkat penutup: “Kasih karunia dari Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian” (Wah.  22: 21). Salam berakhir dalam ay. 5a. Hal ini diikuti dengan sebuah doxologi (= untuk memuliakan nama Allah), yakni ay. 5b -6, dan dua nubuat kenabian.

Untuk keseimbangan daftar sebutan dikemukakan nama-nama dari pengirim surat, yaitu Allah dan Yesus Kristus. Meskipun ungkapan baku untuk yang ilahi adalah “yang sekarang ada, dulu ada dan akan selau ada”, Allah digambarkan sebagai “Dia yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang.” Penyebutan ketujuh roh di hadapan takhta mempergunakan gambaran liturgi Yahudi. Ketujuh roh ini dapat ditafsirkan dalam berbagai kemungkinan: tujuh malaikat agung, tujuh mata Allah (demikian yang dinyatakan dalam Za. 4: 10), tujuh cahaya (seperti dalam apokaliptik Yahudi, II Henokh 6: 11). Tiga bagian nama Yesus sejajar dengan nama Allah. “Saksi yang setia” dapat menunjuk kepada semua kesaksian Yesus dan tidak hanya kematian-Nya, karena Wahyu kerap kali menggunakan kata “saksi” dalam arti yang lebih umum.  “Yang pertama bangkit dari antara orang mati” mengacu kepada kebangkitan Yesus. Ungkapan ini muncul dalam madah untuk merayakan peranan kosmis Yesus dalam Kol 1: 18. Akhirnya, “yang berkuasa atas raja-raja bumi ini” mulai memperkenalkan tekanan politik dari pesan ini. Yesus sudah memerintah mereka yang mempergunan kuasa mereka untuk mengganggu para pengikut-Nya. Doxsologi yang mengikuti ay. 5a, mengajak orang-orang Kristen untuk memuliakan Yesus karena keselamatan yang telah mereka terima. Doxsologi dan malah pujian merupakan bagian penting dalam pandangan kenabian kitab Wahyu. Mereka mengajarkan orang Kristen bahwa mereka telah berhutang terima kasih kepada Allah untuk kemenangan dan penebusan-Nya. Mereka tidak perlu lagi menantikan kemenangan sampai kehancuran akhr dari kejahatan.

Dua ucapan kenabian menutup bagian ini. Yang pertama merupakan gabungan dari Dan. 7: 18 dan Za. 12: 10. Umat Kristen Perdana mempergunakan ucapan ini sebagai nubuat penghakiman melawan mereka yang menolak Yesus (Mat 24: 30, Yoh. 19: 37). Ramalan penghakiman seperti ini mempunyai perspektif ganda, karena mereka juga menunjuk kepada keselamatan yang dijanjikan kepada kaum beriman. Wahyu sendiri harus dibaca dengan perspektif ini. Penghakiman melawan kejahatan dan kekuatannya menjanjikan keselamatan bagi mereka yang setia.

Ucapan terakhir mengingatkan pendengar bahwa pewahyuan ini berasal dari Dia yang sungguh Allah. Wahyu menggunakan “Alfa dan Omega(huruf pertama dan terakhir dalam abjad Yunani), bagi Allah dan Kristus (Wah. 1: 17, 2: 8, 21: 6, 22: 13). “Yang Mahakuasa” adalah sebutan ilahi (4: 8, 11: 17, 15: 8, 16: 7, 14, 19: 6, 15: 21-22). Itu menampilkan Allah sebagai Raja berhadapan dengan kuasa yang diklaim oleh kerajaan dalam penglihatan kelak. Gambaran liturgis dari bagian ini menjelaskan bahwa pewahyuan ini datang dengan seluruh kuasa Allah.

 

Pertanyaan Untuk Digumuli

Yesus bukanlah seorang penguasa politis, yang menaklukan musuh-musuh-Nya dengan cara kekerasan. Dalam arti ini Yesus tidak maju, kerajaan-Nya bebas dari segala paksaan, tetapi berkembang dalam suasana yang penuh damai.

Bagaimana dengan fenomena akhir-akhir ini, yang dikembangkan oleh kelompok ekstrem, yang bertujuan memaksakan diri agar bisa diterima oleh masyarakat?

Pdt. Didik Prasetyoadi M.

 

APRIL 2016 (II)

 

Bacaan: Kisah Rasul-rasul  10: 44-48
Tema   :
Hidup Baru yang Baik dan Penuh Damai

Pengantar

Pencurahan Roh Kudus kepada bangsa pagan (non Yahudi) dalam Kisah 10, sangat mirip dengan Pentakosta pertama sepeti yang dikisahkan dalam Kisah Rasul 2. Orang-orang Yahudi bersama Petrus keheranan bahwa orang pagan menerima karunia Roh Kudus yang sama seperti mereka. Orang-orang pagan juga berbicara dalam bahasa-bahasa dan memberitakan mujizat Allah, seperti para rasul. Perbedaannya ialah Pentakosta pertama yang terjadi atas 120 orang tidak menyebutkan adanya air baptis. Setiap orang, sebagaimana 120 orang yang menerima Roh Kudus juga dibaptis sebagai tanda penerimaan dalam jemaat (10: 47-48). Namun, sekali lagi Allah mengambil prakarsa. Tidak seorang pagan pun yang tidak sunat dibaptis, sampai Allah menunjukkan dengan tanpa kelihatan dari bahasa bahwa ia sudah diberi Roh Kudus.

Pemberian Roh Kudus kepada orang pagan mirip dengan apa yang terjadi “pada permulaan” pada waktu  Pentaosta (11: 15). Ini juga untuk memenuhi nubuat Yesus dalam Kisah 11: 16, bahwa “…kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus”.

 

Pertanyaan untuk digumuli

  1. Saat ini Gereja membutuhkan tenaga yang mempunyai kesadaran tinggi, yang berani menerima Roh Kudus dan mentaati bimbingan-Nya. Gereja membutuhkan orang-orang yang berani berpetualang dengan Kristus di daerah yang tidak terkenal, di lapangan hidup yang tidak teratur, di tengah-tengah dunia yang korup, di tengah-tengah dunia yang jauh dari rasa adil dsb. Orang harus berani menjadi “alat” Roh, yang membiarkan dirinya menjadi tanda kerahiman Allah, yang mampu membawa kebahagiaan dalam kasih. Sanggupkah kita?

 Pdt. Didik Prasetyoadi M.

MEI 2016 (I)

 

Bacaan            : Kisah Para Rasul 16: 16-34
Tema               : Roh kudus  memberdayakan

 

Pengantar

Sebagai petikan dari Kisah Para Rasul, bacaan kita ini berkisah tentang roh tenung dalam diri seorang perempuan. Kemampuan tenung (membaca masa depan/ ramalan) dari budak perempuan ini membuat sejumlah pemiliknya memperoleh keuntungan besar. Dari perolehan keuntungan yang didapat oleh tuan-tuan perempuan ini, kita dapat menyimpulkan bahwa akurasi ramalan dari perempuan ini cukup tinggi.

Dari hal tersebut kita dapat membaca bahwa ketika perempuan itu mengikuti rombongan Paulus dan mengatakan bahwa “Orang-orang ini adalah hamba Allah Yang Mahatinggi. Mereka memberitakan kepadamu jalan kepada keselamatan.” (Ayat 17 ), maka hal tersebut sebenarnya membawa keuntungan tersendiri bagi Paulus dan rekan-rekannya. Namun demikian setelah beberapa hari Paulus menjadi tidak tahan. Pada ayat 18 tertulis demikian: “Hal itu dilakukannya beberapa hari lamanya. Tetapi ketika Paulus tidak tahan lagi akan gangguan itu, ia berpaling dan berkata kepada roh itu: “Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini.” Seketika itu juga keluarlah roh itu.”

Inilah keunikan bacaan ini, Paulus tidak ditulis “berpaling dan berkata kepada perempuan itu” tetapi dikatakan “berpaling dan berkata kepada roh itu”. Dapat kita simpulkan bahwa perempuan itu tak begitu berperan dalam bacaan ini, hal ini dapat kita lihat dari:

  1. Paulus lebih mengutamakan pada roh tenung yang menguasai perempuan, meski yang terlihat mengganggu adalah perempuan itu.
  2. Apa yang terjadi dan bagaimana kisah perempuan itu selanjutnya tidak diceritakan. Hal ini berbeda pada kisah tentang penjual kain ungu bernama Lidia yang diceritakan pada ayat-ayat sebelumnya.

Apa yang terjadi pada perempuan itu tak begitu penting. Tetapi apa yang kemudian dilakukan oleh orang yang menguasai perempuan itu berlanjut pada masuknya Paulus ke dalam penjara lebih diutamakan dalam bacaan kita.

 

Pertanyaan teks

  1. Kenapa kelanjutan kisah perempuan itu tidak begitu penting dalam bacaan ini?
  2. Hal-hal apa saja yang membuat perempuan dalam bacaan kita menjadi tak berdaya ?

 

Pertanyaan reflektif

  • Dalam kehidupan masa kini adakah cerita tentang perempuan yang tidak berdaya, dikuasai dan mendatangkan keuntungan bagi orang lain? Sebutkan dan ceritakan!
  • Dalam kisah anda tentang perempuan dan sistem yang membuat perempuan tidak berdaya, manakah yang menjadi fokus? Perempuan atau sistem yang membuat perempuan tak berdaya?
  • Bagaimana sikap kita terhadap sistem yang merugikan dan membuat seseorang tak berdaya?

 

Penegasan

Paulus dengan jeli melihat bahwa perempuan “yang mengganggu” itu adalah bagian dari sistem dan roh yang tak terlihat. Ketika Paulus kemudian membebaskan perempuan itu dari roh tenung, hampir secara otomatis penguasaan tuan-tuan atas hamba perempuan itu menjadi tidak berarti. Hal ini membuat Paulus masuk penjara. Namun demikian di tengah segala kesulitan tersebut, bukannya Paulus menjadi tidak berdaya, tetapi Paulus justru dipakai oleh Tuhan untuk menolong Kepala Penjara dan keluarganya serta menerima Tuhan Yesus dalam hidup mereka.

Pada masa kini, kisah ini mirip dengan cara masyarakat memandang seorang perempuan penjaja seks komersil. Perempuan-perempuan itu dibenci, dikucilkan dan bahkan seringkali dipandang rendah. Sedangkan sistem yang membuat perempuan-perempuan itu tidak berdaya seringkali tidak ter-evaluasi.

 

Pdt. Dadi Wirawan

MEI 2016 (II)

 

Bacaan            : Roma 8: 14 – 17
Tema               : Anak-anak Allah yang Menjadi Berkat

 

Pengantar

“Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.” Ayat yang singkat dari bacaan kita, namun hal ini menjadi ciri khas dari anak Allah yaitu dipimpin oleh Roh Allah. Roh Allah itu juga membuat kita menerima bahwa Allah adalah Bapa kita dan membebaskan kita dari ketakutan.

Disebutkan juga bahwa anak-anak Allah ini adalah ahli waris janji-janji Allah sebagaimana Yesus Kristus, maka kita juga dipanggil untuk ikut bersama dengan Yesus Kristus dalam derita salib dan kemudian menerima kemuliaan juga bersama dengan Dia.

Dalam hal ini Roh Allah mencairkan hubungan antara manusia dengan Allah. Roh Allah yang memimpin pada hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan, sehingga hubungan bukan menjadi Tuhan –Hamba, melainkan Bapa– Anak. Kedekatan atau kemesraan inilah yang membuat anak-anak Allah merasa bahwa tempatnya hanyalah bersama dengan Yesus dalam suka dan duka salib.

Hal ini juga yang menjadi tantangan dalam hidup anak Allah, jika Kristus menderita dan mati dikayu salib, juga bangkit dan menerima kemuliaan untuk menjadi berkat yang agung bagi dunia, maka kita bersamaNya juga dipanggil untuk menjadi berkat bagi dunia ini.

Pertanyaan Teks

  1. Dari bacaan di atas apakah yang menjadi ciri khas dari anak-anak Allah?

Pertanyaan Reflektif

  1. Kehidupan beragama pada masa kini di Indonesia tidak sedikit terjadi terror yang memunculkan ketakutan, tempat ibadah ditutup, kekerasan dan sebagainya. Bagaimana sikap anak Allah dalam menghadapi hal ini?
  2. Banyak gereja dan juga jemaat yang takut karena resiko diteror untuk ikut serta dalam pelayanan sosial, pergaulan lintas agama, gerakan-gerakan untuk kemanusiaan. Bagaimana sikap saudara atas pendapat tersebut?

Pdt. Dadi Wirawan

Kata Kunci Artikel Ini:

pemahaman alkitab, Bahan Pemahaman Alkitab, pemahaman tentang alkitab, tafsiran yesaya pasal 15 dan 16, materi pemahaman alkitab, tafsiran yesaya 55 1-13, renungan gkjw 2016, Pemahamanalkitab com, pemahaman alkitab gkjw, pemahaman alkitab filipi 3:17-4:1

3 Comments »

  • Muryo Djajadi said:

    terima kasih, sudah menampilkan matery PA. menjadi amat baik bila penampilan PA secara rutin setiap bulan langsung dua matery. Tuhan memberkati

  • TRI WIDODO said:

    Terima kasih atas tayangan PA yang rutin.

  • dwidjo ss said:

    maturnuwun. materi bermanfaat untuk pelayanan di KRW. Tuhan Yesus memberkati.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.