wordpress com stats plugin
Home » Pemahaman Alkitab

Pemahaman Alkitab

APRIL I

 

Bacaan             : Yehezkiel 37:11-14.
Tema Bulan    : “Kekuatan Roh Mengajak Manusia Hidup Mulia”
Tema PA         : “Hidup Mulia: membangun kehidupan dalam pengharapan Tuhan”.

Tujuan             :

  1. Agar warga jemaat memahami arti ‘kering’ dalam kehidupan.
  2. Agar warga jemaat sadar bahwa ‘kering’ menjadi bagian dalam dinamika kehidupan.
  3. Agar warga jemaat tahu cara mengatasi masa ‘kering’ tersebut.

 

Keterangan Teks/Kitab:

‘Penglihatan di lembah tulang kering’.

Setelah sepuluh tahun berada di pembuangan, dan dengan hancurnya Yerusalem (pusat kehidupan keagamaan dan sosial), umat Israel merasa putus asa. Tidak semua janji yang diucapkan Yehezkiel tentang pemulihan dapat membangkitkan secercah harapan dalam diri para pendengarnya. Bangsa (umat) Israel ketika itu seolah telah kering dan mati. ‘Tulang-tulang kering’ menggambarkan hidup spiritual umat dalam kondisi mati. Tetapi Allah dapat mengambil tulang-tulang yang sudah kering sekali pun dan mampu mengubahnya menjadi bala tentara yang hidup. Yehezkiel sudah menjalankan perannya dengan memberitakan Firman Allah, tetapi Roh Allah yang memberi hidup. Israel akan dibentuk lagi dan akan hidup kembali. Kedua kerajaan yang sedang berperang akan menjadi satu bangsa di bawah satu raja, yakni Raja Daud yang baru (ayat 17 dst). Gambaran restorasi umat-Nya terjadi ketika mereka diperkenankan pulang kembali ke tanah perjanjian dari pembuangan (ayat 21 dst).

‘Tulang-tulang kami sudah menjadi kering…’ memberikan gambaran bahwa bangsa Israel yang hidup di pembuangan merasa seolah-olah harapan mereka telah tiada. Namun, Tuhan menyampaikan berita pengharapan. Sama seperti tulang belulang kering bangkit dari kematian, bangsa Israel pun akan bangkit lagi dan pulang kembali ke tanah airnya (lihat Yesaya 40:1-11; 49:8-12).

 

Realitas kehidupan kini dan penerapan:

Tema Bulan April 2014 adalah “Kekuatan Roh Mengajak Manusia Hidup Mulia”. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), ‘mulia’ mempunyai arti:

  • Tinggi (tentang kedudukan, pangkat, martabat), tertinggi, terhormat;
  • Luhur (budi dsb); baik budi (hati dsb);
  • Bermutu tinggi; berharga.

Allah melihat segala yang diciptakan-Nya dalam kondisi ‘sungguh amat baik’ (Kejadian 1:31). Nabi Yeremia menegaskan ulang, bahwa rencana Allah adalah rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan (Yeremia 29:11). Tuhan Yesus mulai membangun dan menyempurnakan hadirnya langit yang baru dan bumi yang baru (Wahyu 21:1).

Mengingat hal tersebut, maka konsentrasi dan prioritas kita hendaknya tertuju pada menjaga dan membangun agar kehidupan ini tetap dalam kondisi sungguh amat baik, dengan semakin terwujudnya damai sejahtera, dan dalam kesempurnaan Tuhan.

 

Metode:

Untuk memenuhi harapan dan tujuan di atas, maka perlu sebuah percakapan dinamis dalam PA ini, dengan menjawab dan menjelaskan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

  1. Menurut saudara, apa arti ‘kering’ dalam kehidupan saudara dan mengapa terjadi ‘kekeringan’ dalam kehidupan saudara?
  2. Bagaimana cara mengatasi ‘kekeringan’ tersebut?
  3. Apakah ada harapan tidak mengalami kekeringan jika saudara hidup dalam persekutuan dengan Tuhan? Bagaimana saudara mengusahakan agar tetap berada di dalam persekutuan-Nya?

Esha

 —

APRIL II

 

Bacaan             : I Petrus 1: 3-9.
Tema Bulan    : “Kekuatan Roh Mengajak Manusia Hidup Mulia”
Tema PA         : “Hidup Mulia: hidup dalam pengharapan, iman dan kasih”

Tujuan             :

  1. Agar warga jemaat memahami tujuan akhir kehidupan kita sebagai orang beriman kepada Tuhan Yesus Kristus.
  2. Agar warga jemaat menyadari bahwa berbagai cobaan yang terjadi menjadi bagian proses yang mendewasakan kita.
  3. Agar warga jemaat memiliki semangat ikut serta mewujudkan hidup mulia dalam pengharapan, iman dan kasih.

 

Keterangan Teks/Kitab:

Istilah ‘lahir kembali’ menunjuk pada kelahiran rohani (regenerasi) karya Roh Kudus yang membawa para orang percaya menjadi bagian keluarga Allah (ayat 3). Tuhan Yesus menggunakan konsep lahir kembali/baru ini saat Ia menjelaskan keselamatan kepada Nikodemus (Yohanes 3).

Petrus menawarkan sukacita dan harapan di saat-saat sulit, dan ia mendasarkan atas imannya pada apa yang Allah lakukan bagi kita dalam Yesus Kristus (ayat 3-6). Kita dipanggil ke dalam sebuah kehidupan pengharapan hidup kekal (1:3). Pengharapan kita tidak hanya bagi masa depan, sebab hidup kekal mulai saat kita percaya Kristus dan bergabung dalam keluarga Allah. Bukan soal apakah ada yang pahit atau cobaan yang kita hadapi dalam hidup ini, sebab kita tahu bahwa itu bukan akhir kehidupan kita, karena pada akhirnya kita akan hidup dengan Kristus selamanya.

Umat Yahudi melihat ke depan, ke warisan tanah perjanjian Kanaan (Bil.32:19; Ul.2:12; 19:9). Para orang Kristen sekarang melihat ke depan, ke warisan keluarga di kota kekal Allah. Allah menyediakan warisan dan hal itu tidak pernah bisa hilang, layu, atau rusak, dan warisan itu tak akan ternoda oleh dosa. Bagian terbaik adalah bahwa anda memiliki warisan itu jika anda percaya Kristus sebagai Penyelamat anda.

Allah akan menolong kita agar tetap beriman sekalipun melalui saat-saat sulit (ayat 5). ‘Waktu terakhir’ adalah hari pengadilan Kristus yang juga digambarkan di Roma 14:10 dan Wahyu 20:11-15. Kita mengalami cobaan, aniaya, atau kekerasan, kematian, tetapi jiwa kita tidak dapat dirusak jika kita menerima anugerah keselamatan Kristus. Kita tahu kita akan menerima ganjaran yang dijanjikan.

Mengapa para orang Kristen menjadi target penganiayaan ketika itu? (ayat 6). Sebab mereka:

  • Mereka menolak menyembah penguasa sebagai allah, karena itulah mereka dianggap sebagai atheis dan pengkhianat.
  • Mereka menolak sembahyang di kuil-kuil kafir.
  • Mereka tidak mendukung cita-cita penguasa Romawi, yakni kekuasaan dan penaklukan. Sebaliknya, penguasa Romawi mencemooh cita-cita orang Kristen, yakni pelayanan dan pengorbanan.
  • Mereka menolak budaya kafir yang tak bermoral.

Petrus menyebut penderitaan beberapa kali dalam suratnya ini (1:6-7; 3:13-17; 4:12-19; 5:9). Jika ia bicara tentang cobaan, ia tidak bicara tentang bencana alam atau hukuman Allah, melainkan respon dunia yang tak percaya pada umat beriman. Kita harus menerima cobaan semacam itu sebagai bagian dari proses menyaring, membuang kotoran/kenajisan, dan yang menyiapkan kita bertemu Kristus. Cobaan mengajar kita sabar (Roma 5:3-4; Yakobus 1:2-3) dan menolong kita untuk bertumbuh menjadi manusia yang Allah inginkan, yakni kuat iman dan bermanfaat bagi kehidupan.

 

Realitas kehidupan kini dan penerapan:

Tema Bulan April 2014 adalah “Kekuatan Roh Mengajak Manusia Hidup Mulia”. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), ‘mulia’ mempunyai arti:

  • Tinggi (tentang kedudukan, pangkat, martabat), tertinggi, terhormat;
  • Luhur (budi dsb); baik budi (hati dsb);
  • Bermutu tinggi; berharga.

Dulu, masyarakat Jawa mengenal tujuan hidup sebagai tercukupinya sandang, pangan, dan papan (tempat tinggal). Sebagian mengungkapkan tujuan hidupnya dengan ‘mung mampir ngombe’ (hanya mampir minum).

Masyarakat modern mengembangkan tujuan hidupnya sedemikian luas, sehingga justru tidak dapat membuat prioritas dan berkonsentrasi terhadap tujuan hidup yang hakiki.

Tema PA: “Hidup Mulia: hidup dalam pengharapan, iman dan kasih” menolong kita untuk dapat mengendalikan diri agar tujuan sejati kehidupan kita dapat terlihat dengan jernih dan kita dapat meraihnya.

 

Metode:

Percakapan dinamis dengan menjawab dan menjelaskan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

  1. Bagaimana saudara memahami dan menjelaskan tujuan akhir kehidupan saudara sebagai orang beriman kepada Tuhan Yesus Kristus?
  2. Dengan cara bagaimana saudara dapat tetap yakin bahwa berbagai cobaan yang terjadi sebagai bagian dari proses yang mendewasakan saudara?
  3. Apakah saudara masih memiliki semangat untuk ikut serta mewujudkan hidup mulia dalam pengharapan, iman dan kasih? Bagaimana merealisasikan semangat tersebut?

 

Esha

One Comment »

  • Muryo Djajadi said:

    terima kasih, sudah menampilkan matery PA. menjadi amat baik bila penampilan PA secara rutin setiap bulan langsung dua matery. Tuhan memberkati

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.