wordpress com stats plugin
Home » Pemahaman Alkitab

Pemahaman Alkitab

MEI 2016 (I)

 

Bacaan            : Kisah Para Rasul 16: 16-34
Tema               : Roh kudus  memberdayakan

 

Pengantar

Sebagai petikan dari Kisah Para Rasul, bacaan kita ini berkisah tentang roh tenung dalam diri seorang perempuan. Kemampuan tenung (membaca masa depan/ ramalan) dari budak perempuan ini membuat sejumlah pemiliknya memperoleh keuntungan besar. Dari perolehan keuntungan yang didapat oleh tuan-tuan perempuan ini, kita dapat menyimpulkan bahwa akurasi ramalan dari perempuan ini cukup tinggi.

Dari hal tersebut kita dapat membaca bahwa ketika perempuan itu mengikuti rombongan Paulus dan mengatakan bahwa “Orang-orang ini adalah hamba Allah Yang Mahatinggi. Mereka memberitakan kepadamu jalan kepada keselamatan.” (Ayat 17 ), maka hal tersebut sebenarnya membawa keuntungan tersendiri bagi Paulus dan rekan-rekannya. Namun demikian setelah beberapa hari Paulus menjadi tidak tahan. Pada ayat 18 tertulis demikian: “Hal itu dilakukannya beberapa hari lamanya. Tetapi ketika Paulus tidak tahan lagi akan gangguan itu, ia berpaling dan berkata kepada roh itu: “Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini.” Seketika itu juga keluarlah roh itu.”

Inilah keunikan bacaan ini, Paulus tidak ditulis “berpaling dan berkata kepada perempuan itu” tetapi dikatakan “berpaling dan berkata kepada roh itu”. Dapat kita simpulkan bahwa perempuan itu tak begitu berperan dalam bacaan ini, hal ini dapat kita lihat dari:

  1. Paulus lebih mengutamakan pada roh tenung yang menguasai perempuan, meski yang terlihat mengganggu adalah perempuan itu.
  2. Apa yang terjadi dan bagaimana kisah perempuan itu selanjutnya tidak diceritakan. Hal ini berbeda pada kisah tentang penjual kain ungu bernama Lidia yang diceritakan pada ayat-ayat sebelumnya.

Apa yang terjadi pada perempuan itu tak begitu penting. Tetapi apa yang kemudian dilakukan oleh orang yang menguasai perempuan itu berlanjut pada masuknya Paulus ke dalam penjara lebih diutamakan dalam bacaan kita.

 

Pertanyaan teks

  1. Kenapa kelanjutan kisah perempuan itu tidak begitu penting dalam bacaan ini?
  2. Hal-hal apa saja yang membuat perempuan dalam bacaan kita menjadi tak berdaya ?

 

Pertanyaan reflektif

  • Dalam kehidupan masa kini adakah cerita tentang perempuan yang tidak berdaya, dikuasai dan mendatangkan keuntungan bagi orang lain? Sebutkan dan ceritakan!
  • Dalam kisah anda tentang perempuan dan sistem yang membuat perempuan tidak berdaya, manakah yang menjadi fokus? Perempuan atau sistem yang membuat perempuan tak berdaya?
  • Bagaimana sikap kita terhadap sistem yang merugikan dan membuat seseorang tak berdaya?

 

Penegasan

Paulus dengan jeli melihat bahwa perempuan “yang mengganggu” itu adalah bagian dari sistem dan roh yang tak terlihat. Ketika Paulus kemudian membebaskan perempuan itu dari roh tenung, hampir secara otomatis penguasaan tuan-tuan atas hamba perempuan itu menjadi tidak berarti. Hal ini membuat Paulus masuk penjara. Namun demikian di tengah segala kesulitan tersebut, bukannya Paulus menjadi tidak berdaya, tetapi Paulus justru dipakai oleh Tuhan untuk menolong Kepala Penjara dan keluarganya serta menerima Tuhan Yesus dalam hidup mereka.

Pada masa kini, kisah ini mirip dengan cara masyarakat memandang seorang perempuan penjaja seks komersil. Perempuan-perempuan itu dibenci, dikucilkan dan bahkan seringkali dipandang rendah. Sedangkan sistem yang membuat perempuan-perempuan itu tidak berdaya seringkali tidak ter-evaluasi.

 

Pdt. Dadi Wirawan

MEI 2016 (II)

 

Bacaan            : Roma 8: 14 – 17
Tema               : Anak-anak Allah yang Menjadi Berkat

 

Pengantar

“Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.” Ayat yang singkat dari bacaan kita, namun hal ini menjadi ciri khas dari anak Allah yaitu dipimpin oleh Roh Allah. Roh Allah itu juga membuat kita menerima bahwa Allah adalah Bapa kita dan membebaskan kita dari ketakutan.

Disebutkan juga bahwa anak-anak Allah ini adalah ahli waris janji-janji Allah sebagaimana Yesus Kristus, maka kita juga dipanggil untuk ikut bersama dengan Yesus Kristus dalam derita salib dan kemudian menerima kemuliaan juga bersama dengan Dia.

Dalam hal ini Roh Allah mencairkan hubungan antara manusia dengan Allah. Roh Allah yang memimpin pada hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan, sehingga hubungan bukan menjadi Tuhan –Hamba, melainkan Bapa– Anak. Kedekatan atau kemesraan inilah yang membuat anak-anak Allah merasa bahwa tempatnya hanyalah bersama dengan Yesus dalam suka dan duka salib.

Hal ini juga yang menjadi tantangan dalam hidup anak Allah, jika Kristus menderita dan mati dikayu salib, juga bangkit dan menerima kemuliaan untuk menjadi berkat yang agung bagi dunia, maka kita bersamaNya juga dipanggil untuk menjadi berkat bagi dunia ini.

Pertanyaan Teks

  1. Dari bacaan di atas apakah yang menjadi ciri khas dari anak-anak Allah?

Pertanyaan Reflektif

  1. Kehidupan beragama pada masa kini di Indonesia tidak sedikit terjadi terror yang memunculkan ketakutan, tempat ibadah ditutup, kekerasan dan sebagainya. Bagaimana sikap anak Allah dalam menghadapi hal ini?
  2. Banyak gereja dan juga jemaat yang takut karena resiko diteror untuk ikut serta dalam pelayanan sosial, pergaulan lintas agama, gerakan-gerakan untuk kemanusiaan. Bagaimana sikap saudara atas pendapat tersebut?

Pdt. Dadi Wirawan

JUNI 2016 (I)

Bacaan  : Galatia 2:15-21
Tema   : Keluarga Kristen yang melayani

Keterangan Teks

Kitab ini adalah sebuah surat yang ditulis oleh rasul Paulus untuk jemaat di kota Galatia (sekarang di wilayah negara Turki). Orang-orang Galatia adalah orang-orang yang berasal dari suku bangsa Keltik yang masa itu tinggal di Asia Kecil. Surat ini ditulis oleh Paulus dengan alasan tertentu. Paulus diberitahu bahwa jemaat di Galatia dikacaukan oleh pengajaran yang sesat. Surat Paulus ini juga ditulis di tengah-tengah hangatnya pergumulan di komunitas Yahudi pada saat itu. Orang-orang Yahudi ingin men-Yahudi-kan segala jemaat dan mereka memasuki juga jemaat yang didirikan oleh Paulus. Hal ini mendapat perlawanan dari Paulus.

Setelah Injil tentang Yesus mulai diberitakan dan diterima di antara orang-orang bukan Yahudi, timbullah pertanyaan apakah untuk menjadi seorang Kristen yang sejati orang harus mentaati hukum agama Yahudi. Paulus mengemukakan bahwa hal itu tidak perlu. Sesungguhnya satu-satunya dasar yang baik untuk kehidupan Kristen adalah percaya kepada Kristus. Dengan kepercayaan itu hubungan manusia dengan Tuhan menjadi baik kembali. Tetapi orang-orang yang menentang Paulus telah datang ke jemaat-jemaat di Galatia, yaitu sebuah daerah di Anatolia Pusat di Asia Kecil. Mereka berpendapat bahwa untuk berbaik kembali dengan Tuhan, orang harus melaksanakan hukum agama Yahudi.

Orang Yahudi  itu mencoba meyakinkan orang-orang Galatia bahwa keselamatan harus dikerjakan dengan jalan menaati Hukum Taurat. Paulus pun mendapat cobaan dan tantangan dalam halam hal ini. Mereka sengaja melakukan hal tersebut untuk menghasut orang-orang Galatia untuk melawan Paulus, dengan menghasut kerasulannya. Paulus memang tidak diteguhkan menjadi rasul oleh rasul dan dia juga tidak menjadi murid Yesus ketika Yesus hidup. Bahkan Paulus tidak pernah melihat Yesus dengan mata kepalanya sendiri. Hal inilah yang dipertanyakan oleh orang yang menghasut. Dari isi surat Galatia ini, kita dapat menyimpulkan bahwa usaha tersebut hampir berhasil (1:6). Oleh karena itu, Paulus bereaksi dengan tegas, emosional, dan terus terang, tetapi juga memiliki argumen yang kuat.

Paulus berpendapat bahwa tuntutan agar orang-orang bukan Yahudi yang telah bertobat tunduk terhadap Taurat telah merusak pesannya bahwa manusia dibenarkan karena imannya di dalam Kristus, bukan karena melakukan Taurat.

Inti perkataan Paulus dalam Surat Galatia dan Roma yang mengatakan bahwa Allah menganggap orang yang percaya kepada Kristus sebagai orang benar hanya karena imannya, sekalipun ia adalah orang berdosa. Kebenaran diberikan kepadanya, dinyatakan sebagai orang benar oleh karena anugerah Allah. Paulus menolak paham yang menekankan Hukum Taurat. Para penentang Paulus menekankan agar orang-orang non-Yahudi yang menerima Yesus sebagai Mesias harus terlebih dahulu menjadi orang Yahudi dan menaati hukum-hukum yang dipaparkan dalam Kitab Suci. Sedangkan Paulus mempertahankan bahwa cerita Kitab Kejadian mengenai Abraham menunjukkan bahwa yang dituntut dari keturunan Abraham terutama adalah iman (3:8). Bagi orang-orang non-Yahudi yang bertobat, iman itulah yang mempersatukan mereka dalam Kristus (3:26).

 

Realitas Kehidupan Kini

Dari penjelasan teks di atas kita bisa merasakan adanya bau kesombongan dalam suatu komunitas yang menganggap dirinya lebih utama.  Keutamaan diri ini telah membuat orang Kristen Yahudi merasa bahwa ajaran Yahudi tetap adalah jalan keselamatan. Paulus menentang keras ajaran tersebut dan mengatakan bahwa keselamatan adalah anugerah karena iman. Kebanggaan berlebihan terhadap komunitas bisa membuat komunitas tersebut jatuh pada kesombongan yang menyulut perpecahan. Jemaat Galatia nyaris pecah karena adanya ajaran yang keliru tersebut. Surat ini hadir untuk mendampingi jemaat Galatia agar memahami kasih Allah  kepada umat-Nya melalui kehadiran Yesus Kristus.

Gereja juga seringkali pecah ketika ada orang-orang yang memiliki kebanggan yang berlebihan terhadap diri dan kemuliaan keluarga di masa lalu. Tidak dapat dipungkiri karakteristik GKJW pada umumnya adalah jemaat-jemaat yang berkembang karena penginjilan pribadi di daerah-daerah tertentu. Para keluarga pendiri suatu jemaat di GKJW, harus waspada terhadap godaan pemuliaan trah keluarga. Seringkali kenangan masa lalu dari kejayaan sebuah keluarga akan terus menjadi bayang-bayang yang dibawa pada masa sekarang. Mereka lupa bahwa jaman akan berubah. Konteks dan tantangan pada tiap jaman bisa berubah dan sangat berbeda. Ketika setiap sebuah keluarga menganggap bahwa konteks masa lalu dari leluhurnya adalah yang paling benar dan di luar itu tidak ada kebenaran, maka ia akan menolak perubahan. Tradisi yang dianggap warisan mulia keluarga dipertahankan meskipun sudah tidak mampu menjawab tantangan zaman demi menjaga kemuliaan trah  keluarga. Kondisi ini akan membuat sebuah jemaat rentan dengan perpecahan, karena masing-masing komunitas merasa bahwa warisan tradisi keluarganyalah yang paling utama.

Keturunan Abraham dipanggil untuk menjadi berkat bagi dunia (Kejadian 12:3). Bukan untuk sekedar menjadi yang mulia. Melalui kemuliaan yang diberikan Allah, mereka dipanggil untuk menjadi berkat. Kita semua para pengikut Kristus juga dipanggil untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Kristus telah lebih dahulu memberkati kita dengan anugerah keselamatan, maka kini saatnya kita menjumpai Yesus dalam wajah penderitaan orang-orang yang ada di sekitar kita. Keluarga kita adalah kekuatan bagi gereja untuk menjadi berkat bagi dunia. Inilah saatnya keluarga-keluarga Kristen dipanggil untuk menjadi berkat bukan berhenti pada kemuliaan keluarga yang menjadi sumber pemecah belah di dalam jemaat.

 

Pendalaman

  1. Menurut Saudara, adakah tantangan di dalam jemaat Saudara yang bisa menjadi sumber perpecahan dalam jemaat?
  2. Apakah yang bisa dilakukan oleh keluarga agar bisa menjadi berkat bagi kehidupan yang ada di sekitarnya?
  3. Apakah tantangan yang bisa dijumpai ketika keluarga ingin menjadi berkat? Bagaimana cara menghadapi tantangan tersebut?

 

-AM-

 —

 

JUNI II

 

Bacaan           : Yesaya 65:1-9
Tema               : Menjadi Anak Tuhan yang Setia

Keterangan Teks

“Yesaya” berarti “Tuhan adalah keselamatan” dan dia adalah nabi keselamatan. Namun, keselamatan dan penghakiman selalu bersama-sama dalam Alkitab; jika Anda tidak mau diselamatkan, maka Anda akan dihakimi. Oleh karena itu, Yesaya menggabungkan kedua tema ini: penghakiman (Yes 1:1-35:10) dan keselamatan (Yes 40:1-66:24). Kedua tema utama ini dipadukan dengan adanya bagian bersejarah tentang Raja Hizkia (Yes 36:1-39:8).

Yesaya menerima visinya pada masa pemerintahan empat orang raja yaitu Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia (Yes 1:1). Raja Uzia wafat pada tahun 740 sebelum Masehi (lihat Yes 6:1), dan Hizkia pada tahun 687 sebelum Masehi. Dengan demikian visi-visi Yesaya mencakup kurun waktu setengah abad.

Yesaya adalah seorang nabi, bukan semata-mata seorang pengkhotbah dan Kitab Yesaya merupakan buku nubuat, bukan hanya buku sejarah. Yesaya tidak hanya mampu menganalisis keadaan, tetapi juga mempunyai banyak visi. Nubuat mengatakan bahwa ada Allah yang mengetahui hari depan dan yang mengungkapkan sebagian rencana-Nya kepada para nabi.

Waktu Yesaya mulai bekerja, Israel sedang berada di ambang kehancuran. Tahun 722 sebelum Masehi kerajaan utara dengan kesepuluh sukunya dikalahkan oleh bangsa Asyur (2 Raj. 17). Tetapi kerajaan selatan, Yehuda, sedang menuju nasib yang sama. Secara sosial, politis mereka sudah rusak, demikian juga iman percaya mereka. Kerajaan utara telah dihukum dan musnah. Yehuda harus dihakimi, tetapi karena adanya perjanjian abadi dengan Allah, maka Yehuda juga akan diselamatkan. Pada suatu saat, dari Yehuda akan datang seorang Hamba Tuhan, Sang Juruselamat yang akan menyelamatkan bukan hanya Yehuda, tetapi seluruh dunia.

Cara penulisan Kitab ini adalah sebagai berikut: Yes. 1:1 penulisnya ialah Yesaya. Namun demikian, seringkali orang beranggapan bahwa ketiga bagian kitab Yesaya (Yes 1:1-35:10; Yes 36:1-39:8; Yes 40:1-46:13) ditulis oleh penulis yang berbeda-beda. Alasan ini didasarkan pada bentuk penulisan yang jelas berbeda antara pasal Yes 1:1-35:10 dengan bagian lain, juga munculnya nama-nama Bel dan Nebo, dewa-dewa Babel dan bahkan nama Koresy, penakluk dari kerajaan Babel dan nubuat Yesaya mengenai kembalinya bangsa Yehuda dari pembuangan jauh sebelum pembuangan itu sendiri terjadi. Tetapi kitab itu sendiri menekankan mengenai kemampuan Allah untuk mengungkapkan hari depan (misalnya Yes 41:21-27; 42:8,9; 44:6-8; 48:3). Tidak ada bukti tertulis bahwa terdapat dua atau lebih kitab Yesaya dan tidak ada bukti tentang penulis-penulis lainnya.

Pesan Yesaya terutama ditulis untuk bangsa Yehuda yang berada dalam pengasingan di Babel. Pengasingan ini merupakan konsekuensi dari Yesaya bagian pertama, “Penghakiman”. Tetapi, sekarang Yesaya mendapat kata baru yaitu “keselamatan”. Bangsa Yehuda di Babel tidak boleh putus asa: Allah akan menghampiri mereka dan mereka akan diselamatkan. Tentu saja pasal-pasal ini juga ditulis untuk kita juga. Babel merupakan suatu kota yang nyata, tetapi seringkali kata itu dipakai sebagai gambaran mengenai kerajaan Setan. Bangsa Yahudi berada dalam belenggu dosa, demikian juga halnya dengan kita; mereka perlu diselamatkan, begitu pula kita. Pesan ini ditulis buat mereka, juga untuk kita.

Bacaan kita ada pada tema KERENDAHAN HATI ALLAH.  Yes. 63:1-65:25 merupakan kesaksian yang luar biasa mengenai kerendahan hati Allah. Pada pasal 63 Yesaya menengok fakta sejarah untuk melihat apa yang telah dilakukan Allah bagi umat-Nya di masa lampau. Pada pasal 64 Yesaya memohon kepada Allah untuk menunjukkan bahwa Dia masih mempunyai kuasa yang sama. Bahkan Yesaya seakan-akan mempertanyakan keadilan Allah: “Ya Tuhan, janganlah murka amat sangat; janganlah mengingat-ingat dosa untuk seterusnya!” (Yes. 64:9). Pasal 65:1-5 merupakan jawaban Allah. Dia memberi petunjuk kepada mereka yang tidak menanyakan-Nya; Diaberkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Dia;  menjawab mereka yang tidak memanggil nama-Nya; menawarkan anugerah kepada orang-orang yang telah berdosa. Allah menunjukkkan kesetiaan-Nya di tengah ketidaksetiaan umat-Nya, dan sekaligus menegaskan bahwa setiap pelanggaran terhadap kehendak Allah menagandung konsekuensi yang harus dijalani.

Realitas Kehidupan Kini

Bacaan kita pada hari ini bercerita tentang kesetiaan Allah kepada bangsa Israel yang mulai tidak setia. Sekalipun bangsa tersebut tidak setia, namun Allah tetap setia.  Ada banyak alasan yang membuat seseorang tidak setia kepada Tuhan. Di dunia ini ada begitu banyak tantangan yang membuat orang tidak setia kepada Tuhan. Oleh karena itu dalam Ulangan 6:2-9, Allah meminta agar umat Israel mengajarkan ketetapan-ketetapan Allah kepada anak-anak mereka dan senantiasa menggajarkannya dalam keadaan apapun juga.

Gereja juga diperhadapkan pada banyak tantangan yang dihadapi oleh tiap-tiap keluarga Kristen. GKJW berada di tengah bangsa Indonesia yang majemuk latar belakang kehidupan masyarakatnya. Konteks mayarakat di sekitar kita beragam budayanya, bahasa, suku dan juga agamanya. Keberagaman ini bisa menjadi tantangan tersendiri bagi warga jemaat untuk mempertahankan imannya di hadapan Tuhan.  Terlebih lagi di beberapa wilayah “kantong” GKJW telah dibangun JLS (Jalur Lintas Selatan), ini akan membuat warga GKJW berhadapan secara langsung dengan berbagai tantangan. Demikian juga dengan berkembangnya teknologi komunikasi  pada masa ini yang telah membuat tantangan itu semakin dekat bahkan masuk ke wilayah rumah yang sangat pribadi.

Itulah setidaknya beberapa tantagan hidup bergereja di GKJW. Tantangan ini tentu saja sangat rentan dihadapi oleh anak-anak kita para generasi penerus GKJW.  Pada pekan anak ini, marilah kita menggumuli bersama persoalan-persoalan yang menjadi konteks hidup beriman kita pada saat ini, khususnya mempersiapkan supaya anak-anak kita akan memiliki iman yang kuat di tengah tantangan zaman pada masa kini.

Pendalaman

  1. Apakah pemahaman Saudara tentang tidak setia kepada Tuhan?
  2. Tantangan apa yang membuat anak-anak kita tidak setia kepada Tuhan?
  3. Sebagai orang tua, apa yang bisa kita lakukan agar anak-anak (cucu) kita setia kepada Tuhan? Apakah ini mudah untuk dilakukan? Jika tidak apa penyebabnya?

Kata Kunci Artikel Ini:

pemahaman alkitab, Bahan Pemahaman Alkitab, pemahaman tentang alkitab, tafsiran yesaya pasal 15 dan 16, materi pemahaman alkitab, renungan gkjw 2016, pemahsmsn alkitab, Tujuan dari pembacaan alkitab yesaya 43 ayat 10 sampai 12, penjabaran yehezkiel 17:2, pembukaan alkitab

3 Comments »

  • Muryo Djajadi said:

    terima kasih, sudah menampilkan matery PA. menjadi amat baik bila penampilan PA secara rutin setiap bulan langsung dua matery. Tuhan memberkati

  • TRI WIDODO said:

    Terima kasih atas tayangan PA yang rutin.

  • dwidjo ss said:

    maturnuwun. materi bermanfaat untuk pelayanan di KRW. Tuhan Yesus memberkati.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.