wordpress com stats plugin
Home » Pemahaman Alkitab

Pemahaman Alkitab

 

PEBRUARI 2015  (I)

Bacaan            : Yesaya 40: 21-31
Tema Bulan    : Berbahagiah yang sedih.
Tema PA         : Allah yang tak tertandingi .

 

Pengantar

Tiga bagian nubuat yang tertulis dalam ay. 12-31 mengikuti secara wajar pernyataan “lihat itu Allahmu” dalam ay. 9. Dalam bait pertama (ay. 12-17) diajukan pertanyaan-pertanyaan retoris yang mengingatkan pada Ayub 38: 41, jawabannya implisit ialah bahwa Yahwe saja yang menciptakan dunia ini. Bangsa-bangsa di dunia ini bukanlah apa-apa di hadapan Allah, karena seluruh bumi ada di tangan-Nya.

Bait kedua (ay. 18-24) dimulai dengan pertanyaan retoris yang lain: dengan siapakah Allah dapat dibandingkan? Yesaya mengejek para pembuat patung, seperti akan ia lakukan dengan panjang lebar dalam pasal 44. Pertanyaannya: “Tidakkah kamu tahu? Tidakkah kamu dengar?” (40: 21). Apa yang telah dikatakan sejak permulaan adalah kekuasaan Allah yang membuat para pangeran tidak berdaya dan membuat para pemimpin tidak berguna (40: 23), bdk. Maz. 107). Kemampuan Yahweh (Yehuwah) untuk mengalahkan orang Babel adalah kenyataan bahwa Yahwehlah yang menciptakan bumi, seperti telah lama diyakini demikian dalam ibadah di Yerusalem (misalnya Mzm.  93, 95).

Bait yang ketiga, bentuknya sangat mirip dengan bait yang kedua. Pertanyaan pembukaan: “dengan siapa hendak kamu samakan Aku?” (40: 25), diikuti dengan perintah untuk memandang kepada bintang-bintang, yang sering disembah sebagai ilah oleh orang-orang Babel. Nabi mempunyai keyakinan umum bahwa bintang-bintang adalah penghuni sorgawi yang adikodrati, tetapi menekankan bahwa mereka tunduk kepada Yahweh, yang mengatur mereka. Dalam hal ini, nabi secara langsung memarahi orang-orang Israel yang putus asa karena merasa ditinggalkan oleh Allah mereka. Bagian kedua dari bait ini: “tidakkah kamu tahu, tidakkah kamu dengar?”, menjawab secara langsung keputusasaan mereka. Sang Pencipta adalah kekal. Allah adalah sumber kekuatan bagi yang meperhatikan kehendak ilahi. Pengharapan tidaklah mudah bagi orang Yahudi dalam pembuangan. Itu hanya mungkin bagi mereka yang percaya secara mendalam, bahwa Allah mereka adalah Allah yang Mahatinggi.

Pertanyaan untuk digumuli

  1. Bagaimanakah bentuk penghiburan yang dapat kita peroleh apabila kita mendapatkan musibah atau bencana yang menimpa hidup kita?
  2. Bagaimanakah Gereja memberikan bentuk penghiburan kepada yang susah dan sedih?

 

 Didik

  —

PEBRUARI 2015 (II)

 

Bacaan             : 1Petrus 3: 13-24
Tema Bulan    : Berbahagiah yang sedih.
Tema PA         : Kesabaran Kristen.

 

Pengantar

Perikop ini dalam konteks dekatnya diambil dari bagian yang berbicara tentang kesabaran Kristen dalam menghadapi penganiayaan (1Petrus 3: 13-22).

Pertama, ditekankan bahwa dalam penganiayaan yang menimpa, orang tidak boleh putus harapan. Bahkan orang masih harus bertanggung jawab di dalam penderitaan (ay. 14-15). Dalam situasi seperti itu orang tidak boleh berhenti berbuat kebaikan (ay. 16), di sanalah orang tetap melaksanakan kehendak Allah (ay. 17). Dasar dari pengharapan tersebut dinyatakan dalam bagian kedua (ay. 18-22). Kristus menjadi pengikat dan teladan janji pembaptisan. Kristus sendiri menjadi “korban” penderitaan (ay. 18). Penderitaan itu merupakan kesaksian pemberitaan-Nya (ay. 19-20). Ia berani berkorban habis-habisan, karena kasih Allah memang layak dibela habis-habisan.

Maka orang yang mengikuti Yesus dan dinyatakan dalam “pembaptisan” juga menerima nasib yang sama, yaitu ikut menderita bersama-sama Kristus. Tetapi juga untuk kemuliaan bersama-sama dengan-Nya (ay 22).

 

Maksud Pemberitaan

  • Penderitaan dan kesengsaraan di dalam hidup manusia tetap ada. Hanya tergantung dari sikap manusia dalam menghadapi penderitaan dan kesengsaraan itu yang menentukan nilai hidup manusia yang menderita dan sengsara. Kristus dijadikan pola sikap Kristen. Sikap itu juga dilukiskan dengan kata-kata. Yesaya 53: 5-9, Kristus mau menderita untuk menghantar manusia kepada Allah yang menjadi sumber kehidupan. Yohanes mencatat sikap Kristen itu dengan kata-kata yang lain lagi: “Bila biji gandum tidak jatuh di tanah dan mati, ia tetap satu biji saja, tetapi bila ia mati, ia menghasilkan buah” (Yohanes 12: 24). Penderitaan dan kesengsaraan dapat menyuburkan hidup manusia.
  • Kekuatan sikap Kristus itu paling nampak dalam menerima kematian-Nya. Kematian Kristus adalah kematian seorang martir atau seorang saksi.  Itu membawa berita bahwa kematian-Nya bukan akhir kehidupan, melainkan awal dari kehidupan rohani. Dengan demikian Kristus membawa berita baru dalam kematian: Allah tetap mencintai manusia dalam kematianNya, maka tidak membiarkan manusia hilang lenyap, putus asa.
  • Peristiwa air bah yang dulu dialami oleh Nuh sekeluarga merupakan prespektif yang baru bagi keluarga. Mereka akhirnya bisa bebas dari air bah, di atas air. Gambaran ini digunakan untuk menjelaskan bahwa orang Kristen diselamatkan di dalam air baptisan. Orang Kristen, berkat air masuk dalam bahtera keselamatan yaitu Gereja.
  • Bahtera kayu Nuh menyelamatkan. Kristus juga menyelamatkan lewat kayu, yaitu kayu salib. Di kayu itulah Yesus menunjukkan ketataan-Nya kepada Sang Bapa. Dalam kesengsaraan, orang Kristen seharusnya juga mampu menunjukkan ketaatannya secara penuh kepada kehendak Sang Bapa. Masa Prapaskah justru merenungkan nilai-nilai kesengsaaran yang dialami manusia dalam hidupnya.

 

Pertanyaan untuk digumuli

  1. Seorang Kristen harus mengikuti Kristus sebagai pemenang. Menurut anda, sikap yang bagaimana yang harus ditunjukkan bahwa seorang Kristen sebagai pemenang!

 

Didik

MARET I

 

Bacaan             : Keluaran 20: 1-17.
Tema Bulan    : “Melayani perdamaian sebagai ibadah kepada Allah.”
Tema PA         : “Saya atau kamu yang lebih setia memenuhi Kesepuluh Firman?”

Tujuan             :

  1. Agar warga jemaat mengetahui isi ‘Kesepuluh Firman’.
  2. Agar warga jemaat memahami maksud dan tujuan Tuhan Allah memberikan ‘Kesepuluh Firman’.
  3. Agar warga jemaat melatih diri untuk selalu menaati ‘Kesepuluh Firman’ sebagai cara terbaik membangun hidup suci dan damai.

 

Keterangan Teks/Kitab

Mengapa Kesepuluh Firman Tuhan diperlukan bagi umat Allah yang baru? Kesepuluh Firman Tuhan Allah dibuat untuk membimbing bangsa Israel pada sebuah kehidupan praktis yang suci. Di dalamnya, umat bisa melihat Allah dan rencana-Nya, serta bagaimana mereka sebaiknya hidup. Perintah dan tuntunan ini diharapkan dapat mengatur hidup komunitas/ persekutuan serta memenuhi kebutuhan setiap individu dalam kasih dan tanggungjawab. Pada jaman Tuhan Yesus, banyak orang melihat hukum/ peraturan dengan cara yang salah. Mereka melihatnya sebagai tuntunan untuk mendapatkan kesejahteraan di dunia dan di akhirat. Mereka berpendapat bahwa mematuhi setiap hukum/ peraturan adalah cara untuk memperoleh perlindungan dari Allah, dari invasi asing, dan dari bencana alam. Memelihara hukum menjadi tujuan akhir itu sendiri dan bukan untuk memenuhi hukum kasih Allah yang menjadi intinya.

Ayat 1-6: Ketika itu bangsa Israel baru datang dari Mesir, sebuah negeri dengan banyak dewa dan berhala. Setiap dewa/berhala representasi (perwakilan) dari aspek hidup yang beda. Lazim pada jaman itu, manusia menyembah beberapa dewa agar mendapat anugerah/ pahala secara maksimal. Jika Allah memberitahu umat-Nya untuk beribadah dan percaya kepada-Nya, hal itu tidak dirasa keras oleh umat-Nya. Mereka berpendapat bahwa Dia adalah salah satu dari banyak dewa lainnya. Tetapi saat Allah berkata: ‘Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku’, hal itu sulit diterima oleh umat-Nya. Namun jika umat tidak belajar bahwa Allah yang membimbing mereka keluar dari Mesir adalah benar-benar Allah, mereka tidak dapat menjadi umat-Nya. Sebab itu Allah membuat hukum-Nya yang ke-1 ini dan menekankannya sebagai hal yang penting untuk diperhatikan. Jaman sekarang ada banyak hal yang bisa menjadi dewa atau allah kita, misalnya: uang, ketenaran, pekerjaan, hobby, dll apabila kita lebih memberi perhatian begitu banyak pada hal-hal tersebut untuk memberi makna hidup, kepastian dan jati diri. Tak seorangpun berniat beribadah dan mengabdi pada hal-hal ini. Tetapi kita menjumpai ada sejumlah orang yang pikiran dan energinya dikuasai oleh hal-hal tersebut. Tempatkan Allah sebagai pusat hidup kita!

Ayat 7: Nama Allah adalah khusus sebab nama itu membawa identitas personal-Nya. Sebab itu, menggunakannya dengan sembrono menunjukkan kegagalan kita untuk sadar seberapa seriusnya nama itu. Cara yang kita gunakan untuk menyebut nama Allah memberi gambaran bagaimana kita sebenarnya menghayati dan memahami Allah. Kita sebaiknya menghormati nama-Nya dan menggunakannya dengan patut, mengucapkannya dalam hormat dan kemuliaan; jangan untuk senda gurau atau olok-olok.

Ayat 8-11: Sabat adalah hari untuk istirahat dan ibadah. Allah memberi hari Sabat sebab hal itu dibutuhkan manusia, agar ada waktu untuk tidak terburu-buru, beribadah, dan istirahat di setiap pekan. Allah memperhatikan kebutuhan kita. Itulah ekstra keuntungan bagi kita untuk penyegaran rohani kita. Karena itu jangan menolak ketentuan Allah.

Ayat 12: Ini adalah perintah pertama yang disertai dengan janji panjang umur. Untuk bisa hidup damai bagi setiap generasi di tanah perjanjian, bangsa Israel butuh menghormati otoritas orang tua, keluarga, dan membangunnya dengan kokoh. Menghormati orang tua berarti berbicara secara baik dengan mereka dan berlaku sopan terhadap mereka. Hal itu berarti mengikuti ajaran mereka dan teladan menempatkan Allah sebagai yang utama. Orang tua mempunyai tempat khusus bagi Allah.

Ayat 16: Mengucapkan saksi dusta berarti bohong di pengadilan, keluar dari fakta yang sebenarnya, membuat cerita palsu, memutar balikkan fakta, berbicara setengah benar, membuat kebohongan, dll. Allah mengingatkan kita untuk melawan kebohongan!

Ayat 17: Iri hati adalah awal keinginan memiliki harta sesama, misalnya iri mengapa orang lain bisa memiliki sedangkan saya tidak bisa. Allah tahu bahwa harta tidak pernah membuat seseorang bahagia untuk waktu yang lama. Ketika hanya Allah yang memenuhi semua kebutuhan kita, kesenangan dan kebahagiaan sejati ditemukan di dalam-Nya. Anda iri bukan hanya karena anda ingin memiliki sesuatu yang dimiliki orang lain, melainkan anda juga ingin dan suka merasa diri sama seperti orang lain tersebut (misalnya: dihargai).

 

Realitas kehidupan kini dan penerapan

  1. Kita membutuhkan ‘aturan’ dalam kehidupan ini, baik bagi diri sendiri maupun dalam hidup bersama. Aturan menolong kita untuk dapat mengaktualisasikan diri secara seimbang melalui hak dan tanggung jawab, misalnya belajar hidup lebih teratur, sopan, menghargai hak sesama, dll. Lebih mudah mengatakan agar orang lain mematuhi aturan daripada diri sendiri mematuhinya.
  2. Kesadaran mematuhi aturan masih rendah (mungkin?). Untuk itu dibutuhkan sangsi/ hukuman yang memadai bagi pelanggarnya. Misalnya: membuang sampah sembarangan, mengendarai sepeda motor tanpa SIM dan tanpa helm, tidak santun berkendaraan di jalan, membuang puntung rokok sembarangan, membangun rumah tanpa IMB, membunyikan musik dengan sangat keras saat mempunyai ‘gawe/mantu’, dll.

 

Metode

Untuk memenuhi harapan dan tujuan di atas, maka perlu sebuah percakapan dinamis dalam PA ini, dengan menjawab dan menjelaskan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

  1. Menurut saudara, apa makna ‘Kesepuluh Firman’ Tuhan Allah bagi kita sekarang/ di jaman ini?
  2. Bagaimana cara dan apa yang kita butuhkan agar kita dapat memenuhi ‘Kesepuluh Firman’ dengan setia?
  3. Dari ‘Kesepuluh Firman’, hukum yang ke berapa yang sering dipatuhi dan sebaliknya hukum yang ke berapa yang sering dilanggar?
  4. Apakah saudara pernah menemui kesulitan untuk memenuhi ‘Kesepuluh Firman’ tersebut? Misalnya menemukan:
  • Orang tua yang tidak setia kepada Tuhan Allah?
  • Sistem kehidupan masyarakat yang memberi peluang untuk berdusta?

 

 

Pdt. Em. Sri Hadijanto.

 —

MARET II

 

Bacaan             : Ibrani 5: 1-10.
Tema Bulan    : “Melayani perdamaian sebagai ibadah kepada Allah.”
Tema PA         : “Kudaki jalan mulia.”
Tujuan             :

  1. Agar warga jemaat mengetahui bahwa setiap orang Kristen memiliki fungsi dan peran yang khusus dalam kehidupan ini.
  2. Agar warga jemaat paham bahwa untuk merealisasikan fungsi dan perannya tersebut dibutuhkan kesadaran penuh tentang jati dirinya sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.
  3. Agar warga jemaat melatih diri untuk selalu mencari solusi terbaik agar dapat berfungsi dan berperan positif secara optimal dalam kehidupan ini.

 

Keterangan Teks

Ayat 4-6: Bagian ini menekankan dua hal, yakni keilahian Kristus dan kemanusiaan-Nya. Penulis menggunakan dua ayat PL untuk menunjukkan keilahian Kristus (Mazmur 2:7 dan 110:4). Pada waktu bagian ini ditulis, penguasa Romawi sedang memilih imam agung di Yerusalem. Allah memilih Harun, dan hanya keturunan Harun dapat menjadi imam agung. Kristus, sebagaimana Harun, adalah dipilih dan dipanggil oleh Allah.

Ayat 6: Melkisedek adalah seorang imam dari Salem (sekarang disebut Yerusalem). Profil dan posisi Melkisedek terdapat di Kejadian 14:17 dst dan Ibrani 7.

Dua (2) syarat diperlukan agar keimamannya sah:

  • Imam itu harus menunjukkan rasa simpati, lemah lembut, dan sabar terhadap mereka yang tersesat karena kebodohan, dosa, atau kelemahan yang tidak disengaja (ayat 2; 4:15).
  • Ia harus diangkat oleh Allah (ayat 4-6).

Ayat 7: Tuhan Yesus ada dalam penderitaan besar sebagaimana Ia siap menghadapi kematian (Lukas 22:41-44). Meski Tuhan Yesus berseru kepada Allah minta dibebaskan namun Ia siap menderita, dihina, dan mati untuk memenuhi kehendak Allah.

Pada saat anda tahu akan mengalami penderitaan (bukan karena anda ingin menderita), tapi karena anda ingin menaati Allah, biarkan ketaatan Tuhan Yesus itu menopang dan menyemangati anda pada saat mengalami penderitaan itu. Anda akan kuat dan dapat menghadapi penderitaan tersebut jika anda tahu dan percaya bahwa Tuhan Yesus Kristus bersama anda.

Ayat 8: Hidup kemanusiaan Tuhan Yesus bukan merupakan sebuah adegan yang secara pasif Ia ikuti. Hal itu adalah pilihan hidup yang secara bebas Ia lakukan (Yoh.10:17-18). Itu sebuah proses berkelanjutan untuk memenuhi kehendak Allah Bapa-Nya sendiri. Tuhan Yesus memilih taat, meski ketaatan tersebut membawa-Nya kepada penderitaan dan kematian. Karena Tuhan Yesus secara sempurna taat, meski berada di bawah penderitaan besar, maka Ia dapat menolong kita untuk taat, meski tidak mudah untuk taat.

Ayat 9: Kristus merupakan norma dan standar moral yang sempurna. Oleh ketaatan-Nya, Ia menunjukkan kesempurnaan-Nya kepada kita. Dalam Alkitab, kesempurnaan selalu berarti kelengkapan (komplet) dan kedewasaan. Dengan berbagi pengalaman penderitaan-Nya kepada kita, Kristus berbagi pengalaman kemanusiaan kita secara komplet. Kristus mampu menawarkan keselamatan kekal bagi mereka yang taat kepada-Nya (Baca Filipi 2:5-11 tentang sikap Kristus dalam wujud manusia).

 

Realitas kehidupan kini dan penerapan

Sepi ing pamrih, rame ing gawe’ artinya: sepi atau jauh dari pamrih berlebihan, ramai dalam bekerja. Nasihat agar orang mengutamakan bekerja dengan giat dan baik lebih dahulu, serta jangan memiliki pamrih pribadi yang berlebihan, sebab hal ini dapat mendorong seseorang untuk menghalalkan segala cara dalam mewujudkan pamrihnya. Hal yang lebih penting adalah melaksanakan pekerjaan/ tugas dengan baik. Tanggungjawab moral terhadap masyarakat jangan dikalahkan demi memenuhi ambisi pribadi.

Apa yang kita butuhkan agar kita dapat lebih menomorsatukan bekerja dengan benar dan baik daripada imbalannya?

 

Metode

Untuk memenuhi harapan dan tujuan di atas, maka perlu sebuah percakapan dinamis dalam PA ini, dengan menjawab dan menjelaskan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

  1. Menurut saudara, apa fungsi dan peran khusus orang Kristen?
  2. Norma dan standar moral apa yang kita peroleh dari bacaan kita ini?
  3. Beri komentar anda tentang:

Pernahkah anda merasa bahwa Tuhan Allah tidak mendengar doa anda? Pastikan anda berdoa dengan penuh hormat, kepatuhan, dan rela melakukan apa yang Tuhan Allah inginkan. Tuhan Allah merespon permohonan anak-anak-Nya yang taat.

Pdt. Em. Sri Hadijanto.

One Comment »

  • Muryo Djajadi said:

    terima kasih, sudah menampilkan matery PA. menjadi amat baik bila penampilan PA secara rutin setiap bulan langsung dua matery. Tuhan memberkati

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.