wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Raffi dan Gigi

11 March 2015 63 views No Comment Oleh

Bacaan : Roma 5: 1-11  |   Pujian: KJ 185
Nats
: “…kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.” (ay. 11)

Beberapa bulan lalu, hampir semua infotainment meliput dan membahas pernikahan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Peliputan yang sangat heboh ini tidak lain karena pernikahan dua selebritis tanah air itu disebut-sebut sebagai pernikahan termegah di tahun 2014. Bagaimana tidak, pernikahan Raffi dan Gigi ini sangat lengkap dan mewah. Mulai dari undangan yang dilengkapi kartu khusus, souvenir unik, busana mempelai dan keluarga rancangan desainer ternama, upacara midodareni, akad nikah dan dilanjutkan dengan dua kali pesta resepsi yang acaranya diisi oleh penampilan para artis papan atas. Pesta pernikahan itu juga konon menelan biaya hingga Miliaran Rupiah. Pendeknya, pesta itu mewah dan megah luar biasa…

Namun, siapa bilang kemegahan hanya bisa didapat melalui banyaknya Rupiah? Kemegahan ternyata tidak selalu identik dengan kemewahan. Dalam suratnya kepada Jemaat Roma, Rasul Paulus menyampaikan konsep uniknya tentang kemegahan. Menurutnya kemegahan tidak terdapat hanya dalam kemewahan atau keberlimpahan, namun dalam kesengsaraan. Aneh…, bagaimana mungkin kesengsaraan membawa kepada kemegahan? Di sinilah letak keunikan teologi Paulus. Dia menjelaskan argumentasinya dengan frase sebab-akibat: kesengsaraan menimbulkan ketekunan, ketekunan menimbulkan tahan uji, tahan uji menimbulkan pengharapan dan pengharapan pada Tuhan tidak pernah mengecewakan (ay. 3-5). Inilah muaranya, bahwa dengan terus berpengharapan pada Tuhan kita bisa terus bermegah meskipun ada dalam kesengsaraan.

Memang hampir tak mungkin kita menggelar pesta pernikahan atau mantu semegah dan semewah Raffi dan Gigi. Namun, tak berarti kita tak bisa merasakan kemegahan. Dengan terus menaruh pengharapan kita pada Tuhan dan bukan pada manusia, kita bisa bermegah. Kita bermegah karena pengharapan kita adalah kepada Dia yang maha hebat… Ia tak pernah lalai menepati janjiNya dan selalu menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan tepat pada waktuNya, kita berhak untuk menikmati kemegahanNya. (Rhe)

 

Pengharapan menjadikan hal yang tak mungkin menjadi mungkin.

 

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.