wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Pilihan

27 December 2015 33 views No Comment Oleh

Bacaan: Kolose 3: 12-17   |   Nyanyian: KJ 425
Nats:
“Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran” (ay. 12)

Mungkin kita sering mendengar iklan bubuk kopi yang mengklaim, “terbuat dari biji kopi pilihan, menghasilkan aroma dan rasa yang jelas lebih enak.” Iklan ini ingin membuat pemirsanya percaya bahwa produknya adalah bubuk kopi terbaik yang bisa menghasilkan secangkir kopi lebih enak karena dibuat dari biji pilihan. Demikian juga iklan kecap yang mengatakan, “terbuat dari biji kedelai pilihan hasilkan kecap hitam kental.” Ini juga ingin menegaskan bahwa hanya kedelai pilihanlah yang dipakai sebagai bahan baku kecapnya, karena itu dengan pakai kecap itu semua masakan akan jadi huenaaakkk! Biasa….semua kecap pasti nomor satu.

Jelas, bahwa semua yang “pilihan” selalu memberikan kesan sebagai yang terbaik dan yang unggul. Tapi, sadarkah kita bahwa yang bisa jadi pilihan bukan hanya biji kopi atau kedelai saja. Penulis Kolose mengingatkan pembacanya dan juga kita saat ini, bahwa kita pun disebut sebagai orang-orang pilihan. Bukan sembarang pilihan, namun pillihan Allah. Namanya saja pilihan, berarti kita pun harus memiliki kualitas yang terpilih. Standar keterpilihan itu disebutkan oleh penulis Kolose: mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran (ay. 12). Wahhh… tinggi banget ya standarnya? Ya iyalah… namanya saja pilihan, bukan sembarangan!

Nah…. sudah pantaskah laku dan tutur kita sebagai orang-orang pilihan? Memang tak mudah memantaskan diri menjadi orang yang terpilih. Sangat sulit berbelas kasih, apalagi saat kita merasa menjadi korban. Kemurahan hati menjadi tantangan besar saat kita ada dalam kekurangan. Tak mudah menjadi rendah hati ketika kehormatan menggoda. Berat bagi kelemahlembutan menghadapi kekerasan dan sukar untuk sabar saat dituntut bersegera. Tapi, mari terus berusaha untuk pantas menjadi orang pilihan Allah. Jangan mau kalah sama kecap! (Rhe)

“Cara kita menghadapi hidup akan menunjukkan apakah kita ini orang pilihan atau orang sembarangan.”

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.