wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Perubahan Membawa Hikmat

15 May 2013 305 views No Comment Oleh

Bacaan : Ibrani 7 : 1 – 17    
Pujian :
KJ 392
Nats : “Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek” (ayat 17)

Dalam agama Yahudi imam sebagai perantara antara umat dan Allahnya yang berkuasa. Fungsi utamanya adalah membawakan korban-korban yang dipersembahkan dan mengajarkan hukum Taurat. Sedangkan Imam besar adalah juru bicara umat Israel kepada Allah dan juru bicara Allah kepada umatNya. Pada waktu itu penetapan imam berdasarkan peraturan-peraturan manusia, kondisi fisik serta keturunan. Dalam agama Yahudi diajarkan ketaatan kepada hukum. Pengakuan bahwa ketaatan yang sempurna tidak mungkin terjadi, sehingga persembahan korban harus dilakukan untuk memperbaiki pelanggaran tersebut. Namun kenyataannya peraturan korban tersebut tidak dapat memperbaiki persekutuan yang telah hilang antara manusia dengan Allah. Oleh karena itu diperlukan imam baru menurut peraturan Melkisedek, yang tidak tergantung pada perintah manusia melainkan pada daya hidup yang tak dapat dihancurkan. Imam baru ini adalah Tuhan Yesus sendiri.

Yesus Kristrus telah mengadakan perubahan besar cara berpikir dengan dampak mendasar yang membawa kita kepada Allah secara langsung dengan :

  1. Yesus datang untuk memperlihatkan kasih lemah lembut yang tidak terhingga dari Allah yang disebut Bapakepada manusia. Kita sekarang tahu bahwa Allah menghendaki agar kita kembali, bukan untuk dihukum melainkan untuk disambut dengan tanganNya yang penuh kasih.
  2. Yesus di kayu salib telah mempersembahkan korban yang sempurna untuk menebus dosa manusia, sehingga jalan kepada Allah telah terbuka bagi kita.

Dengan adanya perubahan mendasar tersebut kita meyakini dan percaya bahwa karena kasih Allah, dengan ketaatan dankesetiaan kepada Tuhan Yesus kita akan mendapat hikmat kebenaran dan keselamatan kekal.Dengan berkenannya Tuhan Yesus menjadi Imam sempurna dengan korban darah-Nya sendiri, ketaatan kita tidak lagi diukur dengan korban persembahan, tapi dengan kesetiaan kita. Puji syukur dan hormat bagi Dia. [Sri]

“Hanya oleh korban yang sempurna, darah Yesus suci, manusia memperoleh hidup yang sempurna.”

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.