<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Persembahan Persepuluhan</title>
	<atom:link href="http://www.gkjw.web.id/persembahan-persepuluhan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.gkjw.web.id/persembahan-persepuluhan</link>
	<description>Situs Komunitas Greja Kristen Jawi Wetan</description>
	<pubDate>Sun, 05 Sep 2010 00:54:56 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
		<item>
		<title>By: Vanessa</title>
		<link>http://www.gkjw.web.id/persembahan-persepuluhan#comment-4598</link>
		<dc:creator>Vanessa</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 10:00:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gkjw.web.id/?p=260#comment-4598</guid>
		<description>Syaloom..

Saya sampai sekarang belum benar2 mengerti sepenuhnya tentang bagaimana menghitung perpuluhan yang benar. Yang saya ingin tanyakan adalah:

1. Setiap tgl/minggu ke berapa perpuluhan itu dibayarkan?
2. Sebagai pengusaha, bagaimana menghitung perpuluhan? apakah 10% dari omzet sebulan atau 10% dari untung bersih?
3. Lalu bagaimana jika ternyata dalam suatu bulan tidak mendapat untung bahkan malah merugi, bagaimana menghitung perpuluhannya?

Terima kasih sebelumnya dan Tuhan memberkati.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Syaloom..</p>
<p>Saya sampai sekarang belum benar2 mengerti sepenuhnya tentang bagaimana menghitung perpuluhan yang benar. Yang saya ingin tanyakan adalah:</p>
<p>1. Setiap tgl/minggu ke berapa perpuluhan itu dibayarkan?<br />
2. Sebagai pengusaha, bagaimana menghitung perpuluhan? apakah 10% dari omzet sebulan atau 10% dari untung bersih?<br />
3. Lalu bagaimana jika ternyata dalam suatu bulan tidak mendapat untung bahkan malah merugi, bagaimana menghitung perpuluhannya?</p>
<p>Terima kasih sebelumnya dan Tuhan memberkati.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: David Susanto</title>
		<link>http://www.gkjw.web.id/persembahan-persepuluhan#comment-3810</link>
		<dc:creator>David Susanto</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 08:33:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gkjw.web.id/?p=260#comment-3810</guid>
		<description>Saya tertarik untuk mengetahui lebih detil mengenai sejarah persepuluhan.
Dalam http://prayershack.freeservers.com/article_Tithing-and-Clergy-Salaries.html
Tithing and Clergy Salaries
by Frank Viola

Article copied exactly as printed from source:
http://www.ptmin.org/tithing.htm

Persepuluhan dihubungkan dengan clergy salary, ada sejarah yg mencatat bahwa pada masa gereja mula2 di abad pertama, praktek persepuluhan tidak ditekankan. Kemudian gereja pada abad 8 menjadikan persepuluhan sebagai peraturan yang wajib dilakukan oleh umat.

nah yang ingin saya tanyakan adalah: 
1. Sejak kapan gereja katolik pada akhirnya menghentikan praktek persepuluhan tsb dan bagaimana Gereja Katolik mencukupi kehidupan para romo, uskup, dan pelayan gerejawi lainnya
2. Sejak kapan gereja protestan menghidupkan kembali praktek persepuluhan ini dan apa yang melatar belakanginya?
Apa Bapak punya literatur yang membahas mengenai hal ini, mungkin ada konsili2/ketetapan2 yg ditetapkan oleh gereja. 

Saya mengucapkan banyak terima kasih atas informasinya. Tuhan memberkati.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya tertarik untuk mengetahui lebih detil mengenai sejarah persepuluhan.<br />
Dalam <a href="http://prayershack.freeservers.com/article_Tithing-and-Clergy-Salaries.html" rel="nofollow">http://prayershack.freeservers.com/article_Tithing-and-Clergy-Salaries.html</a><br />
Tithing and Clergy Salaries<br />
by Frank Viola</p>
<p>Article copied exactly as printed from source:<br />
<a href="http://www.ptmin.org/tithing.htm" rel="nofollow">http://www.ptmin.org/tithing.htm</a></p>
<p>Persepuluhan dihubungkan dengan clergy salary, ada sejarah yg mencatat bahwa pada masa gereja mula2 di abad pertama, praktek persepuluhan tidak ditekankan. Kemudian gereja pada abad 8 menjadikan persepuluhan sebagai peraturan yang wajib dilakukan oleh umat.</p>
<p>nah yang ingin saya tanyakan adalah:<br />
1. Sejak kapan gereja katolik pada akhirnya menghentikan praktek persepuluhan tsb dan bagaimana Gereja Katolik mencukupi kehidupan para romo, uskup, dan pelayan gerejawi lainnya<br />
2. Sejak kapan gereja protestan menghidupkan kembali praktek persepuluhan ini dan apa yang melatar belakanginya?<br />
Apa Bapak punya literatur yang membahas mengenai hal ini, mungkin ada konsili2/ketetapan2 yg ditetapkan oleh gereja. </p>
<p>Saya mengucapkan banyak terima kasih atas informasinya. Tuhan memberkati.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nurhayadi nuri</title>
		<link>http://www.gkjw.web.id/persembahan-persepuluhan#comment-269</link>
		<dc:creator>nurhayadi nuri</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 02:00:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gkjw.web.id/?p=260#comment-269</guid>
		<description>besarnya persembahan tidak ada korelasinya dengan besarnya iman.....besarnya iman bisa dibaca dari keputusan seseorang untuk memberikan besarnya persembahan......berapakah persembahan kita sebagai warga gereja mungkin kalah besar dari iuran organinsasi preman</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>besarnya persembahan tidak ada korelasinya dengan besarnya iman&#8230;..besarnya iman bisa dibaca dari keputusan seseorang untuk memberikan besarnya persembahan&#8230;&#8230;berapakah persembahan kita sebagai warga gereja mungkin kalah besar dari iuran organinsasi preman</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Pdt. Jonet Soedarmoko</title>
		<link>http://www.gkjw.web.id/persembahan-persepuluhan#comment-117</link>
		<dc:creator>Pdt. Jonet Soedarmoko</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 16:30:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gkjw.web.id/?p=260#comment-117</guid>
		<description>makalah ini pernah dijadikan bahan studi pendeta, GI, dan vikar di MD Surabaya Timur I di Jemaat Rungkut...
ada beberapa hal tambahan yang dibahas dalam studi tersebut:
1. menurut Pdt. Bambang Margono, S.Th (Jemaat Rungkut), persembahan persepuluhan di GKJW itu sebenarnya telah lama ada, yakni saat dia masih kecil hidup di jemaat Mojowarno, setiap menjelang hari raya unduh-unduh selalu menyisihkan sepersepuluh dari hasil pertanian yang dikumpulkan, dan dipersembahkan pada saat hari raya unduh-unduh. Namun dalam perkembangannya di jemaat kota (Surabaya)yang tidak memiliki hasil pertanian, maka bapaknya pada waktu itu bertugas untuk menarik persembahan bulanan yang merupakan sepersepuluh dari penghasilan sebulan setiap warga gereja yang sudah berpenghasilan. Jadi persepuluhan di GKJW itu yang di desa dipersembahkan waktu unduh-unduh itu, dan di kota dipersembahkan dalam persembahan bulanan itu. (Mohon koreksi dari pak Bambang karena ini catatan saya pada waktu itu).
2. forum studi pendeta itu juga sepakat bahwa persepuluhan di GKJW dalam bentuk apapun, selama dipersembahkan ke gereja, dan tanpa motivasi yang dimaksud salah oleh pak Sumardiyono di atas, tetap diperbolehkan ada dan dikelola dengan baik sesuai dengan kehendak Tuhan.

Semoga penjelasan saya ini bisa menjadi pelengkap apa yang sudah dijelaskan pak Yon di atas.
Tuhan memberkati kita.

Pdt. Jonet Soedarmoko
Ketua KPT-D Surabaya Timur I.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>makalah ini pernah dijadikan bahan studi pendeta, GI, dan vikar di MD Surabaya Timur I di Jemaat Rungkut&#8230;<br />
ada beberapa hal tambahan yang dibahas dalam studi tersebut:<br />
1. menurut Pdt. Bambang Margono, S.Th (Jemaat Rungkut), persembahan persepuluhan di GKJW itu sebenarnya telah lama ada, yakni saat dia masih kecil hidup di jemaat Mojowarno, setiap menjelang hari raya unduh-unduh selalu menyisihkan sepersepuluh dari hasil pertanian yang dikumpulkan, dan dipersembahkan pada saat hari raya unduh-unduh. Namun dalam perkembangannya di jemaat kota (Surabaya)yang tidak memiliki hasil pertanian, maka bapaknya pada waktu itu bertugas untuk menarik persembahan bulanan yang merupakan sepersepuluh dari penghasilan sebulan setiap warga gereja yang sudah berpenghasilan. Jadi persepuluhan di GKJW itu yang di desa dipersembahkan waktu unduh-unduh itu, dan di kota dipersembahkan dalam persembahan bulanan itu. (Mohon koreksi dari pak Bambang karena ini catatan saya pada waktu itu).<br />
2. forum studi pendeta itu juga sepakat bahwa persepuluhan di GKJW dalam bentuk apapun, selama dipersembahkan ke gereja, dan tanpa motivasi yang dimaksud salah oleh pak Sumardiyono di atas, tetap diperbolehkan ada dan dikelola dengan baik sesuai dengan kehendak Tuhan.</p>
<p>Semoga penjelasan saya ini bisa menjadi pelengkap apa yang sudah dijelaskan pak Yon di atas.<br />
Tuhan memberkati kita.</p>
<p>Pdt. Jonet Soedarmoko<br />
Ketua KPT-D Surabaya Timur I.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sumarsono s.sos</title>
		<link>http://www.gkjw.web.id/persembahan-persepuluhan#comment-106</link>
		<dc:creator>sumarsono s.sos</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 01:42:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gkjw.web.id/?p=260#comment-106</guid>
		<description>Saya sangat salut dan sependapat dalam pemahaman tentang PERSEMBAHAN PERPULUHAN dan secara umum tentang pemahaman PERSEMBAHAN yang dikupas oleh Bpk. Pendeta Sumardiyono. Semoga semakin banyak Warga semakin paham dan semoga Jemaat Waru semakin maju didalam Iman khususnya didalam memahami tentang "PENTING"nya PERSEMBAHAN sebagai UCAPAN SYUKUR terlebih dapat membuat warga Jemaat selalu ingat akan "JANJI" KRISTUS kepada kita yang dapat membuat kita selalu mengucap SYUKUR... 

Hallo Pak Pendeta saya tunggu topik berikutnya........
TUHAN MEMBERKATI......!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sangat salut dan sependapat dalam pemahaman tentang PERSEMBAHAN PERPULUHAN dan secara umum tentang pemahaman PERSEMBAHAN yang dikupas oleh Bpk. Pendeta Sumardiyono. Semoga semakin banyak Warga semakin paham dan semoga Jemaat Waru semakin maju didalam Iman khususnya didalam memahami tentang &#8220;PENTING&#8221;nya PERSEMBAHAN sebagai UCAPAN SYUKUR terlebih dapat membuat warga Jemaat selalu ingat akan &#8220;JANJI&#8221; KRISTUS kepada kita yang dapat membuat kita selalu mengucap SYUKUR&#8230; </p>
<p>Hallo Pak Pendeta saya tunggu topik berikutnya&#8230;&#8230;..<br />
TUHAN MEMBERKATI&#8230;&#8230;!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: micko gkjw caruban</title>
		<link>http://www.gkjw.web.id/persembahan-persepuluhan#comment-45</link>
		<dc:creator>micko gkjw caruban</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 00:26:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gkjw.web.id/?p=260#comment-45</guid>
		<description>jadi persembahan perpuluhan bukan termasuk kolekte mingguan ya
i see ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jadi persembahan perpuluhan bukan termasuk kolekte mingguan ya<br />
i see &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
