wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Penyelamat

9 September 2015 41 views No Comment Oleh

Bacaan : Kisah Para Rasul 27 : 9 – 26  |  Pujian: KJ 418
Nats: “…aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak ada seorangpun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini.” [ayat 22]

Sebuah jembatan di sungai Kucir di Desa Bareng, Kec. Sawahan – Kab. Nganjuk terputus. Hal ini menyisakan sebuah persoalan yang rumit, sebab pada saat yang sama seorang ibu muda yang tengah hamil tua akan segera melahirkan. Ibu muda yang saat itu dirawat di Polindes Bareng, diperkirakan akan melahirkan sungsang. Segera saja ybs. dirujuk ke RSUD Nganjuk. Di sinilah persoalan bermula, akses menuju RSUD harus melewati jembatan yang terputus tersebut, sementara jarak tempuh bagi jalur alternatif terlalu jauh.

Maka warga desa mengambil inisiatif untuk membawa sang ibu muda tersebut dengan tandu menuju ke RSUD dengan melintasi jembatan yang putus tersebut. Perjuangan warga desa tersebut mungkin terlihat konyol dan sangat berbahaya. Namun semangat untuk menyelamatkan nyawa dari ibu dan bayi tersebut, telah memberikan semangat yang luar biasa untuk berjuang mengatasi sulitnya keadaan saat itu.

Rasul Paulus dalam ayat bacaan di atas juga telah mencoba memberikan peringatan akan adanya bahaya bila perjalanan dengan kapal laut tersebut dilanjutkan (ay 9-10). Tentu saja perwira pasukan jauh lebih percaya kepada jurumudi dan nakhoda kapal yang dianggap memiliki pengalaman dan kompetensi dalam bidangnya. Apalagi, status Paulus sebagai tahanan tentu membuat sang perwira semakin curiga terhadap motivasi Paulus saat memberikan nasehatnya.

Setelah kapal tersebut diombang-ambingkan oleh gelombang barulah sang perwira sadar akan maksud dari nasehat Paulus yang mencoba memikirkan keselamatan seluruh jiwa di dalam kapal tersebut. Memang, ketika seseorang dengan tulus berusaha untuk menolong dan menyelamatkan orang lain, bisa saja hal tersebut disalah-pahami, terlebih pada jaman sekarang ini. Tuhan menghendaki agar setiap pribadi Kristen dapat menolong orang lain bahkan seandainya pertolongan itupun diragukan ketulusannya. [DK].

“Segala sesuatu yang baik akan berakhir dengan baik.”

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.