wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Peka Merasakan

3 February 2016 41 views No Comment Oleh

Bacaan: Lukas 19:41-44   | Nyanyian: KJ 159
Nats:
“…Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu!” (ay 42)

Sebuah kontes memasak diadakan di sebuah televisi nasional. Peserta dari berbagai kota telah mencoba peruntungan dengan menjadi kontestan dan bersaing untuk memperoleh predikat the best (terbaik) dalam kontes tersebut. Untuk menilai siapa yang akan menjadi pemenang dalam setiap tahapan kontes tersebut tentu diperlukan juri yang handal dan berpengalaman. Dalam hal ini, juri tersebut haruslah mampu merasakan apakah bumbu yang digunakan telah pas, teknik memasaknya apakah sudah benar, dsb.

Memang untuk bisa merasakan apakah bumbu yang digunakan peserta telah pas takarannya, atau apakah seluruh bumbu yang diperlukan telah digunakan atau tidak sangat tergantung pada kemampuan/ kepekaan juri yang memang terbentuk sekian tahun lamanya.

Di dalam bacaan kita, Tuhan Yesus sempat menangisi Yerusalem yang merupakan representasi dari seluruh Israel. Israel yang konon adalah bangsa yang memiliki kepandaian yang tinggi ternyata tak cukup peka untuk merasakan dan menyelami kasih Allah kepadanya. Mereka tidak tahu apa yang diperlukan agar mereka mendapatkan damai sejahtera. Tanpa mereka sadari, Mesias yang mereka nantikan telah ada bersama-sama dengan mereka, berkarya di tengah-tengah bangsa itu. Namun mereka tidak peka merasakan kehadirannya. Sang Mesias itu sebentar lagi harus menyelesaikan tugasnya sebagai korban tebusan atas dosa umat manusia, menjadi korban perdamaian antara Allah dan manusia.

Kita pun seringkali tanpa sadar, telah berlaku sama dengan bangsa Israel. Tidak menyadari dan peka akan karya Allah melalui Kristus dan di alam sekitar kita. Kita seringkali menuntut Allah untuk melakukan mujizat-mujizat yang spektakuler menurut sudut pandang kita, namun di sisi lain kurang peka dalam merasakan Allah yang berkarya di tengah kehidupan kita, baik secara pribadi, sebagai sebuah keluarga atau sebagai jemaat. Meskipun tampaknya kecil dan sederhana, apa yang dilakukan Allah sungguh bermanfaat untuk mendatangkan damai dan sejahtera dalam kehidupan kita. [DK]

“Sungai yang besar berawal dari mata air yang kecil.”

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.