wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Pancaran Terang

31 January 2014 81 views No Comment Oleh

Bacaan : Ibrani 10 : 32 – 39
Nats : Ayat 36
Nyanyian :  KJ 422

Ada sebuah kegiatan “Jurit Malam” yang diadakan dalam pembinaan pengurus OSIS. Serombongan anak diharuskan berjalan beriringan melewati pemakaman umum di tengah malam. Seorang berdiri di depan dan bertindak sebagai pemimpin sambil memegang obor. Posisi ini membutuhkan tanggung jawab besar, selain harus berjalan paling depan di tengah gelap juga harus memegang obor yang penuh minyak tanah. Salah memegang, minyak tanah akan tumpah dan bisa berbahaya bagi tangan yang memegang obor.

Kita adalah anak-anak terang yang membawa terang Kristus dan harus kita pancarkan dalam kehidupan kita. Tidak perlu memperdebatkan seberapa besar pancaran terang kita. Apakah sebesar mercusuar atau hanya sebesar lilin? Yang harus diingat adalah tugas kita sebagai anak terang dan menjaga agar terang itu tetap menyala dan mengusir kegelapan.

Menjaga agar terang yang kita bawa tetap menerangi, bukanlah perkara yang mudah. Apalagi jika berada di kondisi lingkungan yang tidak mendukung. Ada banyak hal yang dapat mengakibatkan terang itu tidak dapat memerangi kegelapan. Terkadang ada beberapa pihak yang dengan sengaja ingin mempertahankan kegelapan dan memadamkan terang. Itulah risiko yang harus dihadapi oleh pembawa terang. Tiupan angin sengaja dihembuskan agar terang itu padam, dan kegelapan kembali terjadi. Mempertahankan pancaran terang perlu ketekunan yang serius dan dilakukan dengan tanggung jawab.

Bila kita mampu melakukan tugas itu dengan baik, mungkin tanpa kita sadari, saat itu kita sudah berdiri di depan dan membawa terang. Di sekitar kita banyak orang yang menaruh kepercayaan kepada kita dan berjalan mengiring kita. Perjalanan akan berjalan lancar jika dipandu pancaran terang yang mengusir kegelapan. Walau mungkin saat kita berjalan ada angin kencang berhembus yang dapat meredupkan terang yang kita bawa, tak perlu kuatir. Tetaplah berjalan dengan tekun dan menjaga agar terang itu tetap ada. Sekecil apapun nyala sebuah terang, dia dapat mengusir kegelapan. [Oka]

“Terang Kristus akan terpancar dari hati yang bersih dan prilaku yang manis.”

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.