wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Pak Guru Itu

15 November 2015 39 views No Comment Oleh

Bacaan: 1 Samuel 1: 4-20    |   Pujian: KJ 390
Nats: “Ketika Elkana bersetubuh dengan Hana, isterinya, TUHAN ingat padanya.” (ay. 19)

“Kamu…Rena Sesaria Yudhita, dulu kelas III IPA3 ‘kan?”

Tebak seorang mantan guru SMU dengan sangat tepat, saat kami bertemu kembali beberapa tahun lalu. Ia adalah salah satu Guru favorit kami semasa SMU. Dia menerangkan mata pelajaran eksak dengan mudah dan sangat perhatian dengan kami para muridnya. Perhatiannya diwujudkan dengan sangat kenal dan hapal akan nama-nama para muridnya, termasuk saya! Duh…senangnya diperhatikan guru. Sayangnya, saya harus akui bahwa saya tak bisa seperti guru itu. Saya justru sangat kesulitan menghapal nama para mahasiswa di kelas yang saya ampu. Tentu saya tak ingin jadi dosen yang tak peduli atau tak perhatian dengan mahasiswanya. Tapi…otak saya dengan mudah melupakan nama orang.

Meski saya, atau banyak orang lain tak ingat siapa kita atau tak peduli dengan apa harapan kita, tetapi Tuhan peduli! Dalam bacaan hari ini, kita bertemu dengan seorang perempuan yang tengah sangat sedih: Hana. Bagi ibu jaman itu, memiliki anak lelaki adalah hal yang sangat penting karena eksistensi mereka sebagai perempuan tergantung dari seberapa banyak anak laki-laki yang telah dilahirkan. Dengan ini, kesedihan Hana sangat dapat kita pahami. Ia merasa tersingkir, tak berguna dan kalah. Namun ternyata, Tuhan MENGINGAT Hana. Ia memberkati kandungannya dan memberikan seorang anak laki-laki yang nantinya menjadi nabi yang luar biasa: Samuel.

Ingatan manusia memang sangat terbatas. Namun, tidak demikian dengan ingatan Allah. Ya….Allah mengingat setiap kita, tentu tak hanya nama kita. Dia pasti juga mengingat beban, harapan dan tantangan yang ada dalam hidup kita. dia tidak hanya mengingat kita, tapi juga peduli dan tentu memberkati kita. Tenanglah, Dia tak pernah lupa! Bahkan saat Pak Guru itu sudah lupa nama muridnya, Allah tak pernah lupa. Ngomong-ngomong, pak Guru itu namanya siapa ya? Saya lupa. (Rhe)

“Ingatan akan kasih Allah mengingatkan kita untuk bersyukur senantiasa”

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.