wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Namanya Yesus !

21 June 2014 22 views No Comment Oleh

Bacaan: Matius 8:5-17  |    Pujian : KJ 144b

Jika dicermati, ada fenomena yang cukup menarik di tengah negeri ini. Fenomena itu adalah bagaimana kuatnya ketertarikan masyarakat kita pada situasi mistik. Mungkin masih hangat dalam ingatan kita bagaimana ramainya (konon sampai ribuan) orang yang mendatangi seorang anak bernama Ponari yang dipercaya memiliki kesaktian untuk menyembuhkan sakit yang sedang mereka alami. Atau bagaimana ramainya berita di surat kabar yang menceritakan puluhan, bahkan mungkin ratusan orang, yang tertipu dengan menggunakan modus penggandaan uang. Hal-hal itu terjadi mulai dari jaman babi ng èpèt sampai ke jaman I-pad. Hingga ada yang menyebut bahwa kemajuan tehnologi seolah tidak mampu menjangkau daya pikir masyarakat kita yang lebih mengandalkan kekuatan-kekuatan tak kasat mata. Pertanyaannya: benarkah demikian?

Seorang perwira (Romawi) dan hambanya, ibu mertua Petrus, dan banyak orang pernah bertemu dalam situasi “mistik” ketika mereka ada dalam pergumulan. Situasi “mistik” itu mereka alami bersama dengan seseorang yang bernama Yesus. Berbagai penyakit dan kondisi kerasukan setan yang mereka alami, mampu diselesaikan oleh Yesus dengan kuasaNya. Dan kuasa itu berangkat dari rasa kasihNya terhadap manusia yang lemah. Berangkat dari rasa solidaritasNya yang begitu besar, Dia menyembuhkan dan mengusir setan.

Kuasa dan kasihNya yang begitu besar tidak hanya dialami oleh mereka. Bahkan sampai ke jaman sekarangpun kita bisa mengandalkanNya. KasihNya tidak bisa dibatasi oleh waktu kehidupanNya di tengah dunia ini. Memang, secara fisik kita tidak bertemu Dia. Namun jika kita mampu meneladani iman perwira yang ingin menyembuhkan hambanya, kita juga pasti akan disembuhkan. Siapapun tahu bahwa memiliki iman sebesar itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Yang sering menghalangi kita untuk sampai ke sana adalah keraguan kita.

Maka, datanglah kepada Dia saja. Dia sangat mengerti pergumulan dan penderitaan kita. Jangan datang kepada yang lain. Hanya kepada Dia sajalah, mari kita datang dan menyerahkan seluruh pergumulan kita. Amin.  [Cahyo]

“Tuhan, teguhkanlah iman dan keyakinanku!”

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.