wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Najis

23 November 2015 27 views No Comment Oleh

Bacaan: Matius 15:1-20   |   Nyanyian: KJ 467
Nats:
“Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.” (ay.18)

“Jangan kau makan itu! Itu najis. Haram untuk dimakan,” demikian ucap seseorang kepada kawannya. Di negeri ini mungkin kita pernah menjumpai hal-hal semacam itu. Ada begitu banyak kekhawatiran tentang halal dan haramnya suatu makanan, sehingga perlu bagi mereka untuk mencantumkan tanda halal dalam setiap kemasan produk makanan yang dipasarkan. Tentu saja untuk memperoleh “cap halal” tersebut tidaklah gratis, karena harus mendapat sertifikat halal dari lembaga keagamaan tertentu.

Di sisi lain, lembaga keagamaan yang sama itu seolah tak mampu bertindak “galak” dan bersuara lantang ketika diperhadapkan dengan masalah-masalah lain yang mungkin jauh lebih membutuhkan penanganan yang serius, seperti misalnya bahaya korupsi, narkoba, perdagangan manusia atau masalah-masalah lainnya yang mampu merusakkan bangsa ini.

Tuhan Yesus, tentu bukanlah pribadi yang anti kritik, terutama terkait dengan peristiwa yang dilakukan para murid yang mungkin tidak sempat mencuci tangannya sebelum makan. Sehingga timbul kesan bahwa Tuhan Yesus menolak kritik dari para Farisi dan ahli Taurat. Yang dipersoalkan oleh Kristus adalah bahwa para Farisi dan ahli Taurat (atau dengan kata lain orang-orang yang menganggap dirinya paham tentang agama) seringkali hanya mempermasalahkan sesuatu yang sepele dan lahiriah saja. Mereka melupakan bahwa pembangunan umat haruslah diawali dari cara berolah-fikir yang benar. Dalam hal ini “hati” yang menjadi pusat rasa dan olah-rasa haruslah betul-betul berdasarkan kebenaran yang berasal dari Allah saja. Sebab Tuhan Allah menilai seseorang bukan dari apa yang tampak di depan mata saja, melainkan jauh ke dalam lubuk hati manusia.

Oleh sebab itu marilah kita mengamati lebih dalam dan jujur sejauh mana hati kita telah menghasilkan suatu perkataan dan perilaku yang baik dan membangun kehidupan iman dengan sesama kita. Atau jangan-jangan justru kita telah menajiskannya? Kata-kata dan perbuatan yang tidak sesuai dengan hati nurani yang murni dan suci itulah justru yang menajiskan. [DK]

“Segala sesuatu yang baik akan menghasilkan yang baik.”

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.