wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Menuntut

17 June 2014 41 views No Comment Oleh

Bacaan : Matius 7: 6, 12-14         |     Pujian: KJ 424: 2, 3.

“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang lain perbuat kepadamu perbuatlah demikian juga kepada mereka.” (ayat 12)

Orang pada umumnya suka menuntut pihak lain untuk berbuat sesuatu yang baik bagi dirinya. Sementara itu dirinya sendiri tidak melakukan apa seperti yang dikehendaki oleh pihak lain. Sehingga, terjadi ketidakseimbangan hubungan di antara keduanya. Malah bisa terjadi sebaliknya, yaitu ketegangan dan ketidakharmonisan.

Dalam bacaan hari ini kita diajari untuk lebih suka berinisiatif berbuat baik kepada orang lain seperti yang kita kehendaki supaya orang lain berbuat kepada kita. “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang lain perbuat kepadamu perbuatlah demikian juga kepada mereka.” Dalam berbuat baik, kita tidak perlu menunggu orang lain berbuat baik lebih dulu kepada kita. Bahkan sekalipun orang lain tidak berbuat kepada kita, kita harus tetap berbuat baik kepada mereka.

Ini tentu tidak mudah untuk dilakukan, sebab orang pada umumnya lebih mengutamakan haknya dari pada kewajiban dan tanggung jawabnya.  Kebanyakan orang merasa mempunyai hak untuk mendapat kebaikan dari orang lain. Tetapi mudah lupa bahwa dirinya juga mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk berbuat kebaikan kepada orang lain.

Ajaran yang menuju kedamaian, keharmonisan dan kesejahteraan bersama ini sulit dijalani, seperti sulitnya melewati pintu yang sesak dan jalan yang sempit. Tetapi pintu yang sesak dan jalan yang sempit itulah yang menuju kehidupan, artinya kehidupan yang dipenuhi kedamaian, keharmonisan dan kesejahteraan. Mengingat kesulitan itu, maka dibutuhkan perjuangan dan latihan atau pembiasaan diri untuk mendahului berbuat baik bagi orang lain. Kegagalan sekali, dua kali, tiga kali sangat mungkin terjadi. Tetapi jika kita sabar dan telaten dalam perjuangan dan latihan (pembiasaan diri) itu, maka kita akan bisa melewati pintu sesak dan jalan sempit itu; kita akan bisa memasuki kehidupan damai, harmonis dan sejahtera itu, mulai dari keluarga kita sampai ke tengah masyarakat kita. [ST]

“Tuhan, tolonglah kami untuk tidak menuntut, tetapi untuk berbuat baik kepada orang lain!”

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.