wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Menguji Kasih

25 April 2016 27 views No Comment Oleh

Bacaan: 1 Samuel 20:1-23, 35-42     |     Nyanyian: KJ 453:1
Nats:
“…… sesungguhnya, TUHAN ada di antara aku dan engkau sampai selamanya.” (ay. 42)

Berapakah jumlah sahabat panjenengan saat ini? Ya, semua manusia di dunia ini membutuhkan sahabat dalam hidupnya. Seorang sahabat, selalu mengguratkan warna indah dalam kehidupan. Sebab di dalam sebuah persahabatan yang sejati, seseorang akan menemukan orang lain yang mampu memahami dan menerima segala kelebihan dan kekurangannya. Selain itu, dalam sebuah persahabatan kita akan belajar arti berkorban. Bukan hanya mengorbankan harta, tetapi juga waktu bahkan hidup kita sendiri. Namun kita semua juga tahu bahwa untuk menjadi seorang sahabat yang sejati, seseorang perlu mengalami ujian. Dan yang diuji adalah kasih. Sesuatu yang mudah untuk diucapkan, namun pada akhirnya, tidak mudah untuk dimiliki dan ditindakkan kepada orang lain. Sebab di manapun juga, sikap menuntut jauh lebih mudah daripada memenuhi tuntutan. Dan bukankah menerima selalu jauh lebih mudah daripada memberi?

Bacaan kita menggambarkan sebuah sikap persahabatan yang mengharukan. Yonatan, sukses melewati proses menjadi sahabat bagi Daud. Tidak mudah memang, sebab pada saat itu dia harus melewati siapakah yang harus dibelanya: Saul yang notabene adalah ayahnya sendiri, ataukah Daud, sahabatnya? Dan ujian kasih itu dilaluinya dengan baik, meski pasti tidak mudah. Kasih, yang menjadi dasar bangunan persahabatan antara dirinya dan Daud, bahkan sanggup meruntuhkan ketaatannya kepada sang ayah. Bukan karena dia tidak mau taat, melainkan karena dalam ujian itu, Yonatan bisa melihat dengan hati yang jernih siapa dan bagaimana ayahnya serta siapa dan bagaimana Daud. Dan kasih menuntunnya untuk membuat sikap terhadap keduanya.

Bagaimana dengan kita? Apakah dalam hidup ini kita juga pernah memenangkan ujian atas kasih kita? Dan sudahkah kita pernah menjadi sahabat bagi semua orang, seperti halnya Dia yang berkenan menjadi sahabat semua orang? Apakah pengorbanan kita untuk menjadi sahabat bagi orang lain? Amin. [cahyo s]

Di mana ada persahabatan, selalu ada Tuhan di dalamnya.”

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.