wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Mengikut Tuhan

5 August 2011 2,309 views No Comment Oleh

Bacaan: Matius. 16:24-28
Nats: ia harus menyangkal dirinya (ay 24)
Pujian: KJ. 247

Ada dua hal prinsip. Satu adalah hak. Dua adalah kewajiban. Tentang hak, makin hari, orang makin sadar akan haknya. Untuk sampai pada tahap sadar hak itu tidak mudah. Masyarakat Indonesia, misalnya, membutuhkan waktu 350 tahun untuk benar-benar sadar akan haknya atas tanah airnya yang dijajah bangsa asing. Ketika kesadaran akan hak muncul, direbutlah hak itu, lalu merdeka.

Sisi sebaliknya adalah kewajiban. Kewajiban justru memberi, bukan merebut. Semakin ekhlas memberi, semakin baik.

Pada titik keekhlasan itulah Tuhan Yesus mengajar para murid. Supaya para murid-Nya ekhlas memberi apa saja dengan sadar-rela-sukacita. Istilah lainnya, ‘menyangkal diri’ (ayat 24). Juga kalau harus memberi diri sepenuhnya untuk menuntaskan sebuah kewajiban, misalnya; pekerjaan dilakukan dengan hati gembira. Meskipun tanpa imbalan orang bekerja keras dengan tetap tersenyum, dengan hati senang.

Tetapi keekhlasan memberi itu bukan karena tidak berdaya dan tidak punya pilihan lain. Ekhlas tanpa pilihan, namanya keekhlasan terjajah. Bukan seperti itu. Keekhlasan orang percaya, benar-benar jernih. Seperti kaca tembus pandang.

Dunia gemerlap hanyalah bagaikan perhiasan. Perhiasan itu akan mempercantik atau memperburuk tampilan seseorang. Tergantung pada batin orang yang mengenakannya. Orang berperasaan seni, tahu keindahan, menata hiasannya dengan apik. Sebaliknya, orang ceroboh, asal pasang perhiasan, justru memperburuk tampilannya. Jadi, yang terpenting adalah batin orang, sumber kreativitasnya itu.

Mengikut Tuhan dalam kemuliaan berarti batin tetap jernih. Dan, salah satu ukuran dari kebersihan atau kejernihan batin adalah pengosongan, penjernihan diri. Supaya menjadi bagaikan kaca tembus pandang, singkirkan penghalang pada kaca, juga berbagai hiasan. Prinsipnya: ‘Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?’ (ayat 26).

Jernihkan batinku, Ya, Roh Kudus. [SW]

Kirimkan Artikel Ini Kirimkan Artikel Ini

Kata Kunci Artikel Ini:

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.