wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Mengenali “Babel” dan Memisahkan Diri Darinya

29 November 2012 203 views No Comment Oleh

Bacaan: Wahyu 18: 1-2, 21-23.
Pujian: KJ 429
Nats: “Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.” (ayat 21)

Si pelacur dan pengantin perempuan masing-masing dikaitkan dengan suatu kota: pelacur dengan babel, pengantin perempuan dengan Yerusalem Sorgawi. Kota sorgawi akan menjadi kediaman pengantin perempuan untuk selama-lamanya, tetapi Babel akan dihancurkan oleh Tuhan dan perekonomian dunia akan hancur berantakan.

Babel melambangkan seluruh sistim dunia yang menyangkal Tuhan, memanjakan hawa nafsu orang berdosa. Orang percaya sejati (umat Tuhan) tidak memiliki kesamaan sedikitpun dengan si pelacur dan kotanya, dan memisahkan diri dari mereka. Ketika Tuhan menghakimi orang berdosa, bumi meratap dan sorga bersukacita. Pada saat ini, banyak orang  memikirkan kepuasan keinginan jasmani mereka, tidak memperdulikan perkara yang rohani atau yang kekal. Mereka hidup untuk hal yang sementara dan seketika, bukan yang bertahan untuk selama-lamanya.  Demikianlah gambaran Allah melawat umat-Nya (bangsa Israel) di tengah-tengah kehidupan saat pembuangan di Babel. Allah menghendaki bangsa Israel dan kita semua untuk menjauhi  Babel-babel yang ada di dalam diri dan sekitar kita. Tuhan menghukum Babel dan Tuhan mengasihi dan sekaligus mendidik umat-Nya yang setia. Marilah kita tanggalkan “Babel-babel” yang ada di dalam diri kita dengan menaati firman-Nya. [DG]

“Ketika kita berniat baik untuk menjadi sama dengan dunia, kita tidak mengubahnya, dunialah yang mengubah kita. Kita tidak perlu mengecilkan diri, tetapi kita harus melindungi diri dan bergerak di tengah kejahatan dan tanpa terjamah olehnya”

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.