wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Mengenal Tuhan Yesus

7 April 2011 1,459 views No Comment Oleh

Bacaan  : Yohanes 5:31-47
Pujian   : KJ 415
Nats       : Yohanes 5:34 : “ Aku tidak memerlukan hormat dari manusia”

Sebagai manusia, tentu kita merasa sangat senang jika orang lain bersikap menghormati kita. Berkata-kata pada kita dengan kalimat yang sopan dan menyenangkan hati kita. Bahkan, ada beberapa orang  yang ingin dihormati secara berlebihan, karena ia menilai dirinya sendiri lebih baik dari orang lain. Tampaknya, itu memang sifat dasar manusia yang selalu ingin dipuji, dihormati, dan disanjung tinggi.

Inilah yang membedakan kita dengan Tuhan Yesus. Secara Jelas Tuhan Yesus mengatakan dalam Yohanes 5:34 bahwa Ia tidak memerlukan hormat dari manusia.

Sangat bertentangan dengan apa yang kita lakukan kepada Tuhan Yesus dalam doa. Saat sebuah doa terucapkan lewat kata-kata, maupun di dalam hati, ada banyak baris kalimat kita sebagai pernyataan hormat kita kepada Tuhan Yesus, misalnya:

“Tuhan  Allah Bapa yang bertahta di dalam sorga” atau

Tuhan kami Yesus Kristus yang penuh kasih” atau

“Tuhan Yesus yang baik”, dan sederet kalimat indah lainnya yang meluncur dengan sangat mudah dari bibir kita atau terkatakan di dalam hati. Lalu, apakah itu yang diinginkan oleh Tuhan Yesus?

Kondisi tertentu membuat seseorang merasa sangat mengenal Tuhan Yesus. Misalnya saja, karena ia sudah Kristen sejak lahir, atau hampir semua keluarga adalah pelayan-pelayan Tuhan, atau karena ia merasa bisa memimpin kotbah  atau renungan sudah bertahun-tahun lamanya, atau karena setiap hari ia sadar bahwa ia terus menerus berdoa dan merenungkan firman Tuhan. Semuanya itu bisa saja membuat seseorang merasa dirinya sangat mengenal Tuhan Yesus. Namun, apakah rasa mengenal Tuhan Yesus itu memang karena kita sudah sungguh-sungguh mengenal-Nya?

Ada sebuah harapan Tuhan Yesus dari perikop ini, bahwa Ia mengharapkan hidup kita berkenan kepada-Nya, bukan hanya sekedar menghormati melalui rutinitas ibadah kita saja, tetapi lebih pada mencintai Tuhan Yesus secara utuh, karena kita sudah mengenal-Nya. [RH]

Kirimkan Artikel Ini Kirimkan Artikel Ini

Kata Kunci Artikel Ini:

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.