wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Mau Bekerja

9 May 2015 34 views No Comment Oleh

Bacaan: 2 Tes 3:1-18   |   Nyanyian: KJ 335
Nats:
“…,tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun di antara kamu.” (ay.8)

Moko, sebut saja namanya seperti itu, adalah seorang tukang pijat tunanetra. Ia mengalami kebutaan sejak lahir. Baginya, warna-warni keindahan dunia ini hanya ada dalam angan-angannya saja, sebagaimana yang diceritakan oleh orang-orang yang dikenalnya. Namun kebutaan tidak menjadi penghalang bagi dirinya untuk mandiri. Sejak kecil dengan penuh semangat ia belajar di SLB. Di sekolah khusus itu pulalah ia belajar menjadi tukang pijat profesional. Kini ia memiliki banyak pelanggan dan dengan keahliannya itu ia bisa menghidupi dirinya sendiri, istri dan anak semata wayangnya.

Dalam hal ini, Rasul Paulus berusaha memberikan teladan kepada Jemaat Tesalonika agar senantiasa rajin bekerja. Hal itu ditunjukkannya dengan kesungguhannya untuk bekerja dan berupaya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Meskipun sebenarnya bisa saja segala kebutuhannya dicukupi oleh Jemaat di Tesalonika. Namun Rasul Paulus memilih untuk bekerja, mencari nafkah sendiri dan tidak ingin menjadi beban bagi Jemaat.

Pada saat ini apabila kita bandingkan dengan realitas kehidupan, ada begitu banyak orang yang malas/ tidak mau bekerja. Kehidupannya hanya diisi dengan hal-hal yang tidak bermanfaat (ayat 9). Mungkin pekerjaannya hanya bermain ke sana ke mari dengan teman-temannya, tidur-tiduran, atau bahkan berjudi, mabuk-mabukan, dll. Tentu saja lambat laun keberadaannya hanya akan menjadi beban bagi orang lain. Ada begitu banyak anak muda yang salah dalam memilih teman bergaul. Jika itu terjadi pada diri anda, segeralah untuk mengakhirinya (ayat 13). Bila hal itu terjadi pada kawan/ saudara/ pasangan hidup/ anak anda, maka nasehatilah mereka dengan penuh kasih (ayat 12). Alangkah senangnya hati kita, bila melihat mereka berubah menjadi pribadi yang dewasa, rajin bekerja dan taat kepada firman Tuhan? Bila ada orang yang memiliki kekurangan secara fisik saja mau bekerja, mengapa kita tidak bisa melakukan hal yang sama? [DK]

“Makanan ternikmat adalah yang diperoleh dengan bekerja.”

 

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.