wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Mary Jane Veloso

27 September 2015 30 views No Comment Oleh

Bacaan : Yakobus 5 : 13 – 20  |  Pujian: KJ 467
Nats: “Karena itu hendaklah kamu saling mengakui dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.” [ayat 16]

Nama Mary Jane Veloso amat akrab di telinga khalayak beberapa bulan lalu. Namanya tercantum dalam daftar narapidana yang akan dieksekusi mati di akhir April yang lalu. Banyak pihak mulai dari para politisi sampai artis terkenal  menentang pelaksanaan eksekusinya karena menganggap Mary Jane hanyalah buruh migran yang menjadi korban perdagangan manusia. Di media sosial, muncul petisi yang mengajak para pengguna internet untuk menyampaikan keberatan pada Presiden agar mempertimbangkan kembali eksekusi mati terhadap Mary Jane. Di detik-detik terakhir jelang waktu eksekusi, Mary Jane lolos karena ada seorang perempuan Filipina yang menyerahkan diri ke kantor polisi setempat dan mengakui diri sebagai perekrut Mary Jane. Memang banyak pro dan kontra di seputar pengakuan perempuan yang bernama Christina itu, bahkan ada pengamat yang mengatakan pengakuan itu janggal dan tampak mengada-ada. Namun apapun yang menjadi latar belakangnya, Christina telah melakukan tindakan berani: mengaku salah.

Sudah jadi sifat dasar manusia, bahwa ia tak mau salah atau disalahkan. Kalau bisa sih, kalaupun salah ia akan mencari-cari hal yang bisa disalahkan agar tak dipersalahkan. Inilah yang dipahami pula oleh penulis surat Yakobus dalam nasehatnya. Ia memandang bahwa pengakuan dosa sangat besar dampaknya, yaitu “supaya kamu sembuh” (ay. 16). Bahkan ia pun melanjutkan bahwa doa tanpa pengakuan dosa tidak akan berhasil! Nah…jelas, pengakuan dosa, mengakui kesalahan adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan beriman. Memang tiap minggu dalam ibadah, kita akan diajak untuk mengakui dosa dan salah kita di hadapan Tuhan. Namun pertanyaannya: sudahkah sungguh-sungguh kita akui dosa kita, ataukah sekedar ritual pengakuan itu kita lakukan?

Memang tak mudah dan tak enak mengakui kesalahan kita, apalagi jika harus mengakuinya di hadapan orang lain. Namun, jika memang kita melakukan kesalahan pada sesama…ya akui saja! Karena dengan pengakuan, kehidupan akan menjadi semakin baik. Selamat mengaku!]Rhe]

“Pengakuan adalah kunci dari pengampunan.”

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.