wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Makanan Sempurna

27 December 2013 53 views No Comment Oleh

Bacaan : Yohanes 6 : 35 – 42
Nyanyian : KJ 412 : 1
Nats : ”Akulah Roti hidup; barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepadaKu, ia tidak akan haus lagi.” [Ayat 35]

Roti adalah makanan sehari-hari orang Palestina dan Eropa pada umumnya. Cara mengonsumsinya adalah dengan dipecah atau dipotong-potong, dikunyah-kunyah baru kemudian ditelan. Jadi bukan sekedar diciduk dan kemudian ditelan, seperti bubur. Roti dipakai oleh Tuhan Yesus sebagai simbol hidupNya.

Dengan kata-kata ”Akulah Roti hidup; barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi…” Tuhan Yesus mau memberikan diriNya, hidupNya untuk kehidupan orang yang mau datang dan percaya kepadaNya. Ini adalah kemauan yang luar biasa. KemauanNya memberikan diri itu bukan karena diminta ataupun diperintah, melainkan atas kehendakNya sendiri. Dengan berkali-kali mengatakan diriNya roti, yang menghidupkan, Dia pasti sadar betul bahwa demi kehidupan orang percaya Dia harus “dimakan”, “dikunyah-kunyah” dan “ditelan.” Itu berarti Dia harus rela disiksa dan dihancurkan sampai mati. Dan itu pasti menyakitkan. Orang mau saja memberikan sesuatu di luar dirinya untuk jadi makanan orang lain. Tetapi siapa yang atas kehendaknya sendiri, mau memberikan diri dan hidupnya untuk “dimakan” orang lain, selain Tuhan Yesus? Pasti tidak satu pun. Itulah kasih dan pengorbanan Tuhan Yesus yang luar biasa sempurna bagi kita dan setiap orang yang datang dan percaya kepadaNya.

Dialah makanan yang sempurna, yang membuat orang tidak akan pernah lapar lagi. Karena itu, orang yang percaya kepadaNya akan hidup kekal selamanya, akan dibangkitkanNya pada akhir zaman. HidupNya adalah kehidupan abadi orang yang mau percaya kepadaNya.

Sebagai yang sudah menerima Roti Hidup itu, wujud kasih dan pengorbananNya yang sempurna, mestinya kita:

  •     Meyakini bahwa kita pasti diberi hidup yang kekal.
  •     Hidup dekat dengan Dia dan memegang teguh iman percaya kita kepadaNya.
  •     Mau mengasihi dan rela berkorban bagi Dia dan orang lain atas kemauan kita sendiri, tanpa diminta atau disuruh. [ST]

“Kita diberi makanan sempurna supaya kita mau memberikan makanan walau tidak sempurna.”

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.