wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Mak Nyusss…!

17 December 2012 226 views No Comment Oleh

Bacaan : Kejaddian 49: 8-10.
Pujian : KJ 414
Nats: “…maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa…” (ayat.10)

“Mak Nyuss…” adalah ungkapan khas seorang pakar kuliner disalah satu program kuliner di TV kita. Ia selalu digambarkan sedang berjalan-jalan diberbagai kota di Indonesia sambil mencicipi makanan-makanan khas daerah tersebut. Dan bagi makanan yang ia anggap istimewa, ia selalu memakannya dengan gaya khas sambil mengangkat jempol dan berkata, “Mak Nyusss…!” Tidak semua makanan yang dicicipi akan dilabeli “Mak Nyuuss…!”, hanya yang istimewa saja…

Demikian pula yang diterima oleh Yehuda, ia dipandang istimewa oleh Allah dan Ayahnya, Yakub. Yehuda memperoleh berkat yang lebih daripada saudara-saudaranya, Yehuda menerima janji bahwa ia “..akan dipuji oleh saudara-saudaramu…dan kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu.” (ay.8). Yehudapun akan menjadi suku yang kuat dan disegani diantara suku-suku Israel, karena ia “…seperti anak singa; setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat tinggi…” (ay.9). Yakub menjanjikan Yehuda akan menjadi pemimpin yang luar biasa karena “kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.” (ay.10). Dan kita tahu janji itu digenapi kemudian, keturunan Yehuda menjadi suku yang paling kuat di Israel dan ia menjadi Kerajaan kuat yang berdiri sendiri. Pendeknya, Yehuda patut dilabeli “Mak Nyuuss..!” Yehuda menjadi istimewa dan mak nyuss bukan karena ia sendiri sempurna tanpa cacat cela, sebenarnya iapun salah satu saudara Yusuf yang ikut merencanakan penyingkiran Yusuf. Belum lagi ia pernah tidur dengan Tamar, menantunya sendiri! Ya…ia berdosa. Namun, dalam perjalan hidupnya Yehuda bersedia bertobat dan mengakui kesalahannya. Karena itulah ia berkenan di hadapan Allah. Kitapun tak sempurna, tapi dengan kuasa darah Kristus kita pun beroleh janji istimewa sebagaimana janji Allah pada Yehuda. Mari kita hidup dengan penuh pengharapan karena Ia telah berjanji bahwa kita semua menjadi anak-anakNya. Mari kita berusaha hidup dengan rasa (sikap) yang istimewa bagi orang lain, yang….Mak Nyuusss…!! (Rhe)

“Kita dijadikanNya istimewa, mari hidup dengan cara yang istimewa pula bersamaNya.”

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.