wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Kuatkanlah Hatimu

13 November 2015 51 views No Comment Oleh

Bacaan: Wahyu 6: 12 – 7: 4     |   Pujian: KJ 332

Bacaan kali adalah sebuah teks yang mistis, gelap, puitis dan penuh simbol. Dalam sebuah gambaran, bacaan kita menjelaskan akhir dari tatanan yang berlaku. Dikisahkan bahwa matahari, bulan dan langit tidak mampu lagi mempertahankan tatanannya. Semuanya dalam kekacauan. Setiap orang, tidak peduli seberapa tinggi atau seberapa rendah posisi sosialnya, bersembunyi dari murka Allah. Gunung-gunung dan pulau-pulau akan bergeser. Dalam situasi semacam itu tentunya tidak seorang pun akan sanggup bertahan. Tetapi tunggu! Dalam kekacauan dan kemarahan Allah itu disebutkan bahwa beberapa orang akan dilindungi dan diselamatkan. Ya, mereka adalah orang-orang yang dimeteraikan yaitu hamba-hamba Allah. Jumlah 144.000 adalah bukan jumlah yang sebenarnya, tetapi jumlah yang simbolik (12x12x1000). Jumlah ini menggambarkan semua orang yang adalah wakil yang sempurna dari pekerjaan Yesus di bumi, yaitu murid-muridNya.

Visi yang muram tentang akhir dunia ini sudah menjadi kenyataan bagi beberapa orang. Di mana-mana orang diperhadapkan pada peperangan, kelaparan, penganiayaan, bencana alam atau tragedi yang bersifat pribadi seperti kematian seorang kerabat, penyakit atau kesulitan eksistensial. Dalam situasi tersebut maka semua hal di sekitar kita akan bergeser dan hancur. Karena itu kita akan merasa sangat ketakutan. Lalu akan muncul pertanyaan yang mengganggu: mengapa Tuhan mengizinkan hal ini terjadi?

Penulis Wahyu menyebutnya sebagai murka Allah. Bagi orang kristen, pengalaman kemarahan Allah memang membingungkan dan kontras dengan cinta kasih Allah yang juga digambarkan dalam Alkitab. Akan tetapi dalam penderitaan dan kekacauan disebutkan bahwa: Allah menjaga dan melindungi murid-muridNya. Itu berarti bahwa Allah juga menjaga dan melindungi kita ketika kita tenggelam dalam penderitaan dan kekacauan. Yesus berkata “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (Yoh 16,33). Jadi, kita tidak perlu tenggelam dalam ketakutan dan kegelisahan. Kita yakini saja bahwa janji firmanNya untuk menjaga dan melindungi kita itu pasti terjadi bagi kita. [MB]

“Kekecewaan, kepedihan, kemalangan dan penderitaan adalah kelengkapan anugerah Allah.” (M. Idris)

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.