wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Kotak vs Kumis

25 December 2012 553 views No Comment Oleh

Bacaan : Yesaya 9: 1-6.
Pujian : KJ 96: 1-2
Nats: “…dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai” (ayat.5b)

Perdebatan dan pertengkaran bisa terjadi dimana saja. Saat pasangan Foke-Nara dikalahkan oleh Jokowi-Ahok dalam perhitungan cepat Pilkada DKI Jakarta versi beberapa lembaga survey independen, portal berita on line yang memberitakannya segera saja dipenuhi dengan berbagai perdebatan sengit yang ditulis oleh para pengguna internet. Ada yang nyukurna pihak yang kalah, ada yang menyalahkan pihak-pihak tertentu yang membuat pernyataan berbau SARA. Namun, ada pula yang menganggap pihak yang menangpun tak akan mampu menyelesaikan masalah kronis ibukota, dll. Ahhh….membaca berbagai komentar dalam perdebatan itu bikin sumpek!

Kehidupan kita mungkin tak ubahnya seperti portal berita on line tadi, sering menjadi ajang perdebatan, hiruk pikuk, riuh dan dipenuhi dengan emosi yang memanas. Banyak masalah dan beban yang melarutkan kita dalam berbagai pikiran yang keruh. Ke-sumpek-an ini juga nampaknya sedang dialami oleh Kerajaan Yehuda yang digambarkan dalam bacaan kita. Nubuatan Yesaya ini memang ditujukan kepada Bangsa Israel, khususnya Kerajaan Yehuda yang sedang dalam masa genting karena dikepung oleh Kerajaan Asyur. Namun, dalam keadaan yang gawat itu, Tuhan masih memberikan janjiNya yang teduh, “…dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai” (ay.5b). Mesias dijanjikan akan datang untuk membawa terang dan damai bagi Yehuda!

Dan, janji Allah ini digenapi dalam diri Kristus yang kita peringati kedatanganNya hari ini. Ya…Yesuslah Mesias yang dijanjikan. Dialah Sang Raja Damai! Sejenak, mari menghayati kelap kelip pohon Natal itu, mari membuka telinga pada dentang lonceng yang membahana dan meresapi lagu-lagu Natal yang syahdu. Heningkan diri sejenak, rasakan dan resapi damai yang dibawa Kristus ke dunia, kepada kita. Dan, jadilah duta damaiNya! Bukan hanya di hari Natal, tapi dalam hidup kitatiap hari. Karena dalam damai Kristus, bahkan Kotak dan Kumis bisa berdamai. Hhhmmm…indahnya damai. (Rhe)

“Damai tidak dapat diraih dengan kekerasan, namun dengan kasih.”

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.