wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Kekuasaan

5 October 2012 388 views No Comment Oleh

Bacaan : Lukas 10: 13-16.
Pujian: KJ 341
Nats: “Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.” (Ayat.16)

Baru-baru ini media cetak dan elektronik di Negeri ini ramai-ramai membahas tentang Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Sejak masa kampanye, kita bisa melihat bahwa masing-masing pasangan calon Gubernur dan Wakilnya beramai-ramai membuat branding (pencitraan) yang diharapkan bisa menarik perhatian masyarakat. Ada yang menonjolkan kumis tebalnya, ada yang selalu memakai hem kotak-kotak dan ada pula yang gembar-gembor paling pro-rakyat karena mengajukan diri sebagai calon independen. Meski semua calon di segala kesempatan selalu berkata ingin menjadi pembela rakyat dan memperbaiki keadaan dengan cara yang berbeda-beda, namun sebenarnya semua calon memiliki tujuan yang sama, yaitu mencapai kekuasaan. Entah berapa rupiah dan berapa besar energi yang telah dihabiskan untuk mencapai kekuasaan.

Sebagai pengikut Kristus, sebenarnya kita tak perlu susah payah untuk mencapai kekuasaan.  Bacaan kita hari ini adalah sebuah bagian dari pengutusan ke-70 murid oleh Tuhan Yesus.  Para murid diminta untuk mengabarkan berita keselamatan ke setiap kota dan setiap tempat. Memang mereka dilarang untuk membawa barang-barang materiil tertentu (ay.4), namun bukan berarti Tuhan Yesus tak memberi sangu di ay.16, “Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku” (ay.16). Dengan kalimat ini, Tuhan Yesus memberikan kuasa khusus bagi para murid untuk mengabarkan Injil-Nya. Bahwa penerimaan atau penolakan kepada ke-70 murid adalah juga penerimaan dan penolakan kepadaNya dan kepada Bapa yang mengutus Dia. Tuhan Yesus juga memberikan kuasa bagi setiap kita, sebab kita juga diutusNya. Bukan kuasa untuk menguasai apalagi memperdayai sesama kita, namun untuk bersaksi bagi kemuliaanNya. Mari kita gunakan kuasa itu dengan sebaik mungkin, dengan rendah hati. (Rhe)

Masa depan tidak ditentukan oleh kekuasaan atau kekayaan, melainkan oleh tujuan dan cara anda mencapainya.

Kirimkan Artikel Ini Kirimkan Artikel Ini

Comments are closed.