Home » Pesan-pesan

Kejarlah Damai Sejahtera dan Hidup Saling Membangun

admin 19 May 2009 Pesan-pesan 422 views No Commente-mail artikel ini e-mail artikel ini

PESAN BULAN OIKOUMENE 2009 PERSEKUTUAN GEREJA - GEREJA INDONESIA

” KEJARLAH DAMAI SEJAHTERA DAN HIDUP SALING MEMBANGUN”
(bdk. Roma14:19)

Saudara-sauadara warga gereja yang dikasihi Yesus Kristus!

1. Tatkala pada tanggal 25 Mei 1950 gereja-gereja memutuskan untuk mendirikan “Dewan Gereja-gereja di Indonesia” (DGI), maka sejak itu sesungguhnya umat Kristen Indonesia tidak bisa lagi mengelak dari komitmen mewujudkan “Gere,ja Kristen Yang Esa di Indonesia” (GKYE). Komitmen ini adalah pula komitmen kita sekarang, yang tetap diemban dengan segala pasang-surutnya. Ada saat ketika kita amat optimis, sehingga kita berpendapat GKYE diproklamasikan saja. Kita tidak sabar dengan berbagai keterpisahan yang ada. Tetapi ada juga saat tatkala kita pesimis melihat berbagai perkembangan yang kurang menyenangkan dalam pergaulan antar-gereja di Indonesia. Kita cenderung saling mempersalahkan, mengganggap diri lebih balk dari yang lain, bahkan cenderung saling menghakimi. Namun demikian, kita tidak pernah berputus asa. Pada tahun 1984 kita kembali menegaskan komitmen kita itu dengan meningkatkan “Dewan” menjadi “Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia” (PGI). Setelah 25 tahun, maka saatnyalah bagi kita sekarang untuk melihat kembali apakah kita masih tetap berada pada jejak (track) yang benar, dan karena itu perlu diteruskan dan ditingkatkan. Ataukah kita telah menyimpang sehingga perlu diluruskan lagi. Sesungguhnya Gerakan Oikoumene lebih dari sekadar upaya untuk mewujudkan GKYE. Gerakan Oikoumene adalah memberlakukan Amanat Allah untuk secara terus-menerus menjadikan dunia sebagai rumah yang layak dihuni. Itu berarti, selama masih ada ketidakadilan, peperangan, konflik, teror, yang menyebabkan ketidaksejahteraan, maka dunia kita belumlah sebuah rumah yang layak huni. Oleh karena itu menjadi tugas kita untuk senantiasa berjuang bagi hadirnya sebuah dunia yang layak huni. Kondisi itu hanya bisa dicapai apabila gereja-gereja kita tidak terpecah-belah, tetapi seperti yang dinyatakan Yesus dalam doaNya “..supaya mereka semua menjadi satu… supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku…” (Yoh.17:21).
2. Tema Bulan Oikoumene 2009 ini berbunyi, “… kejarlah damai sejahtera dan hidup saling membangun” (bdk. Rm.14:19). Ini adalah variasi dari penggalan ayat Alkitab dalam rangkaian nasi hat Rasul Paulus kepada jemaat di kota Roma. Jemaat Kristen yang masih sangat muda di kota metropolitan yang terkesan dimarjinalkan ini membutuhkan nasihat-nasihat yang memperkuat anggota-anggotanya untuk mampu berdiri tegak di tengah-tengah dunia yang tidak ramah. Salah satu unsur penting guna mencapai kekuatan itu adalah apabila jemaat tidak hidup terpecah-belah, sebaliknya hidup rukun di dalam persekutuan satu sarna lain. Karena itu Rasul Paulus menyerukan agar anggota-anggota jemaat tidak menghakimi satu sarna lain, dengan misalnya melecehkan mereka yang lemah imannya dalam hal memakan jenis-jenis makanan (14:1-3), atau dalam hal menganggap hari yang satu lebih penting dari hari yang lain (14: 5-6). Rasul Paulus menegaskan, bahwa cara seperti itu justru membawa jemaat ke dalam sikap hidup egoisme, hal yang tidak bisa diterima di dalam hidup persekutuan. Jemaat, kata Rasul Paulus mestinya menyadari bahwa hidup dan mati mereka untuk Tuhan, sebagaimana diperlihatkan di dalam kematian dan kebangkitan Kristus (14: 7-8). Dengan saling menghakimi ini jemaat akan menjadi batu sandungan bagi saudaranya. Keadaan ini tidak akan membawa damai-sejahtera di dalam kehidupan bersama. Kalau itu tidak tercapai, maka perpecahanlah yang terjadi. Maka kejarlah damai sejahtera, dan pakailah segala kemampuan yang ada pada diri masing-masing untuk saling membangun. Setelah 59 tahun beroikoumene, kita perlu mcmpertanyakan ulang secara jujur kepada diri kita masing-masing, makin dekatkah kita satu sarna lain, adakah kita saling membangun, atau justru biasa-biasa saja. Masihkah kita melihat PGI sebagai wadah yang didalamnya keesaan diperjuangkan, atau justru wadah yang melestarikan perpecahan di antara gereja-gereja?

3. Bulan Oikoumene 2009 ini kita peringati dalam suasana bangsa kita sedang melaksanakan agenda nasional penting, Pemilihan Umum. PGI telah menyerukan kepada gereja-gereja untuk sungguh-sungguh melihat penyelesaian persoalan bangsa dan negara sebagai panggilan dengan ikut-serta dalam Pemilihan Umum secara bertanggungjawab dan mendengarkan suara hati nurani. Sidang MPL-PGI yang diselenggarakan tanggal 16-19 Februari 2009 di Makassar menegaskan tekad umat Kristen Indonesia untuk memperkuat komitmen pluralisme dan kebangsaan. Pluralisme adalah salah satu pilar penting bagi terpeliharanya, kesatuan bangsa. Siapa yang meremehkannya, sesungguhnya ia meremehkan kesatuan bangsa, yang akan menuju kepada keruntuhannya. Karena itu hadirnya sejumlah peraturan daerah dan Undang-undang yang bernuansa agama harus disikapi secara serius. Secara khusus kita memberi perhatian terhadap berbagai Rancangan Undang-Undang yang jelas-jelas menafikan kemajemukan, dan mereduksikan masyarakat Indonesia hanya sebagai sesuatu yang homogen. Hal ini mempermiskin wajah Indonesia yang selama ini dikenal di dunia justru oleh kekayaan dan keaneragaman suku dan agamanya. Persoalan kemiskinan tetap merupakan persoalan akut bangsa kita. Kendati para elit politik mengklaim berbagai keberhasilan di dalam menanggulangi kemiskinan, namun tetaplah merupakan kenyataan bahwa “orang miskin selalu ada padamu..” Selama hal ini tidak tertanggulangi dengan baik, maka klaim kita untuk hidup dalam damai-sejahtera dan saling membangun tidak bermakna apa-apa. Itulah sebabnya kita mendukung tujuan Millenium Development Goals (MDGs) yang berfokus antara lain pada penghapusan kemiskinan, pendidikan, kesetaraan gender, perlawanan terhadap HIV/AIDS, dan pelestarian lingkungan hidup. Pada akhirnya, kami ingin mengajak gereja-gereja untuk:

Pertama, terus-menerus dan bersungguh-sungguh memperjuangkan perwujudan keesaan gereja disemua level dengan makin terbuka satu sama lain dalam kejujuran dan kerjasama yang otentik.

Kedua, memberikan teladan bagaimana sesungguhnya hidup dalam damai-sejahtera dan saling membangun. Keteladanan ini seharusnya terpancar keluar, kepada seluruh warga bangsa agar merekapun mampu hidup dalam damai sejahtera dan saling tidak mempersalahkan satu terhadap yang lain,
Ketiga, secara bersungguh-sungguh memantau dan mengawasi agar penyelenggaraan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, serta negara dan bangsa benar-benar menjadikan pluralitas bangs a sebagai pilar utama didalam membina dan mengupayakan kesatuan.

Demikianlah pesan dan harapan kami di bulan Oikoumene 2009, ini. Kiranya Tuhan memberkati segala upaya kita di dalam”mewujudkan keesaan gereja demi kemuliaan Nama-Nya. Selamat merayakan Bulan Oikoumene.

Jakarta, Awal Mei 2009
Atas nama MAJELIS PEKERJA HARIAN PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA

Pdt. Dr. A.A. Yewangoe Ketua Umum
Pdt. Dr. Richard M.Daulay Sekretaris Umum

e-mail artikel ini e-mail artikel ini
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Have your say!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>