wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Kedatangan Rejoice

27 April 2015 46 views No Comment Oleh

Bacaan: Matius 5: 1-12   |   Nyanyian: KJ 14: 2, 3.
Nats:
“..dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.” (ay.1)

Sejak kepindahan kami ke Jogja setahun lalu, kehidupan kami banyak berubah. Tak ada tamu yang silih berganti datang ke kapanditan, tak ada lagi rapat PHMJ dan tak ada pula pelayanan tetap yang harus saya lakukan. Demikian pula yang dialami oleh suami, ia tak perlu lagi menghadiri berbagai acara, rapat di kantor kelurahan dan ia pun tak bisa lagi bernyanyi bersama Paduan Suaranya. Meski beberapa pembicaraan dan kontak masih tetap dilakukan via telepon, SMS atau Sosial Media dengan komunitas lama, tapi kami masih sering merasa sendiri, merasa sepi. Namun, beberapa saat lalu kami kedatangan tamu istimewa! Rejoice, Paduan Suara yang sudah seperti saudara itu nggruduk tempat tinggal kami yang tak terlalu besar. Mereka menghabiskan sehari semalam bersama kami, meski harus tidur dan makan seadanya. Rejoice sudah menjadi bagian hidup kami, mereka datang saat kami menikah, saat saya ditahbiskan, saat saya melayani sebagai Pendeta dan sekarang datang juga saat kami mutasi. Amboi…senangnya kedatangan Rejoice!

Sadar atau tidak dengan maraknya sosial media dan kemajuan teknologi komunikasi, “datang” menjadi hal yang sulit dan jarang dilakukan. Manusia jaman ini lebih senang berhubungan melalui media ketimbang “datang” dan bertemu muka dengan muka. Banyak yang menghabiskan waktu di dunia maya ketimbang berkomunikasi di dunia nyata. Bagaimana kita berhubungan dengan Tuhan? Sudahkah kita juga benar-benar “datang” kepadaNya? Narasi pembuka Injil Matius ini menggambarkan kedatangan murid-murid Yesus padaNya, dan karena kedatangan mereka inilah Yesus menyampaikan pengajaranNya yang dikenal sebagai Khotbah di bukit.

Ya…hubungan antar manusia jaman ini telah tereduksi dalam text, status dan gambar belaka. Namun, jangan biarkan hubungan kita dengan Tuhan juga ikut tereduksi. Mari luangkan waktu kita untuk terus “datang” padaNya dengan segenap diri, hati dan pikiran kita, jangan hanya setengah-setengah! Sebagaimana Rejoice yang bersusah payah datang ke Jogja, mari berkomitmen untuk setia “datang” kepada Tuhan. (Rhe)

Jangan biarkan setiap orang yang datang pada anda, pergi tanpa merasa lebih baik dan lebih bahagia. (Bunda Teresa)

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.