Ikutlah Aku
Bacaan : Markus 10: 17-27
Pujian: KJ 374
Nats: ayat 21: “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang miskin”
Banyak orang yang tidak tahu apa yang menjadi tujuan hidupnya. Mereka umumnya mengira kalau kesejahteraan, kedamaian hidup itu hanya bisa diperoleh dalam kekayaan yang melimpah, jabatan yang tinggi. Dalam kenyataannya banyak orang kaya dan pejabat tinggi tetap merasa tidak bahagia, tidak tenang dalam hidupnya. Memang kekayaan dsb. tidak akan pernah bisa memberikan ketenangan, kedamaian batin; apalagi kalau kekayaan, jabatan itu diperoleh dengan cara-cara yang tidak benar dan tidak bertanggung jawab.
Dalam bacaan hari ini dikisahkan tentang seorang kaya yang merasa tidak tenang dengan hidupnya. Ia merasa sudah melaksanakan perintah Allah seperti yang tertuang dalam hukum Taurat. Meskipun demikian hidupnya tetap tidak tenang. Karena itu ia kemudian bertanya kepada Yesus untuk memohon petunjuk-Nya. Jawaban Yesus sangat mengejutkan dan membuat ia semakin kecewa.
Bagi Yesus, hidup ini bukan sekedar mencari harta sebanyak-banyaknya, pangkat atau jabatan setinggi-tingginya; juga bukan soal bisa memenuhi perintah Tuhan tetapi – dan ini yang penting – bisa mewujudkan hukum tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Kedamaian, kesejahteraan hidup ini tergantung dari usaha kita dalam menjalin relasi / hubungan dengan sesama dan alam semesta. Dengan firman-Nya tadi kita diajak untuk menciptakan semangat kebersamaan dalam ikatan persaudaraan yang sejati. [DP]
Berilah kami keberanian dalam mewujudkan kehendak-Mu dalam hidup kami.











Leave your response!