wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Hidup Dalam Sukacita

11 March 2011 2,767 views No Comment Oleh

Bacaan: Matius 9:14-15
Pujian
: KJ 299
Nats
: (ay. 15a): Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka?

Dalam sebuah percakapan dengan seorang sahabat, dilontarkan pertanyaan, apakah di dalam kekristenan memang tidak ada hukum yang mengatur perilaku hidup yang khas kristiani? Tentu saja ada. Banyak sekali. Misalnya, Hukum Kerajaan Allah seperti termaktup dalam Matius 5-7. Atau hukum kasih yang merangkum seluruh hukum, termaktup di dalam Matius 22. ‘Tetapi,’ kata si sahabat, ‘itu, lho, seperti hukum yang mengatur harus begini, caranya yang pertama begini cara kedua begitu, kalau tidak begini akan dihukum sekian dan kalau dijalani begitu akan diberi hadiah sekian… Adakah hukum dalam kekristenan yang ditulis rinci seperti di dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana?’ Terhadap pertanyaan yang terakhir itu, jawabnya: tidak ada. Di dalam kekristenan, hanya ada prinsip-prinsip hukum. Tetapi rincian hukum yang bersifat taurati, tidak ada. Mengapa demikian, karena prinsip dasar di dalam kekristenan adalah ‘hukum kemerdekaan’ (Yakobus 1:25, 2:12).

Bersama dengan Sang Kristus, hidup dijalani dengan bersukacita, sebagai orang merdeka. Suasana hidup kristiani adalah suasana kebebasan, suasana berpesta. Memang tidak dianjurkan hidup bermuram durja. Seperti dikisahkan, bahwa para murid Yesus tidak menjalani laku berpuasa sebagai sebuah tekanan kewajiban, misalnya. Kalau melakukan berpuasa juga, yang dipakai sebagai pedoman adalah Matius 6:16-18, yakni ‘apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik…’ Jadi, niat hati dalam berpuasa adalah niat hati yang tulus, sukarela, dan bersungguh-sungguh. Bahwa berpuasa itu sebagai praktek hidup beriman, maka yang diutamakan adalah kesungguhan hati mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan. Sekali lagi, mempersembahkan! Seluruh kebaikan sudah dibuat oleh Tuhan. Karenanya, seluruh hidup kita tinggallah sebuah persembahan tulus dan sukarela bagi Dia. [SW]

Ya, Tuhan, disiplinkan hidupku dengan tetap bersukacita, layaknya bersama mempelai laki-laki yang sedang berpesta.

Kirimkan Artikel Ini Kirimkan Artikel Ini

Kata Kunci Artikel Ini:

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.