wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Hakim Kehidupan

31 March 2013 315 views No Comment Oleh

Bacaan : Kisah Para Rasul 10 : 34 – 43
Nyanyian : KJ 274
Nats : “Dan Ia telah menegaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati…” [ayat 42]

Dalam dunia peradilan salah satu tugas hakim adalah memutuskan siapakah yang benar dan siapakah yang bersalah dalam sebuah perkara. Tentu setelah melihat,mencermati segala persoalan yang terjadi secara runtut dan disertai bukti-bukti yang otentik. Hakim juga mendengar kesaksiaan-kesaksian didalam persidangan. Sehingga keputusan yang diambil diharapkan dapat diterima karena benar-benar adil walau mungkin keputusan itu tidak melegakan semua pihak.
Merenungkan perkara besar antara manusia dan Sang Pencipta, ada sebuah tuntutan besar dari Tuhan akibat ketidaktaatan manusia kepadaNya. Perkara besar itu disebut sebagai DOSA. Dan hukuman atas dosa itu adalah maut. Sebelumnya tidak ada tawar-menawar atas penyelesaian dosa itu selain menerima hukuman atas dosaitu, yakni maut. Tetapi kini jalan terbuka setelah Kristus berkenan menyelamatkan manusia. Dengan kematian dan kebangkitanNya membuat hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta menjadi indah kembali. Kristus kini bukan hanya menjadi sang Juruselamat manusia. Tetapi Dia juga menjadi hakim kehidupan atas umat manusia. Setiap perkara kehidupan manusia di dunia ini akan dipertanggungjawabkan di hadapan Kristus sebagai hakim kehidupan. Dia yang melihat dan kemudian memutuskan siapa manusia yang benar dan siapa yang manusia yang tidak berkenan bagi Allah.

Tugas besar itu diemban oleh Kristus bagi umat manusia. Tidak ada jalan lain bagi kita selain percaya bahwa Sang Hakim Kehidupan itu adalah sosok yang bijak, mengasihi namun juga tegas dan adil. Iman dan pengharapan kita hanya bisa kita letakkan kepada kebijaksanaanNya sebagai hakim kehidupan. Sehinggak kelak ketika kita bertemu Dia, ada sebuah hubungan yang baik antara kita dengan Dia. Semua terjadi karena cara hidup kita yang berkenan kepadaNya. [Oka]

“Hidup berkenan dihadapanNya, mempermudah kita menghadapi Hakim Kehidupan”

Kirimkan Artikel Ini Kirimkan Artikel Ini

Kata Kunci Artikel Ini:

Comments are closed.