GKJW Tahbiskan Empat Pendeta Baru
Minggu, 22 Februari 2009, Greja Kristen Jawi Wetan mentahbiskan empat pendeta baru. Pentahbisan pendeta baru ini dilaksanakan di GKJW Jemaat Sukun bersamaan waktunya dengan pelaksanaan Sidang Istimewa Majelis Agung GKJW Ke-100, 19-22 Pebruari 2009.
Ke-empat pendeta baru itu ialah Pdt. Sarwindra Rusdiahwati, S.Si., Pdt. Dadi Wirawan, S.Si., Pdt. Suyono, S.Si., dan Pdt. Eric Yoseph P.P.D.P. S.Si. Mereka dianggap telah cukup menjalani masa vikariat sesuai dengan peraturan di GKJW. Pdt. Sarwindra Rusdiahwati, Pdt Dadi Wirawan, Pdt Suyono, dan Pdt Eric Yoseph sebelumnya menjalani masa vikariat terakhir di GKJW jemaat Segaran, GKJW jemaat Mojokerto, GKJW jemaat Darmo dan di GKJW jemaat Pujiharjo.
Kebaktian dipimpin oleh tiga orang pendeta. Pdt. Yetty Anggraeni sebagai Liturgos, Pdt. Drijandi L. Sigilipoe sebagai pelayan firman dan Pdt. Iman Santosa Pura sebagai pemimpin tahbisan pendeta baru. Firman Tuhan diambil dari Yohanes 3 : 1-6 tentang Nikodemus. Ia adalah seorang yang terpandang dalam masyarakat Yahudi - sangat mengenal Tata Pranata Yahudi. Ia kaya dan menjadi pendukung pelayanan Tuhan Yesus. Bisa dikatakan tidak ada yang kekurangan dari kehidupan Nikodemus. Tetapi baginya, semua itu tidaklah cukup. Ketika berjumpa dengan Tuhan Yesus, ia tahu bahwa ia harus lahir kembali. Dalam sapaan Tuhan, ia menyadari bahwa proses pencarian jati diri bersifat terus-menerus. Nikodemus mengalami pencerahan batin bahwa kelebihannya bukanlah “kemapanan” yang senantiasa membuatnya nyaman, tetapi proses memperbaharui hidup harus dilakukan sepanjang hidup. Siapapun yang ingin lahir baru bukan lagi dikenakan pertanyaan mungkin ataulah tidak mungkin, tetapi mau ataukah tidak mau.
Dalam prosesi tahbisan, keempat pendeta baru tersebut menyatakan komitmennya dihadapan Tuhan dan jemaat. Janji setia dinyatakan dalam pujian Kidung Jemaat no. 369a.
Dalam sambutan seusai ibadah, Ketua Majelis Agung GKJW Pdt.Iman Santosa Pura mengatakan bahwa tugas menghantar keempat Pendeta ke garis start telah selesai. Selanjutnya mereka akan memulai perjalanan panjang pelayanan sampai ke garis finish.
Pdt. Sarwindra selanjutnya ditempatkan di jemaat Jatiwringin-Kediri. Pdt.Dadi Wirawan bertugas melayani jemaat Tambakasri-Malang Selatan. Pdt.Eric di jemaat Kalangbret-Tulung Agung, sedangkan Pdt.Suyono melayani jemaat Pundung Sari-Lumajang.
Ibadah tahbisan tersebut sangat kental dengan nuansa jawa dengan hadirnya alunan gamelan dan Punakawan. Punakawan menitipkan pesan kepada pendeta baru yang akan mengawali pelayan supaya memiliki Lurus Laras Sih Respati ( pikiran lurus/benar, ucapan yang baik/membangun dan tindakan yang bersih). Menjadi pendeta hendaknya memiliki kepemimpinan Ing ngarsa sung tuladha, Ing madya mangun karsa, Tut wuri handayani, (sebagai imam, guru dan nabi), Matius 7 : 17 (berupaya untuk senantiasa menghasilkan kebaikan dalam pelayanan).
Ibadah ini juga “dimeriahkan” dengan Band pemuda jemaat Sukun “Masehi”,VG Harmonik,PS Marsudi Waluya,VG Pemuda Sukun dan PS Jemaat Sukun.
e-mail artikel ini



(4.5 out of 5)
ayo adhi-adhiku sing saiki wis dadi kancaku nyambut gawe…padha nyambut gawe sing tenanan, terus sinau lan nglakoni Tata Pranata GKJW ben dadi pendita GKJW sing ngerti jalure….
24 February 2009 at 6:36 pm