wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Gak Masuk Akal!

1 February 2016 35 views No Comment Oleh

Bacaan: 1 Korintus 2:6-16 | Nyanyian: KJ 417.
Nats: “… manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah kebodohan…” (ayat 14)

“Alokasi dana penanggulangan kebakaran hutan: nol persen dalam APBD” Demikianlah judul sebuah artikel yang dimuat dalam Kompas 2 Nopember 2015. Sebuah tulisan yang menyoroti tentang pemerintah daerah yang kurang peduli bencana. Semua mata dunia melihat, semua telinga dunia mendengar bahwa beberapa provinsi di Indonesia sangat rentan terjadi kebakaran hutan, tetapi tidak sedikitpun anggaran yang disiapkan pemerintah daerah untuk menanggulanginya. Demikianlah kira-kira pokok pikiran penulis yang merasa ada hal yang tidak masuk akal.

Selalu saja, berharap kepada manusia akan berakhir dengan kekecewaan. Meski begitu, manusia tidak kapok juga untuk terus berharap kepada manusia. Memaksa sesamanya untuk segera memuaskan matanya, pikirannya dengan semua hal yang sesuai keinginannya.

Inilah bagian dari kebodohan manusia yang terlambat menyadari bahwa Allah sudah mengantisipasi semua hal yang terjadi dalam kehidupan manusia. Bukan sebatas alokasi anggaran untuk mengatasi penderitaan manusia. Lebih dari itu, sebelum manusia jatuh ke dalam dosa, Allah sudah menganggarkan keselamatan melalui penebusan darah Tuhan Yesus Kristus.

Terkadang manusia merasa makin bodoh ketika berharap kepada Allah. Benar saja manusia merasa makin bodoh ketika berharap kepada Allah, namun itu hanya terjadi kepada manusia yang tidak memiliki hikmat Tuhan. Manusia tidak mampu memahami apa yang dikehendaki Tuhan dalam kehidupannya. Karena, apa yang disediakan oleh Allah adalah hal-hal di luar jangkauan manusia. Semua hal yang tidak terpikirkan oleh manusia, itulah yang disediakan Allah. Pemadaman kebakaran itu menghabiskan Rp. 500an M, tapi tidak juga padam. Tetapi Allah, setelah dimohonkan dengan doa, memadamkannya hanya dengan hujan lebat sehari.

Manusia memakai pikirannya sendiri untuk memenuhi setiap keinginannya. Sehingga kehendak Tuhan yang terbaik bagi manusia sering dipandang sebagai hal yang tidak masuk akal. Ini adalah tanda-tanda manusia duniawi yang belum hidup secara utuh di dalam iman. Apakah kita bagian dari mereka? [Dee]

“Berharaplah hanya kepada Allah!”

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.