wordpress com stats plugin
Home » Berita

Emiritasi Pdt. Soetrisno dan Pelantikan Pdt. Tyaslumadi

12 January 2009 4,002 views 14 Comments Oleh

Pdt.Soetrisno usai menerima doa emiritasi dari sejawat pendeta dan jemaat. Dilatar belakang tampak Pdt.Tyaslumadi yang akan menggantikannya

Pdt. Soetrisno, S.Th mengakhiri masa tugasnya sebagai pendeta GKJW dalam sebuah kebaktian di GKJW Jemaat Karangpilang, Minggu 11 Januari 2009. Pada saat bersamaan GKJW Jemaat Karangpilang juga menerima Pdt. Tyaslumadi Silas, Sm.Th sebagai pendeta Baku di jemaat tersebut.

Kebaktian pembebastugasan dan pelantikan tersebut diisi dengan khotbah berseri oleh Pdt. Soetrisno dan Pdt. Tyaslumadi dengan mengambil tema dari 2 Raja-Raja 2: 1-18 tentang pengalihtugasan dari Elia ke Elisa. Pengalihtugasan dalam sebuah organisasi adalah hal yang lumrah. Sudah tiba saatnya melimpahkan kepemimpinan kepada penerus. Kharisma, kewibawaan, kuasa, roh, dan dinamika hamba Allah ibarat “baju” pemberian Tuhan yang harus dilepaskan dan diberikan kepada sang penerus.

Dalam Khotbah pertama, Pdt. Soetrisno sempat merefleksi perjalanan pelayanannya selama 30 tahun. Beliau mensyukuri pimpinan Tuhan selama itu . “Jika bukan Tuhan sendiri yang memampukan, siapa to Soetrisno itu?” katanya coba mengingat-ingat jalan hidup pelayanannya. Selama kurun waktu tersebut, Pdt. Soetrisno pernah melayani di GKJW Jemaat Bangkalan dan menjadi pendeta utusan GKJW di United Evangelical Mission Jerman. Setelah itu beliau juga melayani sebagai pendeta GKJW Rungkut, pendeta mahasiswa, pendeta konsulen di GKJW jemaat Waru hingga terakhir melayani GKJW Jemaat Karangpilang. Pdt Soetrisno kemudian mengajak jemaat hanya menyandarkan diri pada Tuhan dalam setiap perjalanan hidupnya.

Dalam khotbah kedua, Pdt. Tyas Lumadi Silas mengajak Jemaat Karangpilang untuk tetap melanjutkan perjalanan hidup berjemaat. Jemaat dan pejabat gereja akan melanjutkan dan meningkatkan pelayanan bagi sekitar seperti yang sudah dilakukan. Sebelum melayani GKJW Jemaat Karangpilang, Pdt. Tyas pernah melayani GKJW Jemaat Tulungagung dan GKJW Jemaat Ngoro, dan GKJW jemaat Turen.

Pada saat yang bersamaan, diluncurkan pula “Soetrisno Diantara Sahabat dan Jemaat”, sebuah buku memoar tentang pelayanan Pdt. Soetrisno selama 30 tahun. Buku itu berisi mini biografi Pdt. Soetrisno dan beberapa tulisan tentang Pdt. Soetrisno. Pdt. Abdi Widhyadi, seorang Pendeta GKI menulis bahwa menjadi pendeta emiritus ibarat seorang ksatria yang naik pangkat menjadi seorang begawan. Seorang ksatria yang tadinya beperang di medan laga maka setelah emiritus menjelma menjadi seorang begawan yang memikirkan cara untuk memenangkan sebuah perjuangan.

Terima kasih atas pelayanannya Pdt. Soetrisno
Selamat melayani Pdt. Tyaslumadi Silas

Kirimkan Artikel Ini Kirimkan Artikel Ini

Kata Kunci Artikel Ini:

14 Comments »

  • Jonet said:

    Selamat untuk pak Tris…kami ingin lulus seperti pak Tris yang tentu tidak mudah bagi kami di tengah tantangan gereja yang tidak semakin mudah dan ringan….

  • Wardhani TW said:

    Memoar “Soetrisno di Antara Sahabat dan Jemaat” perlu ditiru oleh para pendeta GKJW, terutama tentang pengalaman pribadi dalam melayani jemaat, yang manis juga yang pahit. Saya sudah membaca memoar itu. Salut dan terima kasih untuk Pak Titis sekeluarga yang menambah banyak informasi kepada saya melalui memoar itu. Salut juga untuk penggagas dan pengelola web site GKJW ini:profesional, atraktif, komunikatif, artistik dan aktual. GBU and with you.

  • admin said:

    @Wardhani TW: Maturnuwun atas pujiannya P.Dhani. Mohon dukungannya untuk membesarkan web ini.

  • Adhie Gondrong said:

    He is the one of my favourite priest.
    btw bung admin, setahu saya Pak Tris pernah juga makarya wonten GKJW Rungkut. Benar tidak? kok gak katut di sebut di atas ya? opo aku sing salah.
    best regards,
    Hardiyan.

  • admin said:

    @Adhie Gondrong: Bener pak ndita, Pak Tris pernah makarya wonten GKJW Rungkut dari tahu 1990 – th.2000.
    Kesalahan sudah dibenarkan.
    Nuwun.

  • Johanes Oka Purwanto said:

    Pak Tris sudah berhasil melalui perjalanan pelayanan yang panjang. Setuju bahwa tanpa pertolongan dan campur tanganNya, itu tidak akan terjadi. Walau sudah Emeritus, kami percaya bahwa Pak Tris akan selalu ada dan mewarnai GKJW. TErima kasih atas pelayanannya Pak Tris…

  • Enggar said:

    Selamat ya Om Tris!!!Dikau sampai di garis finish, inspirasi bagi kami yang muda…MERDEKA!!!

  • TantoKris said:

    Elok dan salut buat Pak Tris,…kiranya menginspirasi kami generasi berikut dalam pelayanan. Elok juga bwt kenangan memoar “Sutrisno di Antara Jemaat dan Sahabat”, kenangan yang sederhana,simpel jika dibawa, tetapi nilainya luar biasa berharga, tidak habis dimakan (baik perut maupun renget, asal disimpan baik),berguna untuk generasi sekarang juga untuk generasi kemudian. Selamat untuk Jemaat Karangpilang, yang mampu mewujudkan sebuah buku memoar untuk Pdtnya. Patut dicontoh oleh jemaat yang lain,…

  • Tetap Bersemangat dan Belajar untuk Meningkatkan Pelayanan | gkjw.web.id said:

    [...] Pdt. Tyas Lumadi Silas, Sm. Th. Yang dimutasi ke Tulungagung. Ternyata di awal 2009 ini Soetrisno yang memasuki masa emeritus digantikan oleh Tyaslumadi Silas. Sony masih tetap di [...]

  • Cahyo "Lintang" Saputro said:

    Buat eyang Tris, sugeng mungkasi pakaryan agung ingkang sejatosipun boten wonten rampungipun. Untuk ibu, sebagai sesama warga Mandarin (hehe…), saya bangga ibu bisa menghantar, menemani, dan menyemangati rama Pandhita ngayahi peladosan di manapun TUHAN menempatkannya.
    Biarlah semangat kasih dan kesetiaan pelayanan, selalu kami warisi sampai kami sama-sama menghentikan perjalanan ini…

    damai dan cinta,
    Lintang

  • sumarsono s.sos said:

    Pak Tris selamat menyelesaikan “TUGAS KSATRIA” dan selamat memasuki masa yang lebih indah dalam tugas baru sebagai “BEGAWAN” yang semakin diharapkan indahnya “PELAYANANNYA” didalam TUHAN.. SUKSES dan semoga semakin sehat dan bersemangat dalam PELAYANAN bersama KRISTUS.. Tuhan Memberkati Bapak beserta…………………………… AMIN

  • cdj said:

    Tak lebih dari hitungan jari, pendeta nyentrik yang saya kenal. Berani karena benar, kalem tapi sangar batinnya, perhatian dan pujian lainnya yang saya yakin tatkala diutarakan ke beliau pasti akan disangkalnya. Tak banyak juga pendeta yang berada di garda depan sewaktu hak-hak warga(meskipun bukan hanya kristiani!)terampas,berdemo ria meskipun birokrasi gereja menentangnya. Pak Titis yang kukenal selalu menanyakan kabar dan pertanyaan selanjutnya…lagi ‘nglakoni’ apa? malu rasanya yang sepuh aja mikirkan orang banyak..lha yang muda?…-merdeka pak Titis, nothing can stop us now.

  • kasidi said:

    saya acungi dua jempol untuk semangat keberanian pak tris bagi prkembangan gereja. saya berharap dikemudian hari ada pak tris-pak tris yang baru yang tak kalah seru.

  • yunaiawan wahyun nugroho said:

    Mohon informasi kontak person bapak pendeta Tyaslumadi Silas, saya yuniawan (wawan) mantan jemaatnya di GKJW Kraksaan waktu SMP, matur nuwun sakderengipun, mohon disampaikan salam saya untuk bapak pendeta Tyas, beliau yang membimbing saya dalam angkat sidi, terima kasih
    yuniawan

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.