Emiritasi Pdt. Soetrisno dan Pelantikan Pdt. Tyaslumadi

Pdt.Soetrisno usai menerima doa emiritasi dari sejawat pendeta dan jemaat. Dilatar belakang tampak Pdt.Tyaslumadi yang akan menggantikannya
Pdt. Soetrisno, S.Th mengakhiri masa tugasnya sebagai pendeta GKJW dalam sebuah kebaktian di GKJW Jemaat Karangpilang, Minggu 11 Januari 2009. Pada saat bersamaan GKJW Jemaat Karangpilang juga menerima Pdt. Tyaslumadi Silas, Sm.Th sebagai pendeta Baku di jemaat tersebut.
Kebaktian pembebastugasan dan pelantikan tersebut diisi dengan khotbah berseri oleh Pdt. Soetrisno dan Pdt. Tyaslumadi dengan mengambil tema dari 2 Raja-Raja 2: 1-18 tentang pengalihtugasan dari Elia ke Elisa. Pengalihtugasan dalam sebuah organisasi adalah hal yang lumrah. Sudah tiba saatnya melimpahkan kepemimpinan kepada penerus. Kharisma, kewibawaan, kuasa, roh, dan dinamika hamba Allah ibarat “baju” pemberian Tuhan yang harus dilepaskan dan diberikan kepada sang penerus.
Dalam Khotbah pertama, Pdt. Soetrisno sempat merefleksi perjalanan pelayanannya selama 30 tahun. Beliau mensyukuri pimpinan Tuhan selama itu . “Jika bukan Tuhan sendiri yang memampukan, siapa to Soetrisno itu?” katanya coba mengingat-ingat jalan hidup pelayanannya. Selama kurun waktu tersebut, Pdt. Soetrisno pernah melayani di GKJW Jemaat Bangkalan dan menjadi pendeta utusan GKJW di United Evangelical Mission Jerman. Setelah itu beliau juga melayani sebagai pendeta GKJW Rungkut, pendeta mahasiswa, pendeta konsulen di GKJW jemaat Waru hingga terakhir melayani GKJW Jemaat Karangpilang. Pdt Soetrisno kemudian mengajak jemaat hanya menyandarkan diri pada Tuhan dalam setiap perjalanan hidupnya.
Dalam khotbah kedua, Pdt. Tyas Lumadi Silas mengajak Jemaat Karangpilang untuk tetap melanjutkan perjalanan hidup berjemaat. Jemaat dan pejabat gereja akan melanjutkan dan meningkatkan pelayanan bagi sekitar seperti yang sudah dilakukan. Sebelum melayani GKJW Jemaat Karangpilang, Pdt. Tyas pernah melayani GKJW Jemaat Tulungagung dan GKJW Jemaat Ngoro, dan GKJW jemaat Turen.
Pada saat yang bersamaan, diluncurkan pula “Soetrisno Diantara Sahabat dan Jemaat”, sebuah buku memoar tentang pelayanan Pdt. Soetrisno selama 30 tahun. Buku itu berisi mini biografi Pdt. Soetrisno dan beberapa tulisan tentang Pdt. Soetrisno. Pdt. Abdi Widhyadi, seorang Pendeta GKI menulis bahwa menjadi pendeta emiritus ibarat seorang ksatria yang naik pangkat menjadi seorang begawan. Seorang ksatria yang tadinya beperang di medan laga maka setelah emiritus menjelma menjadi seorang begawan yang memikirkan cara untuk memenangkan sebuah perjuangan.
Terima kasih atas pelayanannya Pdt. Soetrisno
Selamat melayani Pdt. Tyaslumadi Silas
e-mail artikel ini



(4.5 out of 5)
Selamat untuk pak Tris…kami ingin lulus seperti pak Tris yang tentu tidak mudah bagi kami di tengah tantangan gereja yang tidak semakin mudah dan ringan….
14 January 2009 at 8:33 am